Konten dari Pengguna

Mendorong Refleksi dalam Pendidikan Moral

Rapidli Afid

Rapidli Afid

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rapidli Afid tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kids (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Kids (Foto: Pixabay)

Refleksi dalam pendidikan moral sangatlah perlu diterapkan di sekolah. Hal ini berguna agar siswa bisa membedakan antara moral yang baik dan moral yang buruk. Selain itu guru bisa mengetahui sajauh mana perkembangan moral pada siswanya. Sudah tahap perkembangan ke berapa.

Nah, dalam pembahasan kali ini diberikan beberapa contoh bagaimana seorang guru mendorong siswa untuk merefleksi pendidikan moral.

Sebelum kita melanjutkan pembahasan, saya akan menceritakan sebuah diskusi antara guru yang bernama bu William dan siswa kelas 2. Mereka berdiskusi tentang perkembangan embrio pada telur. Bu William menyarankan anak-anak kelas 2 nya untuk membuka sebuah telur setiap minggunya untuk memonitor perkembangan embrionya.

Kemudian di hari yang sama, dalam kelompok membaca, Nathaniel yang berusia 7 tahun mempercayakan sesuatu pada gurunya: ”Bu William, aku sudah berpikir mengenai ini lama sekali-rasanya terlalu kejam untuk membuka setiap telur dan membunuh anak ayam di dalamnya!”

Bu William hanya mendengarkan tanpa memberi komentar apapun, dia berkata bahwa dia akan membawa diskusi tersebut ke kelas.

Setelah didiskusikan di kelas, beberapa anak yang mengatakan bahwa pendapat Nathaniel sangat penting untuk dipertimbangkan. Namun, banyak anak penasaran seperti apakah embrio itu.

Nathan berkata bahwa rasa penasaran bukanlah alasan untuk membunuh anak ayam. Nathaniel tidak setuju apabila telur dipecahkan. Anak-anak itu berdebat tentang embrio ayam.

Ada yang berpendapat untuk melihat embrio ayam tidak mesti langsung memecahkan telur tapi bisa dicari gambarnya di perpustakaan. Anak yang lainnya berkata bahwa mereka ingin melihat secara langsung anak ayam yang sebenarnya.

Karena belum pendapat anak-anak itu belum bersatu, bu William memberikan kesempatan kepada anak-anak selama satu malam untuk memikirkan hal tersebut. Hingga keesokan harinya banyak anak mengatakan bahwa pendapat Nathan harus dihargai dan akhirnya mereka sepakat untuk tidak membuka telur itu.

Dari diskusi anak-anak di atas, banyak pelajaran moral yang bisa kita petik di antaranya:

  • Jangan mengerjakan sesuatu yang tidak ada alasan untuk mengerjakannya.

  • Saling menghargai pendapat

  • Jangan mengambil keputusan dengan terburu-buru. Pikirkanlah terlebih dahulu sebelum memutuskan.

  • Sebuah keputusan harus memenuhi kebutuhan semua pihak.

Nah, kita lanjut pembahasan selanjutnya, apa sih kebutuhan akan refleksi moral? Refleksi moral merupakan hal yang penting untuk mengembangkan sisi kognitif dari suatu karakter. Di sini ada beberapa manfaat adanya refleksi moral yaitu sebagai berikut:

  • Sadar moral-melihat dimensi moral dari situasi kehidupan

  • Memiliki pemahaman mengenai keseluruhan nilai moral dengan objektif.

  • Mampu melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain.

  • Mampu memberikan alasan dengan pertimbangan moral-memahami mengapa secara moral beberapa tindakan itu lebih baik dari yang lainnya.

  • Mampu membuat keputusan moral yang sudah dipertimbangkan dengan matang.

  • Mengenali diri sendiri, termasuk kapasitas mengkritisi diri sendiri.

Semoga bermanfaat!