Crab Mentality: Kepiting Yang Berada di Sebuah Ember

Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Pembangunan Jaya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Putri Sahira Bastari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa di sini yang mengikuti acara Clash of Champions? Clash of Champions atau yang disingkat CoC adalah game show yang diselenggarakan oleh Ruangguru yang mendapat reaksi positif dari berbagai lapisan masyarakat. Masing-masing dari masyarakat terutama remaja SMP, SMA, hingga dewasa awal seperti mahasiswa terpana dengan kecerdasan dan pencapaian peserta Clash of Champions. Acara yang sedang tenar tersebut tidak hanya menimbulkan reaksi positif saja namun ada pula reaksi negatif. Tak lama ini, ditemukan beberapa komentar yang merujuk ke arah meremehkan dengan mengatakan bahwa IPK bukanlah faktor kesuksesan dan belum tentu mendapat pekerjaan. Fenomena tersebut dapat dikatakan sebagai crab mentality atau mentalitas kepiting.
Metafora ini berasal dari perilaku kepiting yang berada di sebuah ember, ketika salah satu kepiting memanjat untuk keluar dan bebas dari ember tersebut, maka kepiting lain akan menariknya ke bawah sehingga tidak ada satu pun kepiting yang keluar dari ember tersebut. Lalu apa sih yang dimaksud dengan crab mentality? Crab mentality adalah situasi di mana seseorang yang tanpa mereka sendiri sadari merasa terancam dan kurang berharga ketika melihat kesuksesan orang lain. Mereka akan meremehkan orang tersebut dan menganggap bahwa tindakan yang mereka lakukan logis dan benar, meskipun sebenarnya tindakan mereka merugikan orang lain (Tagle, 2021). Nah! Hal ini sesuai dengan reaksi negatif yang muncul pada acara CoC. Mereka berkomentar negatif dengan meremehkan pencapaian para peserta dan mungkin menganggap bahwa tindakan mereka benar untuk dilakukan. Memang benar IPK bukanlah tolak ukur kesuksesan akan tetapi IPK merupakan hasil pencapaian dari tanggung jawab seorang mahasiswa dalam menjalankan studinya yang tentunya juga perlu diperhatikan.
Tak sedikit orang-orang menjadi korban dari crab mentality atau bahkan diri sendiri yang memiliki crab mentality? Lalu bagaimana cara menghindarinya? Berdasarkan arahan dari (Burton, 2023) yang perlu dilakukan adalah:
Fokus pada pengembangan diri. Tetapkan tujuan dan berjuang untuk mencapai tujuan tersebut tanpa peduli dengan pencapaian orang lain. Jika orang lain bisa sukses maka kamu juga bisa untuk sukses.
Saling merayakan kesuksesan satu sama lain. Jika salah satu relasi mendapat penghargaan, maka berilah dia ucapan selamat dan hargai pencapaian relasimu.
Bangun lingkungan yang positif. Jika lingkungan sekitarmu tidak sehat maka segeralah pergi, tempatkan dirimu di lingkungan yang berisi dengan orang-orang yang menginspirasi dan menghargai sehingga kamu bisa menjadi versi terbaik dari dirimu.
Maka dari itu, sebagai individu usahakan untuk dapat mengontrol diri dan fokuslah pada tujuan dan pengembangan diri sehingga dapat mencapai versi terbaiknya masing-masing tanpa perlu menampilkan sikap permusuhan kepada pencapaian orang lain. Tinggalkan lingkungan yang buruk dan mulailah untuk membangun lingkungan yang positif dengan orang yang juga positif.
Referensi
Burton, O. (2023, April). Crab in a Bucket Mentality & How to Avoid It. Video. https://youtu.be/hJMTY0hrxqg?si=kJe7OsdAvyBm-I4T
Tagle J. P. (2021). Crab mentality – where does it come from. Inquirer Net. https://usa.inquirer.net/61656/crab-mentality-where-does-it-come-from
