Konten dari Pengguna

Cashless dan Pengeluaran Kecil: Mengapa Uang Bisa Habis Tanpa Terasa?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rasiti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gemini image
zoom-in-whitePerbesar
Gemini image

Bayar Sedikit, tetapi Berkali-kali

Penggunaan QRIS, dompet digital, dan mobile banking sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Membeli kopi, makanan, camilan, hingga membayar parkir bisa dilakukan hanya dengan memindai kode atau menekan beberapa tombol.

Masalahnya, pembayaran yang cepat dan mudah terkadang membuat kita tidak terlalu memikirkan uang yang dikeluarkan. Transaksi Rp10.000 atau Rp15.000 mungkin terlihat kecil. Namun, jika dilakukan berkali-kali, jumlahnya bisa menjadi besar.

Misalnya, seseorang mengeluarkan Rp15.000 untuk minuman, Rp12.000 untuk camilan, dan Rp20.000 untuk ongkos tambahan dalam satu hari. Totalnya sudah Rp47.000, meskipun tidak ada pembelian yang terasa mahal.

Ketika Saldo Tidak Terasa Seperti Uang

Saat membayar menggunakan uang tunai, kita bisa melihat jumlah uang di dompet berkurang. Sementara itu, pembayaran digital hanya menampilkan notifikasi transaksi dan sisa saldo.

Hal ini dapat membuat pengeluaran terasa lebih ringan. Kita mungkin berpikir, “Cuma sepuluh ribu,” lalu melakukan transaksi berikutnya tanpa menghitung jumlah keseluruhan.

Fenomena ini juga pernah dibahas dalam artikel Kumparan berjudul “Cashless Bikin Kita Makin Boros?”. Artikel tersebut membahas bagaimana pembayaran melalui ponsel dapat membuat keputusan membeli dilakukan secara lebih spontan. Pembahasan itu menunjukkan bahwa kemudahan cashless tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga dengan kebiasaan seseorang saat berbelanja.

Promo Membuat Pengeluaran Terlihat Lebih Menguntungkan

Selain transaksi kecil, promo dan cashback juga bisa membuat seseorang lebih sering berbelanja. Diskon memang dapat menghemat uang jika barang yang dibeli memang dibutuhkan. Namun, jika seseorang membeli hanya karena ada promo, pengeluaran tetap bertambah.

Contohnya, membeli minuman karena mendapat potongan harga Rp5.000. Meskipun terlihat hemat, uang tetap keluar. Jika hal tersebut dilakukan setiap hari, jumlah pengeluarannya bisa cukup besar.

Cara Menghindari Pengeluaran yang Tidak Terasa

Agar cashless tidak membuat boros, kita bisa mulai dengan menetapkan batas pengeluaran harian. Riwayat transaksi juga perlu diperiksa secara rutin, bukan hanya melihat saldo akhir.

Selain itu, sebelum membayar, coba tanyakan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya menarik karena promo. Kita juga bisa mencatat pengeluaran kecil, karena justru pengeluaran seperti inilah yang sering terlupakan.

Cashless bukanlah penyebab utama seseorang menjadi boros. Namun, kemudahan pembayaran dapat membuat pengeluaran lebih sulit terasa, terutama jika dilakukan berkali-kali dalam jumlah kecil.

Karena itu, yang perlu diubah bukan cara pembayarannya, melainkan kebiasaan dalam mengatur uang. Dengan memeriksa transaksi dan lebih sadar sebelum membeli, cashless tetap bisa digunakan secara praktis tanpa membuat saldo cepat habis.