Konten dari Pengguna

Iklan Dibuat dengan AI, Menarik Perhatian atau Malah Bikin Konsumen Tak Percaya?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rasiti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

AI Modified - Gemini image
zoom-in-whitePerbesar
AI Modified - Gemini image

Sekarang membuat iklan sudah tidak sesulit dulu. Kalau sebelumnya orang yang ingin membuat iklan harus menyiapkan kamera, tempat, model, dan kemampuan editing, sekarang beberapa hal tersebut bisa

dibantu dengan Artificial Intelligence (AI). Kita bisa membuat gambar, video, tulisan, bahkan konsep iklan hanya dengan memberikan perintah kepada AI. Beberapa aplikasi seperti Canva dan Adobe Express juga sudah memiliki fitur AI yang bisa digunakan untuk membantu membuat konten.

Menurut saya, hal ini cukup membantu, terutama bagi pelaku usaha yang baru memulai bisnis dan belum punya banyak biaya untuk membuat iklan. Dengan AI, mereka bisa mencoba membuat iklan sendiri tanpa harus selalu menggunakan jasa orang lain.

Penggunaan AI sendiri juga sudah semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam Indonesia AI Report 2025 yang dirilis Kumparan bersama Populix, sebanyak 96 persen responden Gen Z dan Milenial menyadari bahwa layanan yang mereka gunakan sehari-hari sudah menggunakan AI. Jadi, tidak heran kalau sekarang AI juga mulai banyak digunakan untuk membuat konten dan iklan.

Iklan AI Memang Menarik, tetapi...

Kalau dilihat dari hasilnya, iklan yang dibuat dengan AI memang bisa terlihat menarik. Misalnya, makanan bisa dibuat terlihat lebih menggugah selera, tempat bisa dibuat lebih bagus, dan suasana iklan bisa disesuaikan dengan konsep yang diinginkan. Di media sosial yang isinya sangat banyak, iklan dengan tampilan seperti ini tentu lebih mudah membuat orang berhenti scrolling.

Tetapi, dari beberapa komentar di TikTok yang saya baca, ternyata tidak semua orang menyukai iklan makanan yang menggunakan AI. Ada yang menganggap makanannya terlalu sempurna dan tidak terlihat seperti makanan asli. Bahkan, ada yang bercerita bahwa setelah datang langsung ke tempat makan tersebut, makanan yang mereka terima ternyata tidak sama dengan yang mereka lihat di iklan. Kalau sudah seperti ini, menurut saya wajar jika konsumen merasa kecewa karena apa yang mereka harapkan dari iklan ternyata berbeda dengan kenyataannya.

Hal seperti ini juga pernah terjadi pada iklan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggunakan AI. Kumparan memberitakan bahwa iklan tersebut menjadi perbincangan karena warganet menemukan beberapa kejanggalan pada visualnya, seperti bentuk jari dan ukuran rantang yang terlihat tidak konsisten. Dari sini bisa dilihat bahwa penggunaan AI memang bisa menarik perhatian, tetapi kalau hasilnya terlalu tidak masuk akal, justru bisa menjadi bahan kritik.

Menurut Saya, Tergantung Jenis Iklannya

Menurut saya, kita tidak bisa mengatakan semua iklan yang menggunakan AI itu buruk. Semuanya tergantung iklan tersebut digunakan untuk apa. Kalau iklannya untuk menjual makanan atau produk, sebaiknya AI jangan digunakan sampai membuat produk terlihat jauh lebih bagus dari aslinya. Konsumen tentu ingin mendapatkan barang sesuai dengan apa yang mereka lihat di iklan.

Tetapi kalau untuk iklan edukasi, menurut saya penggunaan AI justru bisa menarik. Misalnya untuk menjelaskan tentang kesehatan, lingkungan, teknologi, atau pendidikan. Hal yang sulit ditampilkan secara langsung bisa dibuat menjadi visual dengan bantuan AI sehingga orang lebih mudah memahami informasi yang disampaikan.

Jadi, menurut saya yang menjadi masalah bukan AI-nya, tetapi cara menggunakannya. Pembuat iklan tetap perlu jujur dan tidak membuat konsumen memiliki ekspektasi yang terlalu jauh dari kenyataan.

Sebagai konsumen, kita juga harus lebih teliti. Kalau melihat iklan yang menarik, jangan langsung percaya atau membeli. Kita bisa mencari foto asli produk, membaca ulasan, melihat komentar pembeli, dan membandingkannya dengan informasi dari sumber lain.

Pada akhirnya, AI memang bisa membuat iklan menjadi lebih mudah dan menarik. Namun, iklan yang bagus bukan hanya iklan yang membuat orang berhenti melihat, tetapi juga iklan yang membuat orang percaya. AI bisa menjadi alat yang sangat membantu selama digunakan untuk membuat iklan lebih kreatif tanpa membuat kenyataan menjadi berbeda.