Konten dari Pengguna

Menjadi Perempuan di Era Media Sosial: Haruskah Kita Punya Jalan yang Sama?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rasiti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ChatGpt image
zoom-in-whitePerbesar
ChatGpt image

Aku suka melihat konten perempuan di media sosial. Ada yang membagikan perjalanan membangun bisnis, ada yang menunjukkan pekerjaannya, ada yang membuat konten tentang fashion dan makeup, sampai ada yang membagikan kesehariannya sebagai mahasiswa. Menurutku, hal yang menarik dari media sosial adalah kita bisa melihat banyak pilihan kehidupan yang sebelumnya mungkin tidak pernah terpikirkan.

Dari situ, aku jadi berpikir bahwa menjadi perempuan sekarang sebenarnya punya banyak kesempatan. Kita bisa belajar dari perempuan lain, menemukan hobi baru, mencoba pekerjaan yang berbeda, bahkan mendapatkan inspirasi untuk memulai sesuatu sendiri.

Aku sendiri sering menemukan hal-hal baru dari media sosial. Misalnya, melihat seseorang membuat konten bisa membuatku tertarik untuk belajar membuat konten juga. Melihat perempuan menjalankan bisnis dari rumah bisa memberikan ide bahwa mencari penghasilan tidak selalu harus melalui pekerjaan kantoran. Dari media sosial, aku bisa melihat bahwa pilihan untuk berkembang ternyata cukup luas.

Hal menarik lainnya adalah soal penampilan. Sekarang perempuan punya banyak cara untuk mengekspresikan dirinya. Ada yang suka makeup, ada yang lebih nyaman dengan tampilan sederhana, ada yang suka mengikuti tren fashion, dan ada juga yang punya gaya sendiri. Menurutku, semuanya bisa menjadi bentuk kreativitas.

Begitu juga dengan produktivitas. Aku mulai melihat bahwa menjadi produktif tidak harus memiliki bentuk yang sama untuk setiap orang. Ada perempuan yang produktif dengan bekerja, ada yang menjalankan bisnis, belajar, membuat karya, mengurus keluarga, atau mengembangkan hobinya.

Bahkan sebuah penelitian terhadap 507 pengguna TikTok Gen Z di Indonesia menunjukkan adanya hubungan antara cara seseorang melihat penampilan orang lain, gambaran tubuh ideal, dan kepuasan terhadap citra tubuh. Menurutku, hal ini justru bisa menjadi pengingat untuk lebih mengenal diri sendiri dan memilih hal-hal yang memang sesuai dengan kebutuhan kita.

Aku tidak ingin menjadi perempuan yang mengikuti semua hal hanya karena sedang populer. Aku lebih ingin mengambil hal-hal baik yang aku temukan di media sosial dan menyesuaikannya dengan diriku sendiri.

Menurutku, tidak ada satu bentuk perempuan yang ideal. Kita bisa punya tujuan yang berbeda, gaya hidup yang berbeda, dan definisi sukses yang berbeda pula.

Aku boleh ingin punya karier, tetapi juga boleh menikmati waktu bersama keluarga. Aku boleh ingin membangun bisnis, tetapi juga boleh memiliki hobi hanya untuk kesenangan. Aku boleh suka makeup, tetapi juga boleh tampil sederhana.

Justru menurutku, hal yang menyenangkan dari menjadi perempuan di zaman sekarang adalah kita punya banyak pilihan.

Media sosial bisa menjadi tempat untuk menemukan inspirasi, belajar, dan melihat berbagai kemungkinan. Tinggal bagaimana aku memilih mana yang cocok untukku dan mana yang tidak.

Karena pada akhirnya, aku tidak harus memiliki kehidupan yang sama dengan perempuan lain. Aku hanya perlu terus berkembang dengan caraku sendiri.