Konten dari Pengguna
Indonesia dan Peluang Nikel di Tengah Transisi Energi Bersih Dunia
23 November 2025 15:37 WIB
·
waktu baca 4 menitTulisan dari Rasyad Pratama Nafidiin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Perubahan iklim kini telah menjadi salah satu tantangan global paling mendesak, yang ditandai dengan meningkatnya suhu rata-rata bumi, intensitas bencana alam yang semakin sering terjadi, serta kebutuhan mendesak akan transisi menuju energi bersih. Kompleksitas krisis ini menuntut adanya kerja sama internasional yang terstruktur, sehingga terbentuklah Conference of the Parties (COP) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai forum utama bagi negara untuk merumuskan komitmen dan strategi penanganan isu iklim. COP30 yang diselenggarakan pada 10–21 November 2025 di Belém, Brasil, menjadi momentum penting untuk memperjelas arah pendanaan iklim, memperkuat agenda adaptasi, serta memastikan transisi energi yang adil bagi negara berkembang.
ADVERTISEMENT
Bagi Indonesia, forum ini memiliki keuntungan strategis karena Indonesia menjadi salah satu pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. Nikel adalah mineral dan merupakan salah satu bahan baku dalam pembuatan baterai kendaraan listrik dan pengembangan teknologi energi terbarukan, menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam memainkan instrumen diplomasi. Dengan mengedepankan diplomasi nikel, Indonesia berupaya memperkuat peranannya dalam rantai pasok global energi bersih sekaligus menegaskan kontribusinya terhadap pencapaian target mitigasi perubahan iklim. Hal ini membuka momentum bagi Indonesia untuk memanfaatkan COP30 sebagai instrumen diplomasi sumber daya, sekaligus memperkuat citra dan posisi negara sebagai aktor penting dalam transisi energi bersih global.
Menurut laporan USGS tahun 2024, Indonesia tercatat sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, yakni sekitar 55 juta ton atau setara dengan 42,31% dari total cadangan global yang melebihi 130 juta ton. Kondisi tersebut menempatkan Indonesia pada posisi strategis sebagai aktor utama dalam proses transisi dari ketergantungan energi fosil menuju energi bersih. Dengan kepemilikan cadangan nikel yang signifikan serta kebijakan hilirisasi yang sedang dijalankan, muncul pertanyaan mengenai bagaimana sumber daya strategis ini dapat dioptimalkan dalam konteks diplomasi internasional.
ADVERTISEMENT
Upaya konkrit yang diambil Indonesia dalam memaksimalkan nikel diwujudkan melalui penerapan kebijakan hilirisasi serta pembangunan industri baterai guna mendukung perekonomian domestik. Strategi diplomasi nikel tersebut tidak terbatas pada kepentingan domestik semata. Implementasi hilirisasi, khususnya pelarangan ekspor bijih nikel mentah, menegaskan kedaulatan Indonesia atas sumber daya alam. Langkah ini diarahkan untuk menarik arus investasi dari mitra strategis seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Eropa. Selain itu, cadangan nikel Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai instrumen tawar dalam berbagai forum multilateral, tidak terbatas pada COP30, G20, maupun ASEAN. Dengan kedudukan sebagai aktor utama dalam transisi menuju energi bersih, Indonesia memiliki peluang untuk menegaskan tuntutan berupa dukungan finansial, alih teknologi, serta akses pasar dari negara-negara maju sebagai bentuk kompensasi atas kontribusinya terhadap upaya global dalam mewujudkan energi bersih.
ADVERTISEMENT
Di balik potensi besar yang dimiliki, terdapat berbagai tantangan domestik maupun internasional dalam implementasinya. Salah satu aspek yang patut mendapat perhatian adalah isu lingkungan. Aktivitas pertambangan dan proses pengolahan nikel menghasilkan limbah yang berpotensi merusak ekosistem. Contohnya kasus di Raja Ampat, Papua Barat, yang sempat menjadi sorotan publik, memperlihatkan dilema yang dihadapi pemerintah. Tekanan dari masyarakat dan organisasi lingkungan yang menuntut perlindungan ekosistem menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan demi menjamin keberlanjutan. Indonesia juga harus memperkuat legitimasi ini dengan memastikan bahwa eksploitasi nikel dilakukan sesuai standar ESG (Environmental, Social, Governance), sehingga tidak dianggap sebagai “green paradox” (energi bersih yang merusak lingkungan).
Hal ini menunjukan bahwa diplomasi nikel berada pada persimpangan antara dilema lingkungan yang menuntut keberlanjutan dan perkembangan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat. Sudah saatnya masyarakat menyadari bahwa perubahan tidak dapat dihentikan, namun perubahan dapat dikendalikan. Sebab yang sesungguhnya kita pertaruhkan bukan hanya kilau nikel, melainkan hak generasi mendatang untuk hidup di bumi yang layak.
ADVERTISEMENT
Referensi
Adi, Agus Cahyono. “Pemilik Cadangan Nikel Dan Bauksit Terbesar Di Dunia, Ini Yang Dilakukan Indonesia.” ESDM, 2020, Diakses pada 23 November 2025 dari www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/pemilik-cadangan-nikel-dan-bauksit-terbesar-di-dunia-ini-yang-dilakukan-indonesia.
Kementerian Lingkungan Hidup. “COP30 Di Belem: Brasil Serukan “COP of Truth”, Indonesia Tegaskan Aksi Nyata Dan Kepemimpinan Iklim | Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.” COP30 Di Belem: Brasil Serukan “COP of Truth”, Indonesia Tegaskan Aksi Nyata Dan Kepemimpinan Iklim | Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, 2025, Diakses pada 23 November 2025 dari kemenlh.go.id/news/detail/cop30-di-belem-brasil-serukan-cop-of-truth-indonesia-tegaskan-aksi-nyata-dan-kepemimpinan-iklim.
Pelatihan Pertambangan. “Hilirisasi Nikel Indonesia: Peluang Ekonomi versus Tantangan Energi Dan Lingkungan.” EduBlast Teknologi Indonesia, Edublast, 13 June 2025, Diakses pada 23 November 2025 dari edublast.id/blog/detail/100/hilirisasi-nikel-indonesia-peluang-ekonomi-versus-tantangan-energi-dan-lingkungan.
ADVERTISEMENT
USGS. “USGS.gov | Science for a Changing World.” Diakses pada 23 November 2025 dari Usgs.gov, USGS, 2019, www.usgs.gov/.
Xinhua. “COP30 Masuki Pekan Perundingan Iklim Yang Krusial Di Brasil.” Antara News, ANTARA, 18 Nov. 2025, Diakses pada 23 November 2025 dari www.antaranews.com/berita/5250185/cop30-masuki-pekan-perundingan-iklim-yang-krusial-di-brasil.

