Konten dari Pengguna

Bahasa Indonesia sebagai Identitas Bangsa, Bagaimana Peran Mahasiswa?

Ratih Saroya

Ratih Saroya

Mahasiswa Universitas Jember

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ratih Saroya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Pixels
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Pixels

Bahasa adalah identitas bangsa. Karena bahasa muncul dari kebudayaan dan adat istiadat setempat kemudian dituangkan menjadi alat komunikasi verbal yang biasa kita sebut bahasa. Artinya, ketika seseorang menggunakan sebuah bahasa dengan baik dan benar, maka secara tidak langsung kita akan mengenali dari mana dia berasal. Meskipun belum tentu orang tersebut benar-benar berasal dari daerah itu.

Karena kemajuan teknologi dan informasi, mempelajari bahasa asing merupakan hal yang lumrah dan sangat mudah untuk dilakukan. Bahkan, saat ini kita bisa berkomunikasi dengan orang asing yang berasal dari negara lain dengan sangat mudah melalui platform media sosial.

Kemudahan mempelajari bahasa asing memiliki banyak manfaat. Selain dapat menambah relasi dan wawasan, mempelajari bahasa asing dapat menambah nilai guna seseorang. Orang yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menerima beasiswa di luar negeri jika dibandingkan dengan orang yang tidak bisa berbahasa Inggris. Oleh karena itu, mempelajari bahasa asing merupakan hal yang sangat penting.

Meskipun mempelajari bahasa asing memiliki banyak manfaat. Akan tetapi jika kita tidak bisa menyikapi hal tersebut dengan benar maka dapat menjadi ancaman bagi bahasa nasional kita yaitu Bahasa Indonesia.

Pada era saat ini, banyak generasi muda Indonesia yang berbondong-bondong untuk mempelajari bahasa asing dengan berbagai latar belakang. Ada yang beralasan pendidikan, pekerjaan, politik, dan tidak jarang mereka mempelajari bahasa asing hanya karena mengikuti tren saja.

Penggunaan Bahasa Indonesia saat ini sudah sangat jauh dari penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak jarang generasi muda banyak yang mencampur adukan Bahasa Indonesia dengan bahasa asing dan tidak menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Hal tersebut tentu sangat mempengaruhi eksistensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Pelencengan berbahasa ini juga akan mempengaruhi kualitas berbahasa generasi seterusnya. Oleh karena itu, untuk menyikapi pelencengan-pelencengan tersebut, dibutuhkan kontribusi generasi muda Indonesia untuk turut andil melestarikan Bahasa Indonesia yang baik dan benar guna menjaga eksistensi Bahasa Indonesia untuk generasi berikutnya. Lalu bagaimana peran mahasiswa dalam hal ini?

Peran mahasiswa untuk melestarikan eksistensi Bahasa Indonesia sangatlah banyak, di antaranya sebagai berikut.

  1. Menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ketika berkomunikasi dengan orang lain, baik di wilayah kampus maupun di luar kampus

  2. Menyuarakan pendapat baik secara langsung maupun melalui platform media sosial tentang pentingnya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar

  3. Mencontohkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada generasi-generasi berikutnya

  4. Membentuk komunitas cinta Bahasa Indonesia.

Selain itu, masih banyak peran pemuda dalam menjaga eksistensi Bahasa Indonesia. Bahkan pihak kampus juga dapat turut andil dalam hal ini. Misalnya dengan membuat kebijakan tentang kewajiban menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar ketika berada di wilayah kampus atau memunculkan program bahasa menjadi program KKN yang bertujuan untuk mengajarkan dan mensosialisasikan Bahasa Indonesia ke daerah pelosok desa.

Dengan adanya kontribusi dari mahasiswa sebagai generasi muda, diharapkan eksistensi Bahasa Indonesia dan kualitas berbahasa generasi berikutnya akan selalu terjaga. Mengingat bahwa peran bahasa adalah sebagai identitas bangsa.