• 5

USER STORY

Hidup Sehat Dimulai dengan Melupakan Target #PerutRata2017

Hidup Sehat Dimulai dengan Melupakan Target #PerutRata2017


Penimbunan Lemak

Penimbunan Lemak (Foto: Thinkstock)
Makin berumur, rasanya aku makin sering menyanyikan jingle iklan minyak ikan yang dulu sering kukonsumsi: “bajuku duluuu tak beginiii, tapi kini tak cukup lagiii…”
Transformasi badan menjadi lebih lebar seiring pertambahan umur, mungkin memang dianggap sesuatu yang biasa. “Ah, itu tandanya sudah makmur, sudah bahagia,” kadang-kadang begitu alasan yang muncul begitu obrolan tentang perubahan bentuk tubuh ini dimulai.
Tapi belakangan ini aku makin merasa bahwa lemak yang mulai merajalela ini bukan soal estetika semata, tapi semacam ‘peringatan dini’ soal kesehatan.
Hidupku makin lama memang makin tidak sehat. Mulai dari kurang gerak karena terbiasa duduk seharian di belakang meja, sampai aneka makanan enggak jelas yang masuk ke saluran cerna.
Jadi, awal tahun ini, dengan mantap kuniatkan bahwa resolusi tahun 2017-ku adalah hidup dengan lebih sehat. Supaya makin semangat, sekalian saja kupasang target muluk-muluk: #PerutRata2017. (Tagar ini semacam terinspirasi dari seseorang, tapi aku lupa siapa, hahaa).
Dan tentu saja target ini tak berhasil tercapai, saudara sekalian. Alasannya mungkin antara target yang ketinggian dan usaha yang enggak seimbang. Yang paling utama, jelas soal olahraga yang minus banget. Urusan kantor membuatku paling mentok hanya bisa berenang seminggu sekali. Itu pun kadang masih bolong.
Awalnya aku hampir menyerah, sampai enggak sengaja menemukan video seorang blogger. Dia bilang enggak usah terlalu memusingkan target soal berat badan atau lingkar pinggang. Yang paling penting adalah kita mulai rutin berolahraga. Walau hasilnya enggak langsung terlihat, tapi dia bilang kerja keras yang dilakukan rutin itu enggak akan pernah bohong.
Merasa mendapat pencerahan, aku akhirnya mengubah target. Tagar #PerutRata2017 kubuang jauh-jauh. Kuganti dengan yang lebih realistis dan lebih mudah dicapai. Yaitu setiap hari menyelesaikan satu set latihan video olahraga berdurasi sekitar 3-4 menit yang banyak dibagikan di YouTube (contohnya yang di bawah ini), dan juga planking selama mungkin.
Ternyata efeknya jauh beda dari sebelumnya. Tiap hari aku ngerasa puas karena, Alhamdulillah, target hampir selalu tercapai.
Lalu bagaimana dengan hasilnya? Lingkar perut memang rasanya agak membandel ya, masih fluktuatif tergantung kondisi dan situasi. Tapi aku mulai merasa banyak yang berubah, terutama soal kekuatan fisik.
Yang paling terlihat adalah perubahan dalam catatan rekor planking-ku. Awalnya, 30 detik planking itu rasanya kayak mau mati.
Tapi diiringi hentakan lagu dedek-dedek idola K-Pop yang energik, catatan planking-ku makin oke, tuh. Awal Juli lalu, waktu aku baru mulai program ini, aku cuma tahan planking selama 1 menit 20 detik. Walau ada fluktuasi di sepanjang 30 hari, di akhir bulan Juli catatan waktuku sudah mulai stabil di angka dua menit lebih beberapa belas detik. Dan sekarang, aku hampir selalu bisa planking selama hampir tiga menit.
Tapi di luar semua catatan ini, yang paling menyenangkan adalah sekarang aku berangkat ke kantor dengan kondisi badan yang lebih enak dan enteng. Ujung-ujungnya, mood waktu kerja juga lebih baik dari biasanya.
Berawal dari sini, akhirnya aku mulai mengubah mindset. Untuk melakukan kebaikan kepada diri sendiri dengan mulai hidup sehat, sekarang aku memasang target kecil yang mudah dipenuhi. Misalnya bawa botol minum 1 liter ke kantor, dan minimal harus sudah diisi ulang satu kali sebelum pulang. Juga makan buah dua porsi sehari.
Harapannya sih setelah terbiasa, hal ini bukan jadi target harianku lagi, tapi jadi kebiasaan. Lalu aku akan memasang target yang lebih besar lagi. Rinse and repeat.
Nah, siapa tahu, tiba-tiba aku akhirnya bertemu dengan tagar #HaloPerutRata :D

baikitumudahPersonal

500

Baca Lainnya