Konten dari Pengguna

Green Sukuk: Langkah Cerdas Gen-Z Menjaga Bumi

Ratna Tyara Putri

Ratna Tyara Putri

Mahasiswa di Politeknik Keuangan Negara STAN

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ratna Tyara Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar Ilustrasi (Sumber: Penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Ilustrasi (Sumber: Penulis)

Kenalan dengan Green Sukuk: Investasi Hijau untuk Masa Depan

Pernah mendengar tentang green sukuk? Instrumen keuangan berbasis syariah ini diterbitkan pemerintah, khusus untuk mendanai proyek-proyek ramah lingkungan yang mendukung mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sekaligus pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui instrumen ini, setiap investasi memberikan multiplier effect. Tidak hanya memberikan imbal hasil dari sisi keuangan, melainkan juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018, penerbitan green sukuk terus berkembang. Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan (2024), diketahui bahwa total kumulatif penerbitan green sukuk telah mencapai USD 9,59 miliar dari pasar global dan domestik, dengan rincian USD 6 miliar untuk green sukuk seri global, Rp30,68 triliun untuk green sukuk ritel, dan Rp22,22 triliun untuk green sukuk domestik. Pada tahun 2024, dana tersebut dialokasikan ke tujuh sektor, antara lain: pengelolaan air dan air limbah berkelanjutan, ketahanan terhadap perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana, transportasi berkelanjutan, green building, pengelolaan sumber daya alam daratan, efisiensi energi, dan energi terbarukan.

Posisi Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerbitkan green sukuk menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung pembiayaan iklim dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Instrumen ini tidak hanya menjadi sumber pendanaan inovatif untuk proyek hijau, tetapi juga sarana partisipasi publik, dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang mempertimbangkan aspek ramah lingkungan. Pertanyaannya, siapa yang paling potensial mendorong partisipasi ini? Jawabannya adalah generasi muda, khususnya Gen-Z.

Peran Gen-Z dalam Investasi Berkelanjutan

Gen-Z yang tumbuh di era digital dikenal sebagai generasi yang peka terhadap isu-isu global karena memiliki kepekaan sosial tinggi dan kemampuan berpikir luas. Penelitian yang diungkapkan oleh Universitas Stanford (2022) menunjukkan bahwa dua pertiga investor milenial dan Gen-Z sangat peduli pada isu lingkungan dan sosial. Selain itu, Gen-Z juga dikenal sebagai generasi yang melek akan keuangan. Data dari PT. KSEI mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2024, 55% investor pasar modal didominasi oleh Gen-Z yang berusia di bawah 30 tahun. Dirjen PPR Kemenkeu, Bapak Suminto, juga mengatakan bahwa jumlah investor Gen-Z terhadap total investor di tahun 2024 mencapai 11,67% dari total investor nasional.

Data yang disajikan menunjukkan bahwa Gen-Z berpotensi menjadi motor penggerak investasi berkelanjutan di Indonesia, termasuk melalui green sukuk. Setiap rupiah yang diinvestasikan dapat berkontribusi pencapaian agenda SDGs dalam tujuan pelestarian lingkungan, hemat energi, promosi penggunaan energi terbarukan, serta pengurangan emisi gas rumah kaca. Melalui investasi ini, Gen-Z turut berperan aktif dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat komitmen Indonesia untuk mencapai target penurunan emisi sebesar 43,2% pada tahun 2030.

Langkah Cerdas Memulai Investasi Green Sukuk

Bagi Gen-Z, green sukuk menawarkan cara berinvestasi yang aman, terjangkau, dan sesuai dengan prinsip syariah. Instrumen ini dijamin oleh pemerintah, sehingga risiko gagal bayar sangat rendah. Imbal hasilnya pun kompetitif dengan pembayaran kupon tetap setiap bulan atau semester. Proses pembelian green sukuk juga menjadi praktis dan mudah lantaran dapat dilakukan secara online melalui portal e-SBN. Cukup dengan membuka rekening dana di bank atau sekuritas midis resmi, mengikuti masa penawaran yang telah ditentukan waktunya, kemudian memesan sesuai kemampuan keuangan pribadi. Dengan modal awal mulai dari Rp1 juta, Gen-Z sudah dapat berinvestasi. Setelah melakukan pembelian, Gen-Z dapat memantau perkembangan investasinya secara fleksibel melalui midis atau portal e-SBN.

Keunggulan green sukuk bagi Gen-Z adalah kemudahan akses, keterjangkauan modal, dan kepastian bahwa uang yang mereka investasikan digunakan untuk proyek ramah lingkungan. Melalui investasi di salah satu produk SBN ini, memberikan Gen-Z peluang untuk berinvestasi yang tidak hanya menguntungkan pribadi, tetapi juga membawa manfaat bagi pembangunan Indonesia dan keberlanjutan bumi.

Pada akhirnya, green sukuk bukan sekadar instrumen investasi, melainkan juga sarana bagi Gen-Z untuk mengambil peran strategis dalam menjaga bumi. Setiap rupiah yang diinvestasikan berarti kontribusi nyata pada pengurangan emisi, efisiensi energi, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, green sukuk memberikan efek ganda bagi Gen-Z, yaitu memperoleh keuntungan finansial sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Daftar Pustaka

Kementerian Keuangan. (2024). 2024 Green Sukuk Allocation and Impact Report.