Bagaimana Peran Indonesia terhadap Isu Global dan Regional Lewat ASEAN?

Mahasiswa (Universitas Islam Indonesia), jurusan Hubungan Internasional 2020
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mohammad Alrave Wijdan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dengan adanya Peristiwa G20, apakah negara Indonesia masih disebut pasif dalam organisasi ASEAN? Kontribusi apa yang Indonesia lakukan untuk kondisi regional di ASEAN?

Yogyakarta - (ASEAN) Peristiwa baru - baru ini yang terdengar pada kawasan internasional, adalah pertemuan bilateral pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Italia 2021. Indonesia adalah salah satu negara yang ikut serta dalam proses penyelesaian krisis ekonomi global dan krisis kesehatan. Lalu, keterkaitan apa terhadap organisasi ASEAN? Apakah Indonesia pasif dalam menyelesaikan sebuah permasalahan dunia?
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki pemerintahan yang cepat, tanggap, dan sigap melihat berbagai permasalahan isu di dunia. Melihat isu yang sedang hangat yaitu tentang krisis kesehatan dunia COVID-19, pertemuan Leaders of Country merupakan peran penting untuk Indonesia membalikkan jati dirinya supaya tidak dipandang pasif dalam menangani kasus.
Maka dari itu, Indonesia memiliki sebuah keuntungan untuk menunjukkan posisi peran utama dalam kasus permasalahan yang ada di dunia. Hasil dari sebuah pertemuan G20 para petinggi Presiden Indonesia dengan Presiden Prancis menyatakan bahwa pada bulan Januari tahun depan kekuatan Presidensial Uni Eropa akan digunakan untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dengan ASEAN serta melakukan berbagai koordinasi dengan Indonesia terkait dengan kapasitas sebagai ketua G20.
Dinamika yang memiliki dampak pada krisis di dunia yang sedang hangat ini, menjadikan salah satu keuntungan bagi Indonesia dalam memperoleh sebuah pengakuan dari ASEAN, keikutsertaan Indonesia menyelesaikan krisis global, dan mewujudkan perdamaian antara negara yang lainnya.
Sebagai tambahan informasi, peristiwa G20 merupakan sebuah kelompok 20 perekonomian terbesar di dunia, terdiri atas 19 negara ditambah dengan Uni Eropa.
Indonesia tergabung di dalam anggota ASEAN sudah sejak tahun 1967 dan memiliki peranan khusus untuk turut andil dalam proses kinerja serta dapat meningkatkan sumber pemasukan di dalam organisasi terkait. Melihat kesempatan besar dalam proses KTT G20, Indonesia tidak lupa dengan melihat kondisi regional nya yaitu berada pada kawasan Asia Tenggara.
Kontribusi Indonesia dalam mengikuti G20 untuk wilayah regional Asia Tenggara adalah memprioritaskan ESDM dan juga meningkatkan kualitas kuantitas energi yang ada. Dalam menanggapi hal ini, ASEAN sangat mengapresiasi karena mampu membangun swadaya yang mencakup stabilitas wilayah.
Oleh karena itu, kondisi politik regional Indonesia wajib diakui. Segala prioritas Indonesia dalam sebuah perundingan menyelaraskan dengan kondisi regional pada negara yang mengikuti organisasi ASEAN. Regional pada kawasan Asia Tenggara membuat suatu pandangan fokus utama dalam bekerja sama, yaitu tentang menegakkan frekuensi aturan tentang perlindungan HAM, ekonomi politik, promosi perdagangan, penyelesaian konflik negara, dan mengikuti kerja sama teknis dalam bidang kemiliteran dunia. Melihat berbagai fokus serta pandangan tersebut, Indonesia harus mampu dalam menyetarakan dan mengaplikasikan berbagai aspek tersebut di negara tersendiri.
