Mengatur Pengeluaran Bukan Berarti Harus Pelit

Mahasiswi Universitas Pamulang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Rayda Iskandar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah nggak, kepikiran mau mulai mengatur keuangan, tapi baru mikir soal itu aja udah males duluan? Bayangan yang muncul biasanya nggak jauh-jauh dari harus nahan diri terus-menerus, nggak boleh jajan, nggak boleh beli apa-apa yang disuka, pokoknya hidup jadi serba dibatasi.
Wajar sih kalau muncul pikiran kayak gitu. Banyak orang menganggap mengatur keuangan itu sama dengan bersikap pelit ke diri sendiri. Padahal kalau dipikir lebih jauh, dua hal ini sebenarnya beda banget.
Bukan soal Menahan Diri, Tapi soal Tahu Prioritas
Mengatur pengeluaran itu intinya bukan soal melarang diri sendiri buat beli sesuatu, tapi lebih ke arah tahu mana yang perlu didahulukan dan mana yang bisa ditunda. Semua orang tetap boleh beli barang yang disukai atau menikmati hiburan, asal sudah tahu batas dan kondisi keuangannya sendiri.
Bedanya, kalau pelit itu biasanya menahan pengeluaran secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang sebenarnya wajar. Sementara mengatur pengeluaran lebih ke arah memilih dengan sadar, uang yang ada mau dipakai buat apa saja supaya tetap seimbang antara kebutuhan, keinginan, dan tabungan.
Jadi orang yang mengatur keuangan dengan baik tetap bisa makan enak, jalan-jalan, atau beli barang kesukaan. Yang beda adalah cara mereka memutuskan kapan waktu yang tepat buat melakukan itu semua.
Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
Salah satu langkah paling dasar dalam mengatur pengeluaran adalah belajar membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Kedengarannya sederhana, tapi kadang batasnya suka bikin bingung sendiri.
Kebutuhan biasanya hal-hal yang memang harus dipenuhi supaya hidup bisa berjalan normal, seperti makan sehari-hari, tempat tinggal, atau kebutuhan transportasi ke tempat kerja atau kampus. Sementara keinginan lebih ke arah hal-hal yang menyenangkan tapi sebenarnya masih bisa ditunda, misalnya beli baju baru padahal yang lama masih layak pakai, atau nongkrong di kafe yang harganya di atas rata-rata.
Bukan berarti keinginan itu nggak boleh dipenuhi sama sekali. Cuma perlu disadari dulu, mana yang memang harus dipenuhi sekarang dan mana yang masih bisa ditunda sampai kondisi keuangan lebih longgar.
Boleh Kok Tetap Jajan dan Nikmatin Hiburan
Ini bagian yang menurutku penting buat digarisbawahi. Mengatur pengeluaran bukan berarti harus berhenti total dari hal-hal yang menyenangkan. Tetap boleh makan di luar sesekali, beli barang yang disukai, atau nonton film di bioskop, asal semuanya sudah disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
Yang penting bukan berhenti sama sekali, tapi tahu porsi yang wajar. Misalnya, kalau memang suka jajan kopi setiap hari, nggak masalah selama sudah dihitung dan memang ada alokasi buat itu. Yang jadi masalah biasanya kalau pengeluaran semacam ini dilakukan tanpa disadari, sampai akhirnya di akhir bulan baru kaget kenapa uang cepat habis.
Jadi intinya bukan soal menghilangkan semua kesenangan, tapi soal menikmatinya dengan cara yang lebih sadar dan sesuai kemampuan.
Membuat Batas, Bukan Membuat Larangan
Salah satu cara sederhana buat mulai mengatur pengeluaran adalah dengan membuat batas, bukan larangan. Bedanya, larangan itu kesannya kaku dan sering bikin orang malah gampang menyerah karena merasa terlalu dikekang.
Sementara batas lebih fleksibel. Misalnya, menentukan berapa jumlah uang yang bisa dipakai buat hiburan atau jajan dalam sebulan, tapi tetap bebas mau dipakai buat apa aja dalam batas itu. Kalau bulan ini lebih pengin nonton, ya nggak masalah kurangi jajan kopi. Kalau bulan depan lebih pengin jajan, ya boleh kurangi jatah nonton.
Cara ini biasanya lebih gampang dijalani dalam jangka panjang, karena nggak bikin orang merasa serba dilarang, tapi tetap punya kendali atas uangnya sendiri.
Menggunakan Uang dengan Lebih Sadar
Pada akhirnya, mengatur pengeluaran itu bukan soal seberapa ketat seseorang menahan diri, tapi soal seberapa sadar dia terhadap ke mana saja uangnya pergi. Orang yang terbiasa mengatur keuangan biasanya bukan orang yang paling irit, tapi orang yang paling tahu alasan di balik setiap pengeluarannya.
Kesadaran ini yang bikin seseorang bisa tetap menikmati hidup tanpa harus khawatir berlebihan soal keuangan di kemudian hari. Bukan berarti nggak pernah beli hal yang menyenangkan, tapi setiap pengeluaran dilakukan dengan pertimbangan, bukan sekadar ikut-ikutan atau dorongan sesaat.
Jadi kalau selama ini ngerasa takut mulai mengatur keuangan karena mikir hidupnya bakal jadi serba terbatas, mungkin perlu diluruskan dulu pandangannya. Mengatur pengeluaran bukan tentang menahan semua keinginan, tapi tentang membuat keputusan pengeluaran dengan lebih sadar, supaya uang yang dipakai benar-benar terasa manfaatnya, baik buat kebutuhan sekarang maupun buat diri sendiri di masa depan.
