Konten dari Pengguna

Salah Menempatkan Karyawan Bisa Menghambat Pekerjaan

Rayda Iskandar

Rayda Iskandar

Mahasiswi Universitas Pamulang

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rayda Iskandar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Dibuat menggunakan AI.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Dibuat menggunakan AI.

Karyawan yang bagus di satu pekerjaan belum tentu cocok ketika ditempatkan di posisi lain. Kadang perusahaan hanya melihat hasil kerja seseorang tanpa melihat apakah kemampuan tersebut memang sesuai dengan pekerjaan barunya.

Menurut saya, hal seperti ini cukup penting diperhatikan karena salah menempatkan karyawan bisa membuat pekerjaan justru jadi kurang maksimal. Karyawan yang sebenarnya mampu bisa saja kesulitan karena harus mengerjakan sesuatu yang tidak sesuai dengan pengalaman atau cara kerjanya.

Karyawan yang Tepat Belum Tentu Tepat di Semua Posisi

Setiap pekerjaan punya kebutuhan yang berbeda. Ada posisi yang lebih banyak berhubungan dengan orang, ada juga yang membutuhkan ketelitian dan fokus dalam waktu lama.

Karena itu, kemampuan saja belum cukup untuk menentukan seseorang cocok di suatu posisi. Pengalaman dan karakter dalam bekerja juga perlu dipertimbangkan agar karyawan tidak hanya mampu mengerjakan tugas, tetapi juga bisa nyaman menjalankannya.

Misalnya, orang yang suka berkomunikasi mungkin lebih cocok mengerjakan pekerjaan yang banyak berhubungan dengan pelanggan. Sementara itu, orang yang lebih suka bekerja dengan tenang dan teliti bisa jadi lebih cocok menangani data atau pekerjaan administrasi.

Bukan berarti salah satu pekerjaan lebih baik dari yang lain. Hanya saja, setiap orang punya kemampuan yang berbeda dan perusahaan perlu melihat kecocokan tersebut ketika menempatkan karyawan.

Apa Dampaknya Jika Penempatan Tidak Sesuai?

Salah menempatkan karyawan bisa membuat pekerjaan yang sebelumnya berjalan lancar menjadi lebih lambat. Karyawan juga perlu beradaptasi lagi dengan tugas, cara kerja, dan tanggung jawab yang berbeda.

Hal ini bisa terjadi ketika seorang karyawan dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi hanya karena memiliki hasil kerja yang bagus. Misalnya, seorang salesman yang selalu mencapai target kemudian menjadi manajer penjualan.

Sebagai salesman, ia mungkin sudah sangat terbiasa mencari pelanggan dan mengejar target. Namun, sebagai manajer, ia juga harus mengatur tim, membuat laporan, membagi pekerjaan, dan mengambil keputusan.

Kalau kemampuan tersebut belum dimiliki, tentu perlu waktu untuk belajar. Jadi, menurut saya, prestasi di posisi sebelumnya memang penting, tetapi kesiapan untuk menjalankan posisi baru juga tidak kalah penting.

Penempatan Karyawan Juga Perlu Direncanakan

Kalau membahas perencanaan SDM, kita biasanya langsung berpikir tentang berapa banyak karyawan yang dibutuhkan. Padahal, menentukan siapa yang cocok untuk suatu posisi juga termasuk bagian yang perlu dipikirkan.

Perusahaan bisa melihat kemampuan, pengalaman, dan cara kerja karyawan sebelum memberikan tanggung jawab tertentu. Dengan begitu, karyawan tidak hanya ditempatkan berdasarkan siapa yang sedang tersedia atau siapa yang paling senior.

Kalau ada karyawan yang harus pindah ke posisi dengan tugas berbeda, pelatihan juga bisa diberikan terlebih dahulu. Hal sederhana seperti ini menurut saya bisa membantu karyawan lebih siap menjalankan pekerjaannya.

Menempatkan Orang yang Tepat di Tempat yang Tepat

Ketika pekerjaan mulai terasa berantakan, mencari karyawan baru memang bisa menjadi salah satu pilihan. Tapi sebelum itu, ada baiknya perusahaan melihat kembali tim yang sudah ada.

Bisa saja masalahnya bukan karena jumlah orang yang kurang, tetapi karena orang yang ada belum ditempatkan di posisi yang paling sesuai. Karyawan yang punya kemampuan baik juga akan lebih mudah berkembang kalau pekerjaannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Pada akhirnya, perencanaan SDM bukan hanya soal berapa orang yang harus direkrut. Menurut saya, perusahaan juga perlu memikirkan siapa yang cocok mengerjakan suatu pekerjaan agar kemampuan karyawan bisa digunakan dengan lebih maksimal.