Konten dari Pengguna

AI Mulai Menjadi “Otak” di Balik Perangkat Sehari-hari

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rayi Putra Pamungkas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

AI, robot humanoid, smart home, laptop, smartphone, dan wearable.Sumber: Dibuat dengan AI Image Generator ChatGPT (OpenAI).
zoom-in-whitePerbesar
AI, robot humanoid, smart home, laptop, smartphone, dan wearable.Sumber: Dibuat dengan AI Image Generator ChatGPT (OpenAI).

Perkembangan teknologi pada 2026 menunjukkan perubahan besar. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak lagi hanya digunakan melalui chatbot, tetapi mulai menjadi bagian inti dari berbagai perangkat yang digunakan manusia setiap hari. Dari komputer, perangkat rumah pintar, wearable, hingga robot, AI semakin banyak bekerja langsung di dalam perangkat.

AI Tidak Lagi Sekadar Chatbot

Salah satu perubahan paling menonjol adalah pergeseran AI dari aplikasi berbasis internet menuju AI yang berjalan langsung pada perangkat (on-device AI). Teknologi ini memungkinkan komputer, ponsel, dan perangkat wearable memproses sebagian tugas AI tanpa selalu bergantung pada pusat data di internet. Hal tersebut dapat membantu meningkatkan respons, privasi, dan efisiensi penggunaan perangkat.

Di IFA 2026, misalnya, AI terlihat menjadi bagian penting dalam berbagai kategori produk, termasuk PC, perangkat rumah pintar, robot, dan perangkat elektronik konsumen. IDC mencatat bahwa AI semakin menjadi dasar dalam merancang perangkat, bukan sekadar fitur tambahan.

Robot Pintar Semakin Dekat dengan Kehidupan Manusia

Teknologi robot juga berkembang semakin cepat. Robot kini tidak hanya digunakan di pabrik, tetapi mulai diarahkan untuk membantu aktivitas di rumah dan kehidupan sehari-hari.

Salah satu contohnya adalah robot pendamping rumah Doova yang diperkenalkan di IFA 2026. Robot tersebut dirancang untuk membantu orang yang hidup mandiri, termasuk dengan kemampuan mengenali kondisi darurat seperti ketika seseorang terjatuh.

Di Indonesia, perkembangan robot humanoid juga mulai terlihat secara langsung. AiMOGA, misalnya, telah diperkenalkan dan memiliki Experience Store di Jakarta, menunjukkan bahwa teknologi robot humanoid mulai memasuki pasar konsumen Indonesia.

Rumah Pintar Menjadi Lebih Cerdas

Tren berikutnya adalah smart home. Perangkat rumah tangga mulai dirancang agar dapat memahami kebiasaan penggunanya dan memberikan pengalaman yang lebih personal.

Apple juga dikabarkan akan memperluas bisnis rumah pintarnya melalui hub baru dengan layar sekitar enam inci yang dapat ditempatkan di meja atau dipasang di dinding. Perangkat tersebut dilaporkan akan memanfaatkan AI untuk mengenali anggota keluarga dan memberikan informasi yang dipersonalisasi.

Hal ini menunjukkan bahwa rumah pintar di masa depan bukan hanya sekumpulan perangkat yang dapat dikendalikan melalui ponsel. Perangkat tersebut berpotensi menjadi sistem yang mampu memahami konteks dan membantu pengguna secara lebih otomatis.

Wearable Tanpa Layar Mulai Bermunculan

Selain smartphone dan smartwatch, perangkat wearable juga mengalami perubahan. Garmin pada September 2026 memperkenalkan CIRQA Smart Band, wearable tanpa layar yang dirancang untuk memantau aktivitas, tidur, pemulihan, dan berbagai data kebugaran tanpa membuat pengguna terus melihat layar.

Tren ini memperlihatkan bahwa masa depan wearable tidak selalu berarti semakin banyak layar. Sebaliknya, beberapa perangkat justru dibuat lebih sederhana agar teknologi bekerja di latar belakang.

Tantangan: Privasi dan Keamanan Data

Semakin pintar sebuah perangkat, semakin besar pula jumlah data yang dapat dikumpulkan. Kamera, mikrofon, sensor gerak, dan AI memungkinkan perangkat memahami lingkungan di sekitarnya secara lebih mendalam.

Karena itu, privasi menjadi salah satu tantangan utama teknologi AI generasi baru. Pengembang perlu memikirkan sejak awal bagaimana data dikumpulkan, diproses, disimpan, dan dilindungi.

Kesimpulan

Tren teknologi 2026 menunjukkan bahwa AI sedang bergerak dari sekadar aplikasi menjadi bagian inti dari perangkat fisik. Komputer semakin pintar, robot semakin mampu berinteraksi dengan lingkungan, rumah semakin otomatis, dan wearable semakin mampu bekerja tanpa banyak interaksi pengguna.

Namun, kemajuan teknologi tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih sebuah perangkat. Keamanan, privasi, biaya, dan manfaat nyata bagi manusia juga menjadi faktor penting. Masa depan teknologi bukan sekadar tentang membuat mesin semakin pintar, tetapi tentang bagaimana kecerdasan tersebut dapat digunakan secara aman dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.