Kesalahan Posisi Bisa Lebih dari 10 Meter

Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rayi Putra Pamungkas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dampak akhirnya terlihat pada penentuan posisi. Berdasarkan penelitian tersebut, kesalahan posisi horizontal dapat melebihi 10 meter selama kondisi ionosfer terganggu. Namun, angka ini bukan berarti semua GPS akan otomatis meleset 10 meter ketika terjadi badai Matahari. Besarnya gangguan dapat berbeda-beda tergantung lokasi, kondisi ionosfer, kekuatan badai, serta karakteristik sistem penerima yang digunakan. Jadi, seseorang yang menggunakan GPS di satu wilayah belum tentu mengalami kesalahan yang sama dengan pengguna di wilayah lain.
Meski begitu, kesalahan lebih dari 10 meter tetap menunjukkan bahwa badai geomagnetik ekstrem dapat memberikan dampak nyata terhadap teknologi navigasi. Apalagi, ada sejumlah bidang yang tidak bisa begitu saja mengabaikan kesalahan hingga beberapa meter.

Kalau Cuma untuk Google Maps, Apa Masalahnya?
Untuk penggunaan sehari-hari, kesalahan beberapa meter mungkin tidak terlalu menjadi masalah. Jika titik lokasi di ponsel bergeser beberapa meter ketika seseorang sedang mencari restoran atau alamat rumah, pengguna masih bisa melihat lingkungan sekitar dan menemukan tujuannya.
Namun, situasinya berbeda jika GPS digunakan untuk pertanian presisi. Dalam pertanian modern, sistem navigasi dapat membantu kendaraan dan peralatan bergerak mengikuti jalur yang sudah ditentukan. Kesalahan posisi yang besar dapat membuat peralatan bekerja tidak sesuai dengan jalur yang seharusnya.
Masalah serupa juga dapat muncul pada kendaraan otonom. Kendaraan tanpa pengemudi tidak cukup hanya mengetahui bahwa dirinya berada di sebuah jalan. Sistem juga membutuhkan informasi posisi yang akurat untuk menentukan pergerakan kendaraan. Penelitian tersebut menyebut bahwa kesalahan posisi lebih dari 10 meter yang ditemukan selama badai November 2025 cukup besar untuk berpotensi mengganggu pertanian presisi dan transportasi otonom di wilayah yang terdampak.
Apakah GPS di Indonesia Juga Bisa Meleset 10 Meter?
Tidak bisa langsung disimpulkan seperti itu. Penelitian tersebut mengamati wilayah kontinental Amerika Serikat, sehingga angka lebih dari 10 meter tidak dapat langsung digunakan untuk mengatakan bahwa GPS di Indonesia akan mengalami kesalahan yang sama.
Lokasi sangat berpengaruh terhadap respons ionosfer ketika badai geomagnetik terjadi. Indonesia sendiri berada di wilayah dekat ekuator dan memiliki karakteristik ionosfer yang berbeda dengan wilayah lintang menengah di Amerika Serikat. Karena itu, dampak yang ditemukan dalam penelitian tersebut sebaiknya dipahami sebagai bukti bahwa badai geomagnetik ekstrem dapat mengganggu penentuan posisi di wilayah yang sebelumnya dianggap relatif lebih stabil, bukan sebagai angka pasti yang akan terjadi di seluruh dunia.
Jadi, Haruskah Kita Khawatir?
Tidak perlu langsung khawatir setiap kali Matahari sedang aktif. Badai Matahari tidak otomatis membuat GPS di ponsel berhenti bekerja atau bergeser 10 meter. Namun, penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa cuaca antariksa memang dapat memberikan dampak yang lebih serius terhadap teknologi navigasi daripada yang mungkin dibayangkan.
Selama ini, badai Matahari sering dibicarakan karena dapat menghasilkan aurora yang terlihat indah di langit. Padahal, di balik fenomena tersebut terdapat perubahan pada lingkungan magnetik dan ionosfer Bumi yang juga dapat memengaruhi teknologi. Hal ini menjadi semakin penting karena kehidupan modern semakin bergantung pada sistem satelit.
GPS digunakan bukan hanya untuk menunjukkan lokasi di ponsel, tetapi juga dalam transportasi, pertanian, pemetaan, komunikasi, dan berbagai sistem yang membutuhkan informasi posisi. Karena itu, memahami cuaca antariksa bukan lagi sekadar urusan para astronom. Ketika sebuah badai dari Matahari dapat membuat sistem penentuan posisi mengalami kesalahan lebih dari 10 meter, fenomena yang terjadi jutaan kilometer di luar sana ternyata bisa memiliki dampak yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.
