Konten dari Pengguna

Robot Humanoid Mulai Masuk Kehidupan Sehari-hari

Rayi Putra Pamungkas

Rayi Putra Pamungkas

Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pamulang

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rayi Putra Pamungkas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi robot humanoid yang dirancang untuk membantu berbagai aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI oleh ChatGPT.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi robot humanoid yang dirancang untuk membantu berbagai aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI oleh ChatGPT.

Robot selama ini sering digambarkan sebagai teknologi masa depan. Namun, perkembangan teknologi robotika menunjukkan bahwa masa depan tersebut perlahan mulai hadir dalam kehidupan sehari-hari. Robot tidak lagi hanya digunakan dalam lingkungan penelitian atau pabrik, tetapi mulai diperkenalkan untuk membantu berbagai aktivitas manusia.

Salah satu perkembangan yang menarik perhatian pada 2026 adalah semakin seriusnya perusahaan teknologi mengembangkan robot humanoid. Robot jenis ini memiliki bentuk yang menyerupai manusia, biasanya dilengkapi dua tangan dan dua kaki, sehingga dirancang untuk melakukan berbagai tugas di lingkungan yang sebelumnya dibuat untuk manusia.

Perkembangan tersebut terlihat dari langkah XPeng yang pada September 2026 meluncurkan lini produksi khusus robot humanoid. Perusahaan tersebut menargetkan robot buatannya mulai dijual dan dikirim ke pasar China maupun luar negeri pada 2027. Langkah menuju produksi massal ini menunjukkan bahwa robot humanoid mulai bergerak dari tahap penelitian dan pengembangan menuju penggunaan yang lebih luas.

Mengapa robot dibuat menyerupai manusia?

Salah satu alasan robot humanoid memiliki bentuk menyerupai manusia adalah karena sebagian besar lingkungan yang digunakan manusia sudah dirancang berdasarkan bentuk tubuh manusia.

Pintu, tangga, meja, kursi, rak, kendaraan, dan berbagai peralatan lainnya dibuat agar dapat digunakan oleh manusia. Dengan bentuk tubuh yang menyerupai manusia, robot secara teori dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut tanpa membutuhkan perubahan besar pada fasilitas yang sudah ada.

Misalnya, robot dengan dua tangan dapat dirancang untuk mengambil benda dari rak. Robot dengan dua kaki juga dapat bergerak di permukaan yang memiliki ukuran dan bentuk yang biasa digunakan manusia.

Konsep tersebut membuat robot humanoid berbeda dari robot industri konvensional yang biasanya dirancang untuk satu tugas tertentu. Robot di pabrik dapat memiliki bentuk khusus karena hanya bekerja pada lingkungan yang sudah dikendalikan.

Robot humanoid justru dikembangkan dengan tujuan agar dapat digunakan pada lebih banyak kondisi.

Dari pabrik menuju tempat umum

Robotika sebenarnya bukan teknologi baru dalam dunia industri. Robot telah digunakan selama bertahun-tahun untuk membantu proses produksi, terutama pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kecepatan, atau dilakukan secara berulang.

Perkembangan terbaru adalah upaya membawa robot keluar dari lingkungan pabrik.

Pada September 2026, AiMOGA Robotics membuka experience store pertamanya di Indonesia di Agora Mall, Jakarta Pusat. Tempat tersebut memungkinkan masyarakat dan pelaku industri melihat serta mencoba teknologi robotika secara langsung.

Kehadiran tempat seperti ini menunjukkan bahwa robot mulai diperkenalkan secara lebih dekat kepada masyarakat. Masyarakat tidak hanya melihat robot melalui video di internet, tetapi dapat menyaksikan kemampuan robot secara langsung.

Hal tersebut juga dapat membantu masyarakat memahami bahwa robotika bukan sekadar konsep dalam film fiksi ilmiah. Teknologi tersebut sedang dikembangkan untuk berbagai kebutuhan nyata.

Apa saja pekerjaan yang dapat dilakukan?

Kemampuan robot humanoid sangat bergantung pada desain, perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem yang digunakan. Karena itu, tidak semua robot humanoid memiliki kemampuan yang sama.

Beberapa robot dapat dirancang untuk membantu membawa barang, memindahkan benda, berinteraksi dengan manusia, atau menjalankan pekerjaan sederhana yang dilakukan berulang kali.

Di lingkungan bisnis, robot juga dapat digunakan sebagai bagian dari layanan pelanggan atau sebagai perangkat demonstrasi teknologi. Dalam beberapa kasus, robot dapat membantu pekerjaan yang membutuhkan interaksi sederhana dengan pengunjung.

AiMOGA sendiri telah memperluas pengembangan robot untuk berbagai kebutuhan. Perusahaan tersebut juga memperkenalkan robot untuk layanan tertentu, termasuk robot perawat dan robot keamanan di pasar Eropa.

Sementara itu, XPeng mengambil pendekatan lain dengan membangun lini produksi robot humanoid yang dirancang untuk produksi dalam skala lebih besar. Lini tersebut menggunakan prinsip pengendalian mutu yang diterapkan dalam industri otomotif.

Mengapa produksi massal menjadi penting?

Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan robot humanoid adalah biaya dan proses produksinya. Membuat satu robot untuk keperluan penelitian tentu berbeda dengan membuat ribuan robot yang akan digunakan oleh masyarakat.

Produksi massal membutuhkan komponen yang konsisten, sistem pengujian yang baik, rantai pasok yang stabil, serta kemampuan melakukan perawatan setelah robot digunakan.

Karena itu, pembangunan lini produksi khusus robot humanoid menjadi salah satu perkembangan penting dalam industri ini.

XPeng menyebut bahwa produksi massal robot humanoid selama ini menjadi tantangan karena industri tersebut masih banyak bergantung pada produksi dalam jumlah kecil dan proses perakitan yang relatif padat karya. Lini produksi baru mereka dirancang untuk mengatasi tantangan tersebut.

Jika produksi dapat dilakukan dalam jumlah lebih besar, biaya pengembangan dan produksi berpotensi menjadi lebih efisien. Hal tersebut dapat membuka peluang agar robot tidak hanya digunakan perusahaan besar, tetapi juga masuk ke berbagai sektor lainnya.

Robot tidak hanya untuk menggantikan pekerjaan manusia

Ketika membicarakan robot humanoid, salah satu anggapan yang sering muncul adalah robot akan menggantikan manusia. Padahal, tujuan pengembangan robot dapat sangat beragam.

Robot dapat digunakan untuk membantu pekerjaan yang berat, berulang, atau membutuhkan waktu lama. Manusia kemudian dapat lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, komunikasi, pengambilan keputusan, dan kemampuan lain yang sulit dilakukan robot.

Contohnya, sebuah robot dapat digunakan untuk membawa barang dari satu tempat ke tempat lain. Manusia tetap diperlukan untuk menentukan barang yang harus dipindahkan, mengatur proses kerja, dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan.

Dengan pendekatan tersebut, robot dapat dipandang sebagai alat bantu, bukan sekadar pengganti tenaga manusia.

Tantangan teknologi robot humanoid

Meskipun perkembangannya cukup pesat, robot humanoid masih menghadapi berbagai tantangan.

Salah satunya adalah kemampuan bergerak dengan stabil. Manusia dapat berjalan, menaiki tangga, mengambil benda, dan menjaga keseimbangan secara alami. Bagi robot, semua aktivitas tersebut membutuhkan sensor, motor, sistem kontrol, dan perangkat lunak yang kompleks.

Robot juga harus mampu mengenali lingkungan di sekitarnya. Kondisi dunia nyata tidak selalu teratur seperti lingkungan pabrik. Ada benda yang berpindah tempat, permukaan yang berbeda, manusia yang bergerak secara tidak terduga, serta berbagai kondisi lainnya.

Selain kemampuan teknis, biaya juga menjadi faktor penting. Semakin banyak komponen canggih yang digunakan, semakin besar pula tantangan untuk membuat robot dengan harga yang dapat diterima pasar.

Perusahaan robotika juga perlu membangun layanan purnajual, suku cadang, sistem pemeliharaan, dan tenaga ahli yang mampu menangani robot ketika mengalami masalah. AiMOGA menekankan bahwa ekspansi industri robotika membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan produk, tetapi juga rantai pasok, distribusi, pengiriman, layanan, dan operasional lokal.

Masa depan robotika

Perkembangan robot humanoid pada 2026 menunjukkan bahwa industri robotika sedang memasuki tahap baru. Robot mulai bergerak dari laboratorium dan lingkungan produksi menuju berbagai tempat yang lebih dekat dengan masyarakat.

Namun, perkembangan ini masih membutuhkan waktu sebelum robot humanoid benar-benar menjadi perangkat umum seperti smartphone atau komputer.

Keberhasilan robot di masa depan akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan mengembangkan teknologi yang aman, efisien, mudah digunakan, dan memiliki biaya yang masuk akal.

Selain itu, masyarakat juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kehadiran robot. Penggunaan robot di tempat umum harus mempertimbangkan bagaimana manusia berinteraksi dengan mesin serta bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara tepat.

Perkembangan industri robotika juga menunjukkan bahwa teknologi masa depan tidak selalu berbentuk perangkat yang kita pegang. Teknologi dapat hadir dalam bentuk mesin yang bergerak, membantu pekerjaan, dan berinteraksi langsung dengan lingkungan.

Jika perkembangan produksi massal terus berlanjut, robot humanoid berpotensi menjadi salah satu teknologi yang semakin sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Untuk saat ini, perkembangan tersebut masih berada pada tahap awal, tetapi langkah menuju produksi dan penggunaan nyata sudah mulai terlihat.

Dengan demikian, robot humanoid bukan lagi sekadar gambaran dalam film fiksi ilmiah. Teknologi ini sedang dikembangkan secara serius dan mulai diperkenalkan kepada masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.