Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Bank Bullion, Danantara: Revolusi Keuangan Indonesia 2025?
23 Maret 2025 17:09 WIB
ยท
waktu baca 2 menitTulisan dari Raymond Setiyawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Indonesia semakin menjadi pusat perhatian bagi perusahaan keuangan internasional yang ingin memperluas operasi mereka. Pada awal tahun 2025, salah satu langkah strategis yang menarik perhatian adalah peluncuran bank bullion pertama di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto meresmikan bank ini untuk mempertahankan cadangan emas dalam negeri, mengingat Indonesia adalah salah satu produsen emas terbesar di dunia. Bank-bank seperti Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia kini memiliki lisensi untuk menawarkan layanan deposito emas, perdagangan, dan kustodian, yang dapat memperkuat sistem keuangan nasional.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Indonesia juga tengah mempertimbangkan pembentukan dana kekayaan negara "Danantara" yang akan dikendalikan langsung oleh Presiden Prabowo. Dana ini bertujuan untuk mengawasi kepemilikan pemerintah di berbagai BUMN serta membiayai proyek-proyek strategis. Meskipun memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara, rencana ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi intervensi politik dan transparansi dalam pengelolaannya. Strategi semacam ini akan sangat menentukan arah investasi keuangan di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Di sektor keuangan syariah, Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat dengan menarik investasi asing. Bank-bank syariah internasional mulai melirik peluang kolaborasi dengan institusi keuangan lokal untuk memperluas jangkauan layanan mereka. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi pasar utama bagi perbankan syariah yang menawarkan produk keuangan berbasis prinsip Islam. Potensi ini semakin diperkuat dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui regulasi dan insentif fiskal.
ADVERTISEMENT
Investasi asing di sektor teknologi finansial (fintech) juga mengalami lonjakan pada tahun 2025. Perusahaan-perusahaan fintech global melihat Indonesia sebagai pasar yang menarik, didorong oleh peningkatan adopsi teknologi digital dalam layanan keuangan. Kolaborasi antara bank tradisional dan startup fintech semakin mempercepat inovasi dalam pembayaran digital, pinjaman online, dan asuransi berbasis teknologi. Dengan dukungan regulasi yang lebih ramah terhadap inovasi, ekosistem fintech di Indonesia diprediksi akan terus berkembang pesat.
Secara keseluruhan, strategi perusahaan keuangan internasional di Indonesia semakin beragam dan dinamis. Dari investasi di sektor perbankan, fintech, hingga perbankan syariah, Indonesia menawarkan peluang besar bagi investor global. Namun, tantangan seperti regulasi, stabilitas ekonomi, dan transparansi kebijakan tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan internasional dapat memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk memperkuat posisi mereka di pasar yang semakin kompetitif ini.
ADVERTISEMENT
Opini ditulis oleh Raymond Setiyawan, Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya