Metil Bromida: Efektif Basmi Hama, Tantangan untuk Lingkungan

Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Raymond Setiyawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daya Bunuh Tinggi pada Hama Karantina
Metil bromida (CH₃Br) dikenal sebagai fumigan dengan spektrum luas yang mampu membunuh serangga, tungau, nematoda, hingga organisme perusak kayu dalam waktu singkat. Gas ini bekerja menembus pori-pori bahan dan sistem pernapasan hama, mengganggu fungsi saraf, dan menghentikan metabolisme secara total.
Pada sektor ekspor, metil bromida menjadi pilihan utama untuk komoditas yang berisiko tinggi membawa hama karantina. Misalnya, pengiriman kayu olahan, rotan, dan biji-bijian ke negara seperti Australia dan Selandia Baru wajib melewati fumigasi dengan metil bromida sesuai standar ISPM 15.
Baca Juga Apa itu Metil Bromida
Dampak terhadap Lingkungan
Meski efektif, metil bromida termasuk gas perusak ozon. Protokol Montreal mengklasifikasikannya sebagai Ozone Depleting Substance (ODS) dengan nilai ODP (Ozone Depletion Potential) 0,6. Karena itu, penggunaannya di banyak negara dibatasi ketat dan hanya diizinkan untuk Quarantine and Pre-Shipment (QPS).
Emisi metil bromida yang tidak terkendali dapat meningkatkan radiasi UV-B yang sampai ke permukaan bumi, berdampak pada kesehatan kulit manusia, produktivitas tanaman, dan ekosistem laut. Oleh sebab itu, metode penangkapan kembali (recapture) gas menjadi penting untuk mencegah pelepasan langsung ke atmosfer.
Baca Juga Fumigasi Spesialis Industri Indonesia
Keselamatan Kerja dan Teknologi Pendukung
Penggunaan metil bromida memerlukan standar keselamatan tinggi. Operator wajib memakai Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA), sarung tangan kimia, serta pakaian pelindung penuh. Konsentrasi gas di area kerja harus dimonitor dengan detektor khusus untuk menghindari paparan berbahaya.
Beberapa perusahaan fumigasi di Indonesia mulai menggunakan teknologi injeksi terkontrol dan sensor kebocoran otomatis. Teknologi ini mengurangi risiko paparan pekerja sekaligus memastikan dosis sesuai regulasi internasional.
Dengan kombinasi prosedur aman dan teknologi baru, metil bromida dapat digunakan secara efektif tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan lingkungan.
Penulis: Raymond Setiyawan
