Metil Bromida, Tahap Krusial dari Fumigasi Benda

Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Raymond Setiyawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peran Metil Bromida dalam Fumigasi
Metil Bromida (CH₃Br) menjadi salah satu fumigan yang efektif membunuh berbagai hama seperti serangga, tungau, dan organisme pengganggu lainnya. Senyawa ini bekerja dengan cara meracuni sistem saraf dan pernapasan hama, menembus celah terkecil pada benda yang difumigasi.
Konsentrasi aplikasi umumnya berada pada kisaran 32–80 g/m³ dengan durasi paparan 24–72 jam tergantung jenis komoditas dan tingkat infestasi.
FAO (2023) mencatat Metil Bromida memiliki tingkat mortalitas hama di atas 95% jika digunakan dengan dosis tepat dan ruangan kedap udara. Efektivitas ini menjadikannya pilihan utama untuk fumigasi kayu, palet, arsip bersejarah, dan peralatan industri yang tidak tahan metode pembersihan konvensional.
Baca Juga Apa itu Metil Bromida
Tahapan Krusial Aplikasi
Tahap pertama adalah persiapan ruang fumigasi dengan memastikan kedap udara sehingga gas tidak bocor. Tahap kedua meliputi perhitungan dosis berdasarkan volume ruangan dan suhu. Misalnya, pada suhu 25°C, dosis standar untuk pengendalian hama kayu adalah 48 g/m³ selama 24 jam.
Tahap ketiga, injeksi gas Metil Bromida dilakukan melalui pipa distribusi untuk memastikan penyebaran merata. Selanjutnya, tahap keempat adalah periode eksposur sesuai durasi yang ditentukan. Terakhir, tahap kelima adalah aerasi—proses pelepasan gas hingga konsentrasi aman di bawah 5 ppm sesuai standar keamanan kerja (OSHA).
Baca Juga Fumigasi Spesialis Industri Indonesia
Keamanan dan Regulasi
Penggunaan Metil Bromida memiliki risiko kesehatan serius jika tidak dikelola dengan benar. Paparan pada manusia dapat menyebabkan gangguan pernapasan, kerusakan saraf, hingga kematian pada dosis tinggi.
Oleh karena itu, penggunaannya diatur ketat oleh Montreal Protocol karena sifatnya yang merusak ozon. Beberapa negara, termasuk Indonesia, hanya mengizinkan penggunaannya untuk keperluan karantina dan pra-ekspor.
Data Kementerian Pertanian RI 2023 menunjukkan volume impor Metil Bromida untuk fumigasi karantina mencapai 320 ton, mayoritas digunakan untuk perlakuan ISPM 15 pada kemasan kayu. Semua proses harus dilakukan oleh operator bersertifikat dengan peralatan deteksi kebocoran dan ventilasi memadai.
Penulis: Raymond Setiyawan
