Konten dari Pengguna

Pengalaman Saya Saat Beri Edukasi Bahasa Inggris Daring di Masa PPKM

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fathan Raysyam Achmad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar 1. Prosesi Pembelajaran Bahasa Inggris via Google Classroom (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Prosesi Pembelajaran Bahasa Inggris via Google Classroom (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Cepokokuning, Kabupaten Batang (06/08) – Di semester 6 ini saya mengambil KKN sebagai mata kuliah wajib. Pasca menyebarnya virus COVID-19 2019 yang lalu menyebabkan kegiatan KKN dilakukan secara daring. Program KKN UNDIP daring ini pun dirasakan oleh saya, dilaksanakan secara daring dan bertempat di domisili masing-masing. Menurut saya penyelenggaraan KKN secara daring adalah keputusan yang tepat karena mahasiswa tidak harus bepergian jauh sehingga risiko penularan dapat dihindarkan. Saya mengambil KKN di Desa Cepokokuning, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang.

Gambar 2. Poster "Learning English is Fun" (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 2. Poster "Learning English is Fun" (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Program KKN yang Dilaksanakan

Pada kegiatan KKN Tim II UNDIP 2021 ini, salah satu program yang saya laksanakan adalah program bimbel Bahasa Inggris secara daring dengan tema "Learning English is Fun" kepada siswa setingkat SD hingga SMP melalui media Google Classroom. "Learning English is Fun" merupakan sarana bantuan pembelajaran materi Bahasa Inggris yang saya rancang agar mampu mengedukasi anak-anak tentang materi Bahasa Inggris setingkat SD-SMP. Kegiatan ini bertujuan untuk mengakrabkan Bahasa Inggris kepada anak usia SD-SMP.

Alasan saya mengambil program ini sendiri berawal dari pengalaman pribadi saya yang merasa asing dengan mata pelajaran Bahasa Inggris ketika duduk di bangku SD-SMP. Pada kala itu, saya merasa beruntung karena dapat memahami mapel Bahasa Inggris dengan bermodalkan bimbingan di bimbingan belajar. Pengalaman saya tersebut mendorong diri saya untuk menyelenggarakan program bimbel Bahasa Inggris "Learning English is Fun" yang ditujukan kepada anak usia SD-SMP yang merupakan usia emas untuk mempelajari bahasa asing.

Oleh karena alasan tersebut sebelum memutuskan untuk mengambil program saya berdiskusi dengan ketua RT 02 Cepokokuning, Pak Amat Budianto, yang saya temui pada Rabu, 7 Juli 2021 , "Ya, benar sekali mas. Memang di desa ini banyak anak-anak SD-SMP yang bersekolah secara daring, sehingga kadang saya khawatir mereka kurang memahami materi sekolah khususnya materi bahasa yang harusnya butuh dijelaskan dengan sabar dan mudah dipahami. Jadi saya rasa, mungkin mas-mas mahasiswa KKN di sini bisa membantu anak-anak Desa Cepokokuning untuk belajar Bahasa Inggris. Teknis penyelenggaraan saya sarankan secara online karena kondisi sekarang ini lebih baik mencegah daripada mengobati."

Mendengar sambutan baik ketua RT tersebut membuat saya senang dan bersemangat karena akhirnya ilmu yang saya dapat selama ini dapat berguna untuk masyarakat. Setelah berdiskusi, akhirnya disepakati waktu penyelenggaraan bimbel "Learning English is Fun" akan dilaksanakan pada 17 dan 18 Juli 2021 secara daring melalui platform Google Classroom.

Pelaksanaan Program Bimbel Bahasa Inggris "Learning English is Fun"

Pada tanggal 17 dan 18, dilaksanakan kegiatan bimbel secara daring, anak-anak melakukan proses pembelajaran jarak jauh dari rumah mereka masing-masing yang berlokasi di Desa Cepokokuning. Dalam melaksanakan program ini saya sangat senang karena anak-anak aktif menjawab melalui fitur chat dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik dibuktikan dengan kemampuan menjawab fenomena soal mereka yang di atas rata-rata.

Proses belajar Bahasa Inggris dalam kegiatan ini memfokuskan pada poin-poin yang seringkali menjadi momok ketakutan bagi anak-anak ketika belajar bahasa, seperti; stigma bahwa struktur kalimat dalam bahasa asing itu sulit dipahami, pilihan kata yang sulit, dan sebagainya. Sehingga saya pribadi berharap stigma sulit belajar bahasa asing tersebut dapat hilang sepenuhnya.

Di setiap sesi bimbel, hal yang sering ditanyakan adalah mengenai perbedaan jenis kata dan penggunaanya. Hal ini tentu membuat saya semakin antusias untuk memberi jawaban yang lugas dan mudah dipahami.

Kegiatan bimbel ini diterima baik oleh anak-anak SD-SMP Desa Cepokokuning. Salah satunya adalah Musyafa Akmal yang berkata "Awalnya aku sendiri males kalau suruh belajar Bahasa Inggris, tapi setelah aku ikut program bimbel ini seenggaknya aku jadi lebih termotivasi buat menambah pengetahuan berbahasa Inggrisku."

Akhir kata, saya sangat senang dapat berbagi ilmu dan pengetahuan tentang Bahasa Inggris pada program KKN kali ini. Saya berharap terselenggaranya kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat belajar anak-anak di situasi apa pun dan di mana pun; termasuk saat pandemi saat ini. Dengan memanfaatkan sumber yang tersedia diharapkan bahasa Inggris mampu menjadi bahasa yang akrab di lidah generasi muda dan masyarakat luas secara umum.