Konten dari Pengguna

Sejarah Tusukan Bambu dan Kelezatan Sate

Redaksi Humas

Redaksi Humas

Official Humas.id - Pusat Informasi Siaran Pers Indonesia

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Redaksi Humas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Humas.id, Foodprint – Siapa yang tidak mengenal sate, sajikan daging bumbu yang ditusuk, dibakar, dan biasanya disajikan bersama bumbu kacang. Walaupun ada banyak versi tentang bagaimana sate pertama kali diciptakan, tapi sebagian besar setuju kalau makanan ini mendapat pengaruh dari budaya luar negeri.

Sebagian pengaruh berasal dari para pedagang Arab yang datang ke Indonesia untuk berniaga dan membawa makanan tradisional mereka, kebab. Di Indonesia, sate dapat diolah dari berbagai macam daging, seperti sapi, ayam, atau bahkan tahu dan bahan lainnya.

Karena letak negara-negara Asia Tenggara yang berdekatan, warisan kuliner dapat menembus batas dan budaya, menghasilkan bentuk masakan baru.

Sejarah

Selama bertahun-tahun, sate telah dikenal sebagai salah satu sajian khas nusantara, dinikmati di berbagai belahan daerah. Masakan ini juga dinikmati di negara lain, seperti Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, dan Filipina.

Pernah menduduki Indonesia selama bertahun-tahun, bangsa Belanda juga membawa serta makanan ini kembali ke negaranya dan menjadi sajian favorit, bahkan hingga saat ini.

Di abad ke-19, para imigran melayu dari Hindia Belanda juga membawa makanan ini ke Afrika Selatan, yang menjelma menjadi sosatie. Selama perjalanan melintasi Samudra Pasifik, sate asli Indonesia yang sederhana telah mengalami perubahan yang drastis.

Proses Pembuatan

Terdapat banyak sekali resep sate yang bisa kamu temukan, masing-masing daerah punya variasi sendiri. Bukan hanya ayam, di sebagian daerah, orang memasak daging sapi, domba, babi bahkan juga kelinci atau kuda.

Untuk menyiapkan sate, daging pertama-tama dipotong kecil-kecil. Potongan daging lalu dibumbui, direndam, dan dibakar menggunakan tusuk bambu kecil. Proses pembakaran dengan arang menambah citarasa tradisional yang eksotis.

Setelah matang, sate akan dinikmati bersama bumbu kacang, kecap manis, irisan bawang merah, dan bumbu-bumbu lain. Sebagian besar orang Indonesia suka menyantap sate dengan lontong atau nasi.

Ingin mencicipi macam-macam sate yang lezat?

Credit: aseangames2018.id

The post Sejarah Tusukan Bambu dan Kelezatan Sate appeared first on Humas Indonesia.