Pencarian populer

Adakah Hubungan Badan Lemas dengan Gangguan Bipolar

Ini kaitan antara badan lemas dengan gangguan bipolar.

KlikDokter.com Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati (mood) yang fluktuatif dan bertolak belakang. Penderita bipolar dapat merasa senang dan bersemangat pada satu waktu, sementara pada waktu lainnya merasa putus asa bahkan depresi.

Terdapat tiga jenis perubahan mood pada penderita bipolar, yakni episode manik, episode hipomanik, dan episode depresif.

Pada episode manik, mood penderita bipolar akan meluap-luap. Mereka akan tampak bahagia, bersemangat, serta memiliki ide-ide yang luar biasa sehingga sering kali merasa dapat menaklukkan dunia. Bila tak segera ditangani, episode ini dapat berlangsung 3 hingga 6 bulan.

Sementara episode hipomanik adalah bentuk mania yang lebih ringan. Jika Anda mengalami hipomanik, tingkat energi Anda lebih tinggi biasanya, tetapi tidak seekstrem dalam mania. Selain itu, bila episode manik dapat mengganggu fungsi sosial penderita, misalnya dalam pekerjaan, luapan emosi pada episode ini lebih bisa ditoleransi. Anda pun tak perlu dirawat di rumah sakit saat episode ini berlangsung.

Selanjutnya adalah episode depresif. Pada kondisi ini, penderita bipolar akan mengalami suatu kesedihan yang luar biasa, rasa putus asa, lelah, ingin bunuh diri, dan kehilangan semangat hidup.

Lalu, apakah badan lemas dapat berhubungan dengan gangguan bipolar? Jawabannya ya. Saat episode mania, penderita bipolar akan cenderung sangat aktif. Saking bersemangatnya, mereka bisa lupa tidur selama berhari-hari dan terus melakukan aktivitas tanpa henti. Masalahnya timbul saat episode ini berakhir, yakni penderita akan menjadi sangat lelah.

Saat mengalami episode depresif, penderita juga akan merasakan kelelahan meski tidak melakukan aktivitas apa pun. Hal ini bisa disebabkan oleh insomnia, terus-menerus berpikir negatif (misalnya ingin bunuh diri), dan sebagainya.

Sebuah studi menunjukkan, hampir sebanyak 90 persen orang yang memiliki depresi mengalami rasa lelah yang sangat mengganggu. Selain itu, ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh depresi juga berkontribusi dalam munculnya gejala lelah.

Gangguan bipolar merupakan kondisi yang masih dapat ditangani. Berbagai obat-obatan seperti antidepresan dan psikostimulan dapat membantu penderita bipolar menjalani aktivitas mereka dengan baik.

Perlu diingat bahwa jika Anda merasa tak memiliki gejala bipolar, badan lemas tersebut mungkin dipicu oleh hal lainnya, misal pola tidur yang buruk, jarang berolahraga, hingga adanya penyakit metabolik. Karena itu, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab utamanya, terutama bila keluhan Anda selalu berulang atau terus-menerus.

[RS/ RH]

Artikel selengkapnya klik di sini

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: