Pencarian populer
Yuk, Mulai Ajari Anak Berenang di Usia Ini
Berenang adalah salah satu survival skill yang harus dimiliki anak. Agar keamanan dan keselamatannya terjaga saat berenang, kapan usia yang tepat untuk mengajarkannya?
Banyak unggahan konten foto atau video anak-anak yang belajar berenang di media sosial. Tapi kadang orang tua masih khawatir atau bingung kapan waktu terbaik anak mulai diajari salah satu survival skill tersebut.
Ya, kemampuan untuk berenang dianggap penting untuk dikuasai karena risiko tenggelam bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja saat berada di kawasan perairan. Ada juga kemungkinan seorang anak terpeleset dan terjatuh ke kolam renang, jatuh dari kapan, ataupun terbawa arus sedang berenang di laut. Belum lagi adanya ancaman bencana seperti banjir atau tsunami.
Menurut dr. Fiona Amalia, MPH, dari KlikDokter, pada usia anak kasus tenggelam cukup sering terjadi secara tidak disengaja dan ini bisa berakhir pada hilangnya nyawa. Angka kejadian paling tinggi ada pada usia 1-2 tahun.
Atas dasar inilah, kini sudah banyak ditemukan program akuatik atau kelas renang usia dunia khusus untuk anak usia 6 bulan hingga prasekolah (4 tahun). Kelas ini diklaim sebagai cara terbaik untuk mengajarkan bayi dan balita menikmati sensasi di dalam air, sekaligus mengajarkan bagaimana menjaga diri tetap aman di dalam air.
Program yang ditawarkan oleh kelas renang tersebut lebih bersifat survival skill, yang mana bayi dan balita diajarkan untuk memosisikan tubuhnya secara telentang saat berada di dalam air. Harapannya, mereka tetap bisa bernapas sementara menunggu pertolongan orang dewasa.
Program ini berbeda dengan kelas berenang formal dengan materi teknik berenang yang benar.
“Artinya, di kelas berenang formal akan diajarkan bagaimana cara mengapung yang benar, mempertahankan kepala di atas air, dan teknik menahan napas yang baik. Programnya pun terstruktur serta memiliki pelatih yang ahli di bidangnya,” kata dr. Fiona.
Kapan waktu terbaik mengajarkan anak berenang?
Dikatakan oleh dr. Fiona, jika tujuan Anda mengajarkan anak berenang adalah agar ia mampu berenang dengan teknik yang benar, sebaiknya ini dimulai saat anak telah berusia 4 tahun atau lebih.
Apa yang dikatakan oleh dr. Fiona tersebut juga sesuai dengan rekomendasi pola asuh dari American Academy of Pediatrics (AAP). AAP menyatakan bahwa dilihat dari perkembangannya, anak-anak yang masih berusia di bawah 4 tahun belum mampu untuk menahan napas dengan baik untuk durasi yang lama.
Meski demikian, ada studi yang membuktikan bahwa anak yang mulai belajar berenang pada usia 2, 3, atau 4 tahun sekalipun bisa berenang dengan baik pada usia yang kurang lebih sama, yaitu 5,5 tahun.
Meski anak bisa berenang, tetap saja ada risiko tenggelam
Wajar bahwa dengan mengajarkan anak berenang, orang tua berharap bahwa anak bisa terhindar dari risiko tenggelam. Namun, hal ini tak sepenuhnya benar karena orang yang mahir berenang sekalipun tetap berisiko tenggelam.
“Biasanya, ini terjadi akibat kepanikan atau arus yang terlalu kencang hingga seseorang tak mampu memegang kendali gerakan tubuh. Namun, risiko tenggelam pada anak yang menguasai teknik berenang memang jauh lebih bisa diminimalkan,” ungkap dr. Fiona.
Salah satu kunci keamanan ekstra anak yang sedang berada di dalam air adalah orang tua yang tetap mengawasi anak, terutama bila anak masih berusia di bawah 5 tahun. Anak yang menggunakan pelampung juga tak boleh lepas dari pengawasan orang tua.
AAP menyarankan, orang tua harus berada dalam jangkauan lengan anak atau setidaknya berada pada jarak yang mampu menggapai anak dengan mudah selama ia berada di dalam air.
Anak yang bisa menguasai teknik berenang merupakan salah satu harapan orang tua dalam tumbuh kembangnya. Meski banyak anak dari teman-teman atau keluarga Anda yang sudah bisa atau sudah mulai belajar berenang, tak perlu langsung buru-buru ingin mendaftarkan anak ke kelas renang jika memang usianya belum pas. Ingat, ini bukanlah kompetisi. Jadikan saran-saran di atas sebagai panduan untuk mengajarkan anak aktivitas air demi keamanan dan kenyamanan anak.
(RN/ RH)
Baca selengkapnya, klik di sini. 



Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: