Aipda Firman Siap Berbagi Ilmu untuk Member TDA usai Tuntaskan Amanah BOD 8.0

Kediri – Menyelesaikan amanah sebagai Board of Director (BOD) komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) 8.0 bukan menjadi akhir pengabdian Aipda Firman Wahyu Tama di komunitas wirausaha terbesar di Indonesia.
Anggota Polri yang dikenal aktif membina pelaku UMKM itu menegaskan akan tetap hadir untuk berbagi pengalaman dan ilmu kepada seluruh member TDA di berbagai daerah. Aipda Firman Wahyu Tama, duduk sebagai Direktur Klub & Hobi di BOD TDA 8.0.
Setelah kembali bertugas dan beraktivitas di daerah, Aipda Firman memastikan komitmennya terhadap semangat berbagi yang selama ini menjadi ruh TDA tidak akan berubah. Baginya, masa jabatan di kepengurusan pusat telah berakhir, tetapi pengabdian kepada komunitas dan para pelaku usaha akan terus berlanjut.
“Walaupun saya sudah menyelesaikan amanah sebagai BOD TDA 8.0 dan kembali ke daerah, saya akan tetap berbagi bersama TDA. Kapan pun TDA daerah mana pun memanggil dan membutuhkan, saya siap hadir untuk sharing, berbagi pengalaman, dan memberikan kebermanfaatan,” ujar Aipda Firman, Rabu (24/6/2026).
Konsisten Mendampingi Pelaku UMKM
Komitmen tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini Aipda Firman dikenal sebagai sosok polisi yang konsisten mendampingi pelaku UMKM, pelajar, hingga masyarakat agar berani memulai usaha. Berangkat dari pengalaman jatuh bangun membangun bisnis bersama keluarga, ia kemudian aktif menjadi mentor bisnis dan membagikan ilmu yang diperoleh dari Komunitas TDA kepada ribuan pelaku usaha.
Di luar tugasnya sebagai anggota Polri, Firman juga aktif mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Mulai dari membina UMKM agar naik kelas, membuka peluang usaha bagi masyarakat, hingga menghadirkan ruang penguatan spiritual melalui kegiatan pengajian yang rutin digelar di kediamannya. Perpaduan antara nilai spiritual dan pemberdayaan ekonomi menjadi ciri pengabdiannya kepada masyarakat.
Terinspirasi dari Para Guru
Pengabdian tersebut juga tidak lepas dari bimbingan para guru yang menjadi sumber inspirasi bagi Aipda Firman dalam menjalani kehidupan sebagai anggota Polri, pelaku usaha, maupun pegiat pemberdayaan masyarakat.
Ia mengaku banyak belajar tentang nilai keikhlasan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat dari Gus Kevin, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, serta Kiai Ahmad Junaidi Shiddiq, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Dzikrillah Yayasan As-Shiddiqi, Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura.
Menurut Firman, kedua sosok tersebut mengajarkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari capaian materi, tetapi juga dari besarnya manfaat yang diberikan kepada sesama. Nilai-nilai itu menjadi pegangan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri, mendampingi pelaku UMKM, hingga mengemban amanah sebagai Board of Director TDA 8.0.
Firman juga menilai nilai-nilai yang diajarkan TDA selaras dengan semangat pengabdian sebagai anggota Polri, yakni menjadi pribadi yang memberi manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat.
Sampaikan Ucapan Hari Bhayangkara ke-80
Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan Aipda Firman untuk menyampaikan harapan bagi institusi Polri sekaligus mengajak seluruh insan TDA terus menebarkan manfaat.
“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin jaya dan semakin bermanfaat untuk masyarakat, seperti semangat TDA yang akan selalu berbagi manfaat dan rahmat untuk semua,” ucapnya.
Semangat Aipda Firman menjadi pesan bahwa kepemimpinan di TDA tidak berhenti ketika masa bakti berakhir. Pengalaman, jejaring, dan ilmu yang diperoleh selama menjadi BOD TDA 8.0 akan terus dibagikan kepada para member di seluruh Indonesia.
Dengan semangat “Berbagi, Naik Kelas Bersama”, Aipda Firman berharap semakin banyak pelaku UMKM yang bertumbuh, semakin banyak komunitas daerah yang berkembang, serta semakin luas manfaat yang dapat dirasakan masyarakat melalui kolaborasi antara TDA dan berbagai elemen bangsa.
