Berkat Program PANEN Kementerian UMKM, Omzet Bisnis Mellyza Naik 100 Persen

Bogor – Berawal sebagai peserta Program PANEN Kementerian UMKM 2025, bisnis yang dijalankan Mellyza Novisari Iskandar berkembang sesuai bahkan melampaui target. Kini, Staf Khusus Perempuan TDA Nasional 8.0 itu dipercaya menjadi narasumber dalam Program PANEN 2026 yang digelar Kementerian UMKM secara daring pada 6–7 Juli 2026.
Program PANEN merupakan inisiatif strategis Kementerian UMKM untuk melatih dan mendampingi pelaku usaha agar mampu menjadi pemasok resmi dalam ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini berfokus pada peningkatan peran UMKM di sektor pangan, operasional dapur, hingga pengelolaan limbah.
Dalam sesi tersebut, Mellyza membagikan pengalamannya kepada sekitar 200 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia mengenai strategi agar produk mereka dapat menjadi pemasok bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Jadi pesertanya UMKM dari seluruh Indonesia yang ingin menjadi supplier Makanan Bergizi Gratis. Saya menyampaikan bagaimana caranya agar produk kita bisa menjadi pemasok di dapur MBG,” ujarnya.
Bagikan Pengalaman Menjadi Pemasok SPPG
Mellyza mengungkapkan, usaha yang dijalaninya memproduksi sabun bermerek She Max yang kini telah digunakan untuk mendukung operasional dapur SPPG. Dalam kesempatan itu, ia juga berbagi pengalaman bersama pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha.
“Saya sharing bersama sekitar 200 UMKM dari berbagai bidang bagaimana caranya bisa masuk ke dapur SPPG. Ada juga pelaku usaha yang bergerak di bidang pengolahan limbah makanan hingga produksi sabun,” katanya.
Omzet Naik 100 Persen
Mellyza menuturkan, keikutsertaannya dalam Program PANEN Kementerian UMKM pada 2025 memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usahanya. Melalui pelatihan dan pendampingan yang diberikan, ia berhasil memperluas jaringan pelanggan yang sebelumnya belum dikenal.
“Alhamdulillah, dari lima customer menjadi 30 SPPG. Produksi dan omzet pun meningkat 100 persen. Kami mendapatkan pelatihan intensif selama tiga bulan, baik luring maupun daring. Kemudian ada business matching dengan kepala SPPG dan mitra yayasan di akhir kegiatan. Dari situ saya yang awalnya tidak mengenal banyak SPPG akhirnya memiliki jaringan yang luas,” jelasnya.
Ajak UMKM Bergabung dengan TDA
Menurut Mellyza, kesempatan menjadi narasumber merupakan salah satu manfaat dari keaktifannya di Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) serta berbagai program yang diselenggarakan Kementerian UMKM.
Karena itu, ia mengajak para pelaku UMKM di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri, salah satunya dengan bergabung di komunitas TDA.
“Untuk teman-teman UMKM di seluruh Indonesia yang ingin menambah ilmu, mendapatkan mentoring dari mentor yang ahli di bidangnya, memperluas jaringan, dan memiliki teman-teman baru dari berbagai daerah, bergabunglah dengan Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas. Dari Tangan Di Atas, ilmu bisnis saya meningkat, bisnis saya melesat, dan saya mendapatkan banyak teman,” ungkapnya.
