Bukan Sekadar Kopdar, TDA Perempuan 9.0 Palangkaraya Hadirkan Ruang Bertumbuh

Palangka Raya – Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Perempuan 9.0 Palangka Raya menggelar kopdar perdana yang mempertemukan perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, entrepreneur, karyawan swasta, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN), Sabtu (3/10/2026).
Mengusung semangat silaturahmi dan bertumbuh bersama, kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun ruang kolaborasi bagi perempuan di Palangka Raya untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, memperluas wawasan, dan saling menguatkan dalam menjalani berbagai peran kehidupan.
Kopdar perdana ini bukan sekadar ajang berkumpul. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkenalkan kembali esensi TDA Perempuan sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang tidak terbatas bagi mereka yang memiliki usaha, tetapi terbuka bagi setiap perempuan yang ingin mengembangkan potensi diri.
Ketua TDA Perempuan 9.0 Palangkaraya Nur Fiqih Saputri atau yang akrab disapa Putri menyampaikan, setiap perempuan memiliki perjalanan dan tantangan yang berbeda. Ada yang sedang membangun usaha, mengelola keluarga, meniti karier, maupun menjalankan berbagai peran sekaligus.
Menurutnya, perbedaan latar belakang tersebut justru menjadi kekuatan untuk saling belajar dan bertumbuh bersama.
“Di TDA Perempuan, kita tidak harus menjadi pengusaha untuk bisa bergabung. Setiap perempuan memiliki potensi, mimpi, dan perjalanan yang berharga. Kita ingin menghadirkan ruang di mana perempuan bisa saling mendukung, menginspirasi, dan bertumbuh tanpa harus merasa berjalan sendirian,” ungkap Putri.
Empat pilar pemberdayaan perempuan
Dia menyebutkan empat pilar utama sebagai fondasi pemberdayaan perempuan yang diusung TDA Perempuan (TDAP) Palangkaraya. Keempatnya adalah Spiritual, Family, Personality, dan Community.
Pilar Spiritual menjadi landasan bagi perempuan untuk menemukan makna dalam setiap peran dan aktivitas kehidupannya. Melalui kegiatan keagamaan, kajian perempuan, dan ruang refleksi diri, anggota diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual sebagai sumber ketenangan, integritas, dan semangat dalam menjalani kehidupan.
Perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga. Karena itu, pilar Family hadir untuk memberikan ruang belajar mengenai parenting, komunikasi keluarga, serta keseimbangan antara peran sebagai ibu, istri, individu, dan profesional.
“Komunitas ini ingin mendorong perempuan agar tidak hanya bertumbuh secara pribadi, tetapi juga mampu menghadirkan dampak positif bagi keluarga,” jelasnya.
Setiap perempuan memiliki potensi yang layak dikembangkan. Melalui pilar Personality, TDA Perempuan mendorong peningkatan kapasitas diri, kepercayaan diri, kepemimpinan, keterampilan komunikasi, dan keberanian untuk terus belajar.
“Perempuan diharapkan mampu mengenali kekuatan dirinya, memiliki visi kehidupan, serta berani mengambil langkah untuk mewujudkan potensi terbaiknya,” bebernya.
Sedangkan pilar Community menjadi ruang untuk membangun jejaring, mempererat persaudaraan, berbagi pengalaman, dan menciptakan kolaborasi yang bermanfaat. Melalui komunitas, perempuan dapat menemukan lingkungan yang suportif, tempat saling menguatkan ketika menghadapi tantangan, sekaligus merayakan setiap pencapaian, sekecil apa pun.
Keempat pilar tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan perempuan tidak hanya diukur dari pencapaian ekonomi atau karier, tetapi juga dari kualitas spiritual, keharmonisan keluarga, perkembangan diri, dan kontribusi sosialnya.
Menyiapkan kegiatan untuk perempuan
Kopdar perdana TDA Perempuan 9.0 Palangkaraya juga menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi anggota dan merancang kegiatan yang relevan dengan kebutuhan perempuan di Palangka Raya.
Ke depan, komunitas ini berencana menghadirkan berbagai kegiatan seperti kajian perempuan, parenting, sharing kesehatan, pengembangan diri, leadership for kids, serta kegiatan sosial dan kolaboratif lainnya.
Melalui program-program tersebut, TDA Perempuan ingin menjadi ruang yang inklusif bagi perempuan dengan beragam profesi dan fase kehidupan.
Semangat yang dibangun sederhana: perempuan tidak harus berjalan sendiri untuk menjadi berdaya. Dari silaturahmi tumbuh kepercayaan, dari kebersamaan lahir kekuatan, dan dari perempuan yang terus bertumbuh akan hadir keluarga serta lingkungan yang ikut berkembang.
TDA Perempuan 9.0 Palangkaraya percaya, ketika perempuan diberi ruang untuk bertumbuh, dampaknya tidak berhenti pada dirinya sendiri, tetapi meluas kepada keluarga, komunitas, dan masyarakat.
