Konten Media Partner

Kelana Project Jadi Buah Kolaborasi KMB TDA Jaktim, Tampil Perdana di PWN 2026

TDAverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kelana Project Jadi Buah Kolaborasi KMB TDA Jaktim, Tampil Perdana di PWN 2026
zoom-in-whitePerbesar

Jakarta Timur– Program Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) 2025 yang diselenggarakan komunitas Tangan Di Atas (TDA) Jakarta Timur terbukti menjadi inkubator yang efektif dalam melahirkan ekosistem bisnis baru.

Salah satu capaian paling signifikan dari program pendampingan intensif tersebut adalah lahirnya Kelana Project, sebuah entitas bisnis kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai sektor usaha strategis.

Berawal dari Program KMB TDA Jakarta Timur

Chairman Kelana Project M Hafid mengatakan, setelah melalui fase inkubasi dan pematangan model bisnis sepanjang 2025, Kelana Project secara resmi menandai debut publiknya pada ajang TDA Dua Dekade Pesta Wirausaha Nasional (PWN) 2026 yang digelar baru-baru ini.

Menurutnya, KMB TDA Jakarta Timur 2025 berhasil membawa peserta dari proses mentoring menuju kolaborasi bisnis yang nyata.

“Kelana Project tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh dari rahim program KMB TDA Jakarta Timur edisi 2025. KMB sendiri merupakan program unggulan komunitas TDA yang dirancang untuk mempertemukan para pengusaha selevel guna saling berbagi ruang tumbuh, memecahkan masalah operasional, dan meningkatkan skala bisnis (scale up) di bawah bimbingan mentor berpengalaman,” jelasnya.

Namun, KMB 2025 di wilayah Jakarta Timur menghadirkan diferensiasi tersendiri. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis masing-masing anggota, tetapi interaksi intensif di dalam kelompok juga memunculkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya konsolidasi sumber daya.

“Dari diskusi taktis dan penyamaan visi tersebut, lahirlah beberapa bisnis kolaborasi, dengan Kelana Project sebagai salah satu pilar utamanya,” bebernya.

Melalui model kolaborasi tersebut, para pengusaha yang terlibat mampu menyatukan modal, jaringan, keahlian manajemen, serta infrastruktur operasional.

Langkah ini dinilai menjadi strategi progresif untuk memitigasi risiko bisnis sekaligus mempercepat penetrasi pasar secara kolektif.

Mengusung Tiga Pilar Bisnis

Sementara itu, DOMS Kelana Project Wahyu Firmanda mengatakan Kelana Project mengadopsi struktur hibrida yang mengombinasikan tiga pilar utama yang saling terintegrasi, yakni Food and Beverage (F&B), pendidikan, dan pemberdayaan UMKM. Ketiga pilar tersebut dibangun untuk menciptakan fondasi bisnis yang kokoh sekaligus memberikan dampak yang lebih luas.

“Sektor Food and Beverage menjadi motor penggerak arus kas (cash flow) harian. Bisnis F&B yang dikembangkan Kelana Project dirancang untuk menangkap peluang pasar modern melalui standardisasi produk yang ketat, rantai pasok yang efisien, dan relevansi tinggi terhadap tren konsumsi masyarakat saat ini,” terangnya.

Selanjutnya, pada sektor pendidikan, Kelana Project memandang keberlanjutan sebuah ekosistem sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Melalui pilar ini, fokus diarahkan pada pengembangan program edukasi, pelatihan keterampilan, serta peningkatan kompetensi bagi masyarakat luas maupun pelaku usaha pemula agar siap menghadapi dinamika industri.

Perkuat Pemberdayaan UMKM

Sebagai bisnis yang lahir dari komunitas wirausaha, Kelana Project menempatkan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai inti nilai perusahaan. Pilar ini berfungsi sebagai jembatan inklusi dengan melibatkan UMKM lokal ke dalam rantai pasok Kelana Project.

Dalam implementasinya, UMKM memperoleh pendampingan standardisasi mutu produk serta akses pemasaran agar mampu berkembang secara lebih sistematis. Integrasi ketiga pilar tersebut menciptakan ekosistem yang saling menopang (circular economy), sehingga profitabilitas sektor komersial seperti F&B dapat memperkuat keberlanjutan program pendidikan dan pemberdayaan.

Tampil Perdana di PWN 2026

“Momentum emas bagi Kelana Project terjadi saat entitas kolaboratif ini hadir dan berpartisipasi aktif dalam ajang TDA Dua Dekade Pesta Wirausaha Nasional (PWN) 2026. Perhelatan yang menandai dua dekade kiprah TDA dalam mengasuh wirausaha di Indonesia ini menjadi panggung berskala nasional yang sangat strategis,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kelana Project memperkenalkan konsep bisnis multisektor kepada ribuan pengunjung, pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan yang memadati area pameran.

Kehadirannya di PWN 2026 tidak hanya dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk dan merek, tetapi juga membuka peluang kemitraan strategis melalui kerja sama business to business (B2B) dengan penyedia bahan baku, investor potensial, maupun lembaga yang tertarik mendukung gerakan pemberdayaan ekonomi.

“Validasi pasar secara luas menguji penerimaan publik terhadap integrasi produk F&B yang digagas Kelana Project. Penyebaran manifesto kolaborasi menjadi percontohan nyata bagi komunitas wirausaha lain bahwa sinergi antaranggota komunitas dalam bentuk bisnis kolaboratif mampu menghasilkan entitas yang kompetitif, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional,” ungkapnya.

Kelahiran dan kehadiran Kelana Project di panggung PWN 2026 menegaskan bahwa masa depan dunia usaha tidak lagi bertumpu pada kompetisi yang saling mematikan, melainkan pada kolaborasi strategis yang saling menguatkan.