Konten Media Partner

Kopdar TDA Perempuan Denpasar Dorong Nanny Tingkatkan Kompetensi

TDAverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kopdar TDA Perempuan Denpasar Dorong Nanny Tingkatkan Kompetensi
zoom-in-whitePerbesar

Denpasar - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Perempuan Denpasar kembali menghadirkan ruang belajar dan berbagi inspirasi bagi perempuan melalui kegiatan Kopdar TDA Perempuan bersama Bali Nanny Community yang digelar di Meeting Room Bank Raya Denpasar, Jalan Raya Puputan Renon, Denpasar, Sabtu (13/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 17.00 hingga 21.00 WITA tersebut dihadiri sekitar 40 peserta yang terdiri atas anggota TDA Perempuan Bali dan Bali Nanny Community. Acara dipandu moderator Sri Wahyuni Sugianto dan MC Inge Natasha, serta diselenggarakan oleh panitia TDA Perempuan Denpasar.

Kopdar ini bertujuan mempererat hubungan antaranggota, menjadi wadah berbagi pengalaman dan pembelajaran, membangun jaringan yang positif, serta memberikan motivasi dan inspirasi bagi perempuan untuk terus berkembang dalam karier dan kehidupan profesional.

Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan pekerja sektor jasa, khususnya profesi nanny. Salah satu topik yang dibahas adalah pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Mandiri atau Bukan Penerima Upah (BPU) sebagai bentuk perlindungan selama bekerja.

Selain itu, peserta juga diajak mengulas peluang menjadi babysitter freelance sebagai sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan. Acara semakin menarik melalui sesi berbagi pengalaman Ketua TDA Perempuan Denpasar, Veronica Moersito, yang menceritakan perjalanan kariernya hingga dapat bekerja di Australia.

Veronica mengatakan pengalaman bekerja di Australia memberikan banyak pelajaran berharga yang tidak hanya meningkatkan kemampuan kerja, tetapi juga membentuk karakter dan pola pikir profesional.

“Bekerja di Australia memberikan pengalaman berharga yang tidak hanya meningkatkan kemampuan kerja, tetapi juga membentuk karakter dan pola pikir. Salah satu hal yang paling saya pelajari adalah pentingnya profesionalisme, disiplin waktu, tanggung jawab, serta komunikasi yang terbuka dan saling menghargai,” ujar Veronica.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuka wawasan mengenai standar pelayanan internasional dan pentingnya terus belajar untuk meningkatkan kualitas diri.

“Saya percaya bahwa pengalaman bekerja di luar negeri bukan hanya tentang mencari penghasilan, tetapi juga tentang memperluas perspektif, membangun kepercayaan diri, dan membawa pulang ilmu yang dapat bermanfaat bagi banyak orang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TDA Denpasar, Lidia Lavigne, memberikan motivasi kepada anggota TDA Perempuan dan Bali Nanny Community mengenai pentingnya investasi diri sebagai kunci mencapai kesuksesan dan masa depan yang lebih baik.

Lidia menjelaskan terdapat empat investasi utama yang perlu menjadi prioritas perempuan, yaitu:

* Investasi kesehatan.

* Investasi ilmu dan kemampuan.

* Investasi grooming serta penampilan.

* Investasi masa depan melalui perlindungan finansial seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan asuransi lainnya.

Menurutnya, menjaga kesehatan, terus belajar, meningkatkan keterampilan, serta memperhatikan penampilan profesional merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memberikan kinerja terbaik bagi setiap nanny, baik yang baru memulai karier maupun yang telah berpengalaman.

“Dengan bekerja secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab, para nanny dapat memperoleh feedback dan review positif dari klien yang akan menjadi nilai tambah dalam perjalanan karier mereka,” kata Lidia.

Di akhir sesi, Lidia mengajak seluruh anggota Bali Nanny Community untuk terus berinovasi, membangun reputasi yang baik, serta aktif mencari peluang dan klien baru agar dapat berkembang secara profesional maupun finansial.

“Investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri. Ketika kita terus bertumbuh, meningkatkan kemampuan, menjaga kesehatan, dan membangun reputasi yang baik, maka peluang yang lebih besar akan datang dengan sendirinya,” tutupnya.

Moderator acara, Sri Wahyuni Sugianto, mengapresiasi materi dan pengalaman yang dibagikan Veronica kepada para peserta.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Veronica yang telah berbagi pengalaman selama 10 tahun hingga berhasil membawa kariernya ke Australia. Ilmu dan cerita sukses yang beliau bagikan membuka mata kami semua tentang bagaimana proses membentuk diri menjadi seorang nanny yang berkualitas dan berkelas internasional,” ujarnya.

Ia berharap ruang belajar yang sehat dan suportif seperti ini dapat terus dipertahankan untuk saling merangkul dan mengembangkan profesi nanny di Indonesia.

Senada dengan itu, Inge Natasha selaku MC mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.

“Saya senang bisa ikut acara ini karena menambah pengetahuan di bidang nanny, termasuk wawasan tentang Australia, syarat-syarat bekerja di sana, serta berbagai tips yang sangat bermanfaat,” katanya.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Cabang Bank Raya Denpasar, Hermawan Aulianto, yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan dengan menyediakan fasilitas dan tempat pelaksanaan acara.

Melalui kegiatan ini, TDA Perempuan Denpasar berharap seluruh peserta memperoleh bekal pengetahuan, motivasi, serta jaringan yang bermanfaat untuk membangun karier yang profesional, berkelanjutan, dan sejahtera.