KUBIS TDA Malang Kunjungi AMDK Fazza Lumajang, Pelajari Proses Produksi

Lumajang – Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Malang menggelar Kunjungan Bisnis (KUBIS) ke Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Fazza di Desa Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jumat (30/10/2026). Kunjungan ke salah satu unit usaha milik pengurus TDA Lumajang tersebut menjadi kesempatan bagi anggota untuk belajar langsung tentang pengelolaan bisnis.
Para peserta mendapat kesempatan mempelajari berbagai aspek usaha, mulai dari sejarah berdirinya perusahaan, pengelolaan produksi, standar kualitas, hingga strategi distribusi produk. Rombongan TDA Malang disambut pemilik AMDK Fazza Mochammad Fatikhudin, Ketua TDA Lumajang Asyfiq Mutho’, serta Ketua Wilayah TDA Jawa Timur 3 Rizky Prasetya Adi.
Kegiatan diawali dengan sambutan Mochammad Fatikhudin selaku pemilik AMDK Fazza. Ia mengaku senang sekaligus sedikit grogi mendapat kunjungan dari TDA Malang.
“Semoga kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberikan tambahan wawasan dan pengalaman bagi seluruh peserta,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua TDA Malang Galih Tri Pamungkas mengapresiasi sambutan hangat dan jamuan yang diberikan keluarga besar TDA Lumajang serta tim AMDK Fazza.
“Terima kasih atas sambutan hangat dan jamuannya. Semoga pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara TDA Malang dan TDA Lumajang, khususnya dalam berbagai kegiatan dan event ke depan,” ungkap Galih.
Ketua TDA Lumajang Asyfiq Mutho’ bersama Ketua Wilayah TDA Jawa Timur 3 Rizky Prasetya Adi juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran rombongan TDA Malang. Keduanya berharap silaturahmi antarkomunitas terus terjalin dan membuka lebih banyak peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi para anggota.
Melihat Langsung Proses Produksi AMDK Fazza
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan berkeliling area pabrik. Fatih mengajak peserta mengunjungi laboratorium sekaligus menjelaskan sejarah perjalanan AMDK Fazza, termasuk proses pengembangan usaha hingga mampu menjalankan kegiatan produksi dan distribusi.
Peserta juga melihat langsung area produksi dan pengemasan. Fatih menjelaskan tahapan produksi, pengendalian kualitas, hingga sistem distribusi produk kepada konsumen.
Selain membahas teknis operasional, Fatih berbagi pengalaman mengenai berbagai peluang dan tantangan dalam menjalankan bisnis AMDK. Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta mendapat gambaran langsung tentang pengelolaan usaha manufaktur, termasuk pentingnya menjaga kualitas produk dan membangun sistem bisnis berkelanjutan.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk belajar, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan saling memberikan masukan.
Sejumlah anggota TDA Malang turut menyampaikan saran terkait pengembangan bisnis, termasuk aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kesiapan sarana pemadam kebakaran melalui penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Diskusi mencakup pemilihan jenis dan kapasitas APAR sesuai potensi risiko kebakaran, penghitungan kebutuhan jumlah APAR, serta penentuan titik penempatan di berbagai area pabrik. Hal tersebut penting agar sarana pemadam kebakaran mudah dijangkau dan dapat digunakan secara efektif dalam kondisi darurat.
Berbagi Pengalaman dan Membuka Peluang Kolaborasi
Masukan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga memperhatikan keamanan lingkungan kerja dan keselamatan seluruh tim.
Fatih mengaku senang dapat berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan rekan-rekan TDA Malang. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan manfaat dua arah. Selain berbagi pengalaman, ia juga memperoleh banyak masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan usaha ke depan.
Kegiatan KUBIS menjadi salah satu bentuk komitmen TDA Malang dalam mendorong pertumbuhan anggota melalui pembelajaran langsung dari praktik bisnis.
Melalui kunjungan ke sesama pelaku usaha, anggota tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memperluas jejaring, bertukar solusi atas tantangan bisnis, serta membuka peluang kerja sama lintas wilayah.
Lebih dari sekadar kunjungan, KUBIS menjadi ruang untuk saling menguatkan dan bertumbuh bersama. Sebab, dalam komunitas bisnis, pengalaman satu pengusaha dapat menjadi pembelajaran berharga bagi pengusaha lainnya.
