Optimasi TikTok Jadi Materi Edukasi Bisnis TDA Yogyakarta

Yogyakarta – Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Yogyakarta menggelar edukasi bisnis bertema Optimasi TikTok untuk Meningkatkan Pengunjung Offline di We Stay Office, Yogyakarta, Senin (6/7/2026).
Edukasi diikuti anggota TDA Yogyakarta, pelaku UMKM, dan entrepreneur. Faqih Faturrachman hadir sebagai narasumber.
Ketua TDA Yogyakarta Achmad Sirojudin mengatakan peserta dibekali strategi memanfaatkan TikTok untuk meningkatkan kunjungan ke toko offline.
Memahami Algoritma TikTok
Peserta mempelajari cara kerja algoritma TikTok dalam mendistribusikan konten. Mereka juga dibekali teknik membuat konten yang mudah dikenali sistem agar menjangkau audiens yang tepat.
Materi lainnya mencakup penyusunan hook dan konten yang mampu meningkatkan durasi tontonan (watch time). Peserta juga mempelajari cara mengubah penonton menjadi calon pelanggan dan mendorong mereka datang ke toko.
Selain itu, narasumber menjelaskan cara mengoptimalkan profil (bio) TikTok agar lebih profesional dan meningkatkan kepercayaan calon pelanggan. Testimoni, ulasan produk atau jasa, serta pengelompokan konten juga dibahas sebagai strategi membangun kredibilitas bisnis.
Dorong Peningkatan Penjualan
Achmad mengatakan edukasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha memanfaatkan TikTok. Tidak hanya untuk meningkatkan engagement, tetapi juga mendorong kunjungan pelanggan ke toko dan meningkatkan penjualan.
Ia berharap peserta segera menerapkan materi yang diperoleh untuk mengembangkan akun TikTok bisnis, membuat konten yang lebih efektif, memperluas jangkauan pasar, serta membangun kepercayaan pelanggan.
Edukasi Digelar Rutin
Achmad menegaskan TDA Yogyakarta akan terus menggelar edukasi bisnis dengan tema yang disesuaikan kebutuhan pelaku usaha.
“Komunitas Pengusaha TDA Yogyakarta berkomitmen menghadirkan kegiatan edukasi dan networking secara rutin dengan narasumber yang kompeten. Kami berharap TDA Yogyakarta menjadi wadah belajar, bertumbuh, dan berkolaborasi bagi pelaku usaha agar mampu menghadapi perkembangan dunia bisnis dan digital yang terus berubah,” harapnya.
