Rakerda TDA Wajo 9.0 Susun Program Kerja Tiga Tahun

Wajo – Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Wajo menggelar Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) TDA Wajo 9.0 pada 23–24 Oktober 2026 di Taman Wisata Puncak Bila, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Gelaran itu mengusung tema Menyatukan Visi, Menyusun Aksi, Menciptakan Dampak. Kegiatan ini menjadi forum penyelarasan arah organisasi dan penyusunan program kerja untuk tiga tahun masa kepengurusan.
Sebanyak 60 pengurus atau pelayan organisasi mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, kepala divisi, serta anggota tim dari masing-masing divisi. Dalam RAKERDA tersebut, sembilan divisi memaparkan rancangan program kerja yang akan menjadi arah kegiatan selama masa kepengurusan.
Kesembilan divisi itu meliputi Divisi Edukasi, Gen TDA, Markom, Perempuan, TDA Peduli, Fun, Pelayanan dan Data, Event, serta Eksternal.
Sejumlah program yang dipaparkan antara lain TDA Camp, Kelompok Mentoring Bisnis (KMB), TDA Mampir, Sahabat Markom, Peduli Member, Member Mate, Market Day, TDA Umroh, Riadho, dan Fun Run. Program-program tersebut dirancang untuk mendukung pertumbuhan anggota sekaligus memperkuat organisasi.
Ketua TDA Wajo 9.0, Muhammad Syahrul, menjelaskan bahwa RAKERDA menjadi ruang untuk menyatukan arah gerak dan komitmen seluruh pengurus dalam melayani anggota.
“Bagi kami, RAKERDA merupakan ruang untuk menyatukan arah dan komitmen dalam melayani member TDA Wajo. Setiap program yang dibahas perlu memiliki tujuan yang jelas, realistis dijalankan, dan memberi dampak nyata. Masukan dari antardivisi semakin menguatkan dan menyempurnakan program yang ada,” jelasnya.
Dia menegaskan, selama tiga tahun kepengurusan TDA Wajo 9.0 ingin membangun komunitas yang semakin aktif, saling menguatkan, dan tersistem. Dengan begitu, semakin banyak anggota yang bisnisnya bertumbuh dan semakin luas manfaat yang dapat diberikan kepada daerah.
Kolaborasi Divisi Matangkan Program Kerja
Selain pemaparan program, RAKERDA juga menjadi ruang bagi divisi lain dan Tim Alpha untuk memberikan masukan terhadap rancangan yang disampaikan.
“Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perlunya menyusun jadwal kegiatan berdasarkan kebutuhan program dan anggota, serta memastikan setiap rencana dapat diwujudkan dalam aksi nyata,” ungkapnya.
Kolaborasi lintas divisi juga menjadi perhatian dalam pembahasan. Program kerja diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung agar pelayanan kepada anggota dan dampak kegiatan organisasi semakin kuat.
“Dari rangkaian pembahasan tersebut, TDA Wajo 9.0 menempatkan pelayanan dan pemberdayaan anggota sebagai fokus kepengurusan. Perhatian diarahkan pada aspek spiritual, bisnis, dan kesehatan, sekaligus mendorong agar semakin banyak anggota merasakan manfaat bergabung dalam komunitas, termasuk dalam kehidupan keluarga dan pengembangan usaha,” katanya.
Penyelarasan program juga mencakup penyempurnaan rancangan berdasarkan masukan, pembagian tanggung jawab, penyusunan jadwal, penentuan indikator keberhasilan, serta evaluasi secara berkala.
Melalui RAKERDA ini, TDA Wajo 9.0 berupaya membangun komunitas sebagai ruang belajar dan kolaborasi yang semakin bermanfaat bagi anggotanya.
“Dengan arah kerja yang diselaraskan sejak awal kepengurusan, program-program tiga tahun ke depan diharapkan dapat dijalankan secara lebih terarah dan memberikan kontribusi bagi perkembangan anggota maupun daerah,” pungkasnya.
