Konten Media Partner

TDA 9.0 Buka Kolaborasi Keuangan Syariah di AFSI Impact Connect 2026

TDAverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA 9.0 Buka Kolaborasi Keuangan Syariah di AFSI Impact Connect 2026
zoom-in-whitePerbesar

Jakarta, - Direktorat Corporate & Investor Relations Tangan Di Atas (TDA) 9.0 menghadiri AFSI Impact Connect 2026, forum yang mempertemukan pemangku kepentingan dalam ekosistem keuangan dan ekonomi digital syariah Indonesia.

Kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) itu berlangsung Senin (21/9) pukul 09.00–13.00 WIB di Kantor Pusat Allianz Syariah, Podium Lantai 5, World Trade Centre (WTC) 3, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

TDA diwakili Director Corporate & Investor Relations TDA 9.0 Firdaus Usman bersama Komala Dewi AD dari tim Direktorat Corporate & Investor Relations TDA 9.0.

Director Corporate & Investor Relations TDA 9.0, Firdaus Usman bersama Sekretaris Umum AFSI, Vikra Ijas, dalam gelaran AFSI Impact Connect 2026. dok/tda

Mengusung tema “Connecting Voices, Creating Value: Moving from Halal to Hasan, Uniting the Ecosystem, and Scaling Our Impact”, AFSI Impact Connect 2026 mempertemukan lebih dari 100 perwakilan regulator, lembaga keuangan, industri fintech syariah, startup halal, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.

Rangkaian kegiatan meliputi pelantikan Badan Pengurus Harian AFSI periode 2026–2029, talkshow inspiratif, showcase inovasi, serta networking ekosistem ekonomi digital syariah. Kepengurusan baru AFSI periode 2026–2029 dipimpin Muhamad Ismail sebagai ketua umum.

Kehadiran TDA dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring strategis sekaligus membuka penjajakan kolaborasi antara jaringan pengusaha TDA dengan pelaku industri keuangan dan teknologi syariah.

Director Corporate & Investor Relations TDA 9.0 Firdaus Usman mengatakan, perkembangan industri keuangan syariah perlu semakin terhubung dengan kebutuhan nyata para pengusaha. Khususnya dalam pengelolaan arus kas, akses pembiayaan, perlindungan risiko, investasi, digitalisasi, dan ekspansi usaha.

“Bagi TDA, literasi keuangan syariah tidak boleh berhenti pada pemahaman konsep. Para pengusaha perlu dapat melihat, mengakses, dan merasakan manfaatnya secara langsung dalam pengelolaan serta pertumbuhan bisnis. AFSI Impact Connect mempertemukan para inovator dengan komunitas pengguna, dan TDA dapat mengambil peran sebagai jembatan agar berbagai solusi yang tersedia semakin relevan serta mudah digunakan oleh pelaku usaha,” ujar Firdaus.

Peluang pengembangan keuangan syariah di Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,42 persen. Sedangkan indeks inklusinya baru mencapai 13,41 persen.

Data tersebut menunjukkan pengembangan produk keuangan syariah perlu berjalan beriringan dengan edukasi yang mudah dipahami, peningkatan kepercayaan masyarakat, perluasan akses, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Semangat bergerak dari “halal” menuju “hasan” menegaskan bahwa keuangan syariah tidak cukup hanya memenuhi prinsip dan ketentuan syariah. Produk dan layanannya juga harus menghadirkan kebaikan, kemudahan, relevansi, inklusivitas, serta dampak nyata bagi masyarakat dan sektor usaha.

Menurut Firdaus, komunitas pengusaha seperti TDA memiliki posisi strategis sebagai kanal edukasi, penghubung kebutuhan pasar, ruang pengujian produk, serta mitra aktivasi bagi lembaga keuangan dan perusahaan teknologi.

“TDA memiliki jaringan pengusaha dari berbagai sektor dan daerah. Kekuatan jaringan ini dapat dikolaborasikan dengan inovasi yang dimiliki anggota dan mitra AFSI. Namun, kolaborasi tersebut harus diarahkan pada program yang konkret, mudah dieksekusi, dan memberikan manfaat terukur bagi pertumbuhan usaha anggota,” jelas Firdaus.

Peluang kolaborasi yang dapat dijajaki antara lain program literasi dan financial health bagi pengusaha, pengenalan serta onboarding produk keuangan syariah, business matching, perluasan akses pembiayaan, perlindungan usaha, pemanfaatan teknologi finansial, serta aktivasi bersama bagi anggota TDA di wilayah dan daerah.

Dalam agenda showcase, sebanyak 20 startup anggota AFSI menampilkan berbagai inovasi digital, mulai dari tokenisasi real-world assets, social finance, kecerdasan buatan, layanan perbankan syariah, hingga teknologi blockchain.

Ragam inovasi tersebut memperlihatkan fintech syariah memiliki cakupan luas dan berpotensi mendukung berbagai kebutuhan pelaku usaha. Teknologi tidak hanya digunakan untuk transaksi, tetapi juga dapat mendukung pembiayaan, pengelolaan aset, penghimpunan dana sosial, perlindungan risiko, efisiensi operasional, dan perluasan akses pasar.

Direktorat Corporate & Investor Relations TDA 9.0 selanjutnya akan memetakan peluang kerja sama yang paling relevan untuk ditindaklanjuti. Proses tersebut mempertimbangkan kebutuhan anggota, kesiapan mitra, kemudahan implementasi, serta potensi dampak yang dapat dihasilkan.

Kehadiran TDA dalam AFSI Impact Connect 2026 sekaligus menegaskan komitmen organisasi untuk terus memperluas hubungan strategis dengan korporasi, lembaga keuangan, investor, asosiasi, regulator, dan penyedia teknologi.

Melalui kolaborasi lintas ekosistem, TDA berharap dapat membuka lebih banyak akses, peluang, dan solusi bagi para pengusaha sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital syariah Indonesia yang semakin inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

TENTANG TANGAN DI ATAS

Tangan Di Atas (TDA) merupakan komunitas pengusaha yang mendorong anggotanya untuk terus bertumbuh melalui pembelajaran, pendampingan, kolaborasi, dan perluasan jejaring bisnis. Melalui Direktorat Corporate & Investor Relations TDA 9.0, TDA membangun hubungan strategis dengan korporasi, lembaga keuangan, investor, pemerintah, asosiasi, dan berbagai mitra ekosistem untuk menciptakan peluang serta manfaat nyata bagi para anggotanya.

TENTANG AFSI

Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) merupakan wadah kolaborasi para pelaku industri fintech syariah dan pemangku kepentingan terkait. AFSI mendorong inovasi, literasi, penguatan tata kelola, serta pengembangan ekosistem keuangan digital syariah yang inklusif dan berkelanjutan.