TDA 9.0 Dorong Anggota dari Belajar hingga Memberi Dampak

Jakarta - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) memulai arah baru kepengurusan TDA 9.0 melalui Kick-Off TDA 9.0, Minggu (9/8). TDA membawa konsep “Butuh–Betah” dan Academy of Entrepreneur.
Kegiatan berlangsung pukul 12.30 WIB secara daring melalui Zoom. Di bawah kepemimpinan Ferdian Brilian, Presiden TDA 9.0, konsep Butuh–Betah diarahkan untuk membuat TDA semakin relevan dengan kebutuhan pengusaha sekaligus membangun lingkungan yang membuat anggota terus bertumbuh dan berkontribusi.
“Butuh” menempatkan relevansi sebagai titik awal. Ketika entrepreneur membutuhkan pengetahuan, mentor, jejaring, pengembangan bisnis, maupun akses untuk bertumbuh, TDA diharapkan mampu menghadirkan ekosistem yang sesuai dengan tahapan perjalanan bisnis mereka.
Sementara itu, “Betah” tidak hanya dimaknai sebagai mempertahankan keanggotaan, tetapi juga membangun rasa memiliki dan kontribusi. Anggota yang telah berkembang dan mencapai keberhasilan dalam bisnis diharapkan kembali ke dalam ekosistem untuk berbagi pengalaman, menjadi mentor, dan membantu entrepreneur yang sedang memulai atau berada pada tahap pertumbuhan.
Arah tersebut diterjemahkan melalui konsep Academy of Entrepreneur. Perjalanan pengembangan anggota diarahkan dari belajar, berkembang, memimpin, hingga memberi dampak. Pendekatan ini menjadi salah satu fondasi TDA 9.0 dalam membangun proses pembelajaran kewirausahaan yang berkelanjutan.
Lima Jalur Pengembangan Entrepreneur
Dedy Syandera Putera, Chief Entrepreneur Development TDA 9.0, dalam paparannya menjelaskan pengembangan entrepreneur melalui kerangka L.E.A.D.S yang terhubung dengan lima direktorat utama: Digital Education, Startup Academy, Growth Academy, Employee Building, dan Corporate Academy.
Pada pilar Learn, Digital Education diarahkan untuk memperluas pembelajaran berbasis digital dengan target memberdayakan 1.000 entrepreneur selama periode TDA 9.0.
Pilar Execute dikembangkan melalui Startup Academy dengan target pengembangan 100 Certified Business Mentors. Kehadiran mentor menjadi bagian penting karena pembelajaran tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi juga pengalaman praktis dari entrepreneur yang telah melalui berbagai tahapan membangun bisnis.
Selanjutnya, Accelerate melalui Growth Academy menargetkan 1.000 entrepreneur naik kelas. Development of People melalui Employee Building diarahkan untuk mendorong terbentuknya 1.000 high-performing employees di dalam bisnis anggota.
Pada tahap lebih lanjut, Sustain Impact melalui Corporate Academy menargetkan terbentuknya 50 perusahaan yang berkelanjutan dan memberi dampak.
Seluruh angka tersebut merupakan target pengembangan selama tiga tahun kepengurusan TDA 9.0, bukan capaian yang telah terealisasi.
Dari Penerima Manfaat Menjadi Pemberi Dampak
Salah satu unsur yang ingin diperkuat melalui Academy of Entrepreneur adalah siklus kontribusi antarpengusaha. Entrepreneur yang baru memulai dapat belajar dari mereka yang telah lebih dahulu membangun dan mengembangkan bisnis.
Sementara itu, anggota yang telah sukses mendapatkan ruang untuk berbagi pengalaman dan menjadi mentor.
Dalam materi yang disampaikan pada Kick-Off TDA 9.0, Dedy merangkum semangat tersebut melalui prinsip, “Nobody Builds Great Business Alone.”
Prinsip itu kemudian diterjemahkan dalam perjalanan Bersama Belajar, Bersama Bertumbuh, Bersama Naik Kelas, dan Bersama Memberi Dampak.
Model tersebut diharapkan membuat proses pengembangan anggota tidak berhenti ketika bisnis seseorang tumbuh. Sebaliknya, semakin tinggi tahap perkembangan seorang entrepreneur, semakin besar pula peluangnya untuk kembali berkontribusi kepada ekosistem.
Kontribusi itu dapat dilakukan melalui mentoring, berbagi pengalaman, pengembangan sumber daya manusia, maupun kolaborasi bisnis.
Mukernas Akan Bahas Strategi Implementasi
Kick-Off TDA 9.0 menjadi tahap penyamaan arah strategis sebelum konsep tersebut diterjemahkan lebih lanjut ke dalam program dan mekanisme operasional.
Termasuk di dalamnya adalah bagaimana anggota nantinya dipetakan berdasarkan kebutuhan dan tahap perkembangan bisnis. Dengan begitu, mereka dapat memperoleh jalur pembelajaran yang relevan melalui Digital Education, Startup Academy, Growth Academy, Employee Building, maupun Corporate Academy.
Melalui pendekatan tersebut, TDA 9.0 ingin membangun ekosistem kewirausahaan yang tidak hanya menghadirkan kegiatan, tetapi membentuk perjalanan pengembangan entrepreneur secara berkelanjutan. Mulai dari memperoleh pengetahuan, mengembangkan bisnis dan tim, mengambil peran kepemimpinan, hingga memberi dampak kepada entrepreneur lainnya.
