TDA 9.0 Gandeng Asia Coach Perkuat Pengembangan Entrepreneur

Tangerang - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) 9.0 memperkuat pengembangan kapasitas entrepreneur Indonesia melalui kolaborasi dengan Asia Coach. Kerja sama itu diarahkan untuk mendorong pengusaha tidak hanya memperoleh pengetahuan bisnis, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi aksi, eksekusi, dan pertumbuhan bisnis terukur.
Kolaborasi tersebut dilatarbelakangi kesamaan visi TDA dan Asia Coach dalam memberdayakan entrepreneur Indonesia agar terus bertumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak lebih luas. TDA memiliki ekosistem entrepreneur di berbagai wilayah Indonesia. Sementara Asia Coach memiliki pengalaman, metodologi, dan ekosistem coaching yang berfokus pada pengembangan business, leadership, dan people.
Coach Erry dari Asia Coach Indonesia mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menghadirkan coaching bukan sekadar proses pengembangan individu, tetapi sebagai growth enabler bagi entrepreneur.
“Kami ingin menghadirkan coaching bukan hanya sebagai proses pengembangan individu, tetapi sebagai growth enabler yang membantu para entrepreneur TDA mengembangkan bisnis sekaligus kapasitas dirinya sebagai seorang leader,” ujar Coach Erry.
Mendorong Entrepreneur dari Learning ke Execution
Melalui kolaborasi ini, TDA dan Asia Coach memiliki tujuan lebih besar daripada sekadar meningkatkan jumlah peserta program edukasi. Keduanya ingin menciptakan lebih banyak entrepreneur Indonesia yang memiliki bisnis sehat, tim kuat, serta kapasitas kepemimpinan yang semakin baik.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena tantangan entrepreneur saat ini bukan semata-mata keterbatasan informasi. Berbagai pengetahuan bisnis dapat diperoleh dengan mudah. Tantangan yang lebih besar adalah menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi tindakan, konsistensi, eksekusi, dan hasil.
Karena itu, coaching menjadi salah satu pendekatan untuk menjembatani kesenjangan antara knowledge dan execution.
Asia Coach menggunakan pendekatan applied coaching, yakni coaching yang dekat dengan realitas bisnis dan diarahkan untuk menghasilkan tindakan nyata. Dalam prosesnya, training, mentoring, coaching, business tools, action plan, dan tracking dikombinasikan agar peserta tidak berhenti pada proses pembelajaran.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah ORBIT Coaching Model, yakni Outcome, Resources, Brainstorming, Integration, dan Tracking. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya diajak memahami apa yang perlu dilakukan, tetapi juga menentukan tindakan, mengukur hasil, dan mengevaluasi apakah tindakan tersebut benar-benar menghasilkan pertumbuhan.
Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan. Ukurannya juga mencakup perubahan setelah program berlangsung, mulai peningkatan leadership, kualitas eksekusi, pertumbuhan sales dan profit, produktivitas tim, hingga penguatan sistem bisnis.
TDA melihat tantangan pengusaha saat ini tidak lagi semata-mata terletak pada keterbatasan pengetahuan bisnis. Di tengah dinamika bisnis yang semakin cepat, entrepreneur membutuhkan kemampuan menerjemahkan pengetahuan menjadi keputusan, eksekusi, dan pertumbuhan nyata.
Penguatan leadership, kemampuan membangun tim, serta pendampingan berkelanjutan juga menjadi kebutuhan penting seiring perkembangan bisnis anggota. Karena itu, kolaborasi dengan Asia Coach dinilai relevan untuk melengkapi ekosistem edukasi TDA.
Bagi TDA, kolaborasi dengan Asia Coach menjadi bagian dari upaya memperkuat pilar Edukasi Development TDA 9.0. Pendekatan coaching dan mentoring diharapkan melengkapi proses edukasi yang selama ini dibangun TDA agar anggota tidak hanya memperoleh materi dan wawasan, tetapi juga pendampingan dalam mengimplementasikan pembelajaran di dalam bisnis.
Chief Dedy Syandera Putera, TDA, mengatakan kebutuhan entrepreneur saat ini bukan hanya mendapatkan materi bisnis, tetapi juga pendampingan dan accountability dalam menjalankan rencana yang telah dibuat.
“Kami ingin memastikan bahwa proses pengembangan kapasitas anggota tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi berlanjut pada implementasi dan pertumbuhan yang terukur,” ujarnya.
Sasaran utama program adalah anggota TDA yang memiliki komitmen mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan kapasitas dirinya sebagai entrepreneur dan leader. Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas mentor di lingkungan TDA.
Dengan semakin kuatnya kapasitas mentor, TDA diharapkan mampu membangun multiplier effect. Entrepreneur yang telah berkembang kemudian dapat membantu entrepreneur lainnya untuk tumbuh.
GBM dan Pengembangan Master Mentor TDA
Pasca penandatanganan kerja sama, kolaborasi Asia Coach dan TDA akan diterjemahkan ke dalam sejumlah program aplikatif. Salah satu program strategis yang akan dikembangkan adalah Growth Business Mastery (GBM).
Program tersebut juga akan dikembangkan bersama penguatan Master Mentor TDA dan pendekatan Mentor as a Coach. Dengan demikian, TDA tidak hanya memiliki entrepreneur yang kuat dalam menjalankan bisnis, tetapi juga mentor yang memiliki kemampuan mendampingi pertumbuhan entrepreneur lainnya.
Selain GBM, kolaborasi dapat dikembangkan melalui berbagai program seperti Business Coaching, Leadership Coaching, Coaching & Mentoring Skills, Business Growth Program, Coaching Clinic, hingga pendampingan implementasi bisnis.
Keseluruhan proses tersebut diarahkan dalam ekosistem pembelajaran terintegrasi:
Learn → Practice → Execute → Coach → Measure → Grow.
Dengan pendekatan tersebut, program diharapkan tidak berhenti ketika peserta menyelesaikan suatu kegiatan. Fokus utama justru berada pada perubahan dan pertumbuhan yang terjadi setelah proses pembelajaran.
Kolaborasi ini dirancang memberikan manfaat kepada ekosistem TDA secara luas dan dikembangkan secara bertahap agar dapat menjangkau anggota di berbagai wilayah Indonesia.
Setelah penandatanganan MoU, TDA bersama Asia Coach akan menyusun dan menjalankan roadmap program, termasuk program prioritas yang menjadi tahap awal kolaborasi. Mekanisme keikutsertaan anggota akan disesuaikan dengan masing-masing program, termasuk jadwal, persyaratan peserta, serta mekanisme pendaftaran.
Informasi mengenai pelaksanaan program akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi TDA serta jaringan organisasi TDA di berbagai daerah.
Pelaksanaan program juga diarahkan agar tidak bersifat seremonial atau hanya berlangsung satu kali. TDA dan Asia Coach ingin membangun proses pengembangan entrepreneur yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan kebutuhan anggota, kesiapan mentor, serta kapasitas program.
Presiden TDA 9.0, Ferdian Brillian, menilai kolaborasi dengan Asia Coach memiliki arti strategis dalam memperkuat arah pengembangan entrepreneur di lingkungan TDA.
Menurutnya, TDA memiliki ekosistem entrepreneur yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Tantangannya adalah memastikan ekosistem tersebut mampu menghasilkan proses pembelajaran yang relevan sekaligus mendorong anggota melakukan eksekusi nyata di dalam bisnisnya.
Kolaborasi dengan Asia Coach dinilai dapat melengkapi ekosistem edukasi TDA melalui kompetensi dan metodologi coaching yang mendorong proses pengembangan anggota dari learning menuju execution dan measurable growth.
“Kami ingin semakin banyak entrepreneur TDA yang setelah bertumbuh dapat menjadi leader dan mentor bagi entrepreneur lainnya. Dengan demikian, pertumbuhan yang terjadi tidak hanya dirasakan oleh individu pengusaha, tetapi juga oleh tim, mitra usaha, masyarakat, dan pada akhirnya turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia,” kata Ferdian.
Kolaborasi TDA dan Asia Coach pada akhirnya diarahkan untuk menciptakan dampak lebih luas daripada sekadar pertumbuhan bisnis individu.
Ketika seorang entrepreneur bertumbuh, dampaknya dapat menjalar kepada tim yang dibangun, lapangan pekerjaan yang tercipta, supplier dan partner yang ikut bergerak, hingga masyarakat dan perekonomian secara lebih luas.
Asia Coach memandang business growth selalu dimulai dari people growth. Karena itu, entrepreneur yang ingin dibangun melalui kolaborasi ini bukan hanya entrepreneur yang mampu menjalankan bisnis, tetapi juga leader, mentor, dan multiplier of growth bagi orang-orang di sekitarnya.
Coach Erry menegaskan, penandatanganan MoU antara Asia Coach dan TDA bukan merupakan tujuan akhir, melainkan awal dari proses kolaborasi yang lebih besar.
“This is the beginning of a bigger impact. Dari kolaborasi, menuju pertumbuhan. Dari pertumbuhan, menuju kebermanfaatan. Dan dari kebermanfaatan, kita bersama-sama ikut membangun Indonesia yang lebih kuat.”
Melalui kolaborasi ini, TDA 9.0 dan Asia Coach berharap semakin banyak entrepreneur Indonesia yang mampu naik kelas, bertumbuh secara sustainable, membangun tim yang kuat, serta menciptakan dampak lebih luas bagi ekosistem dan perekonomian Indonesia.
