TDA Banjarbaru 5.0 Fokus Kapasitas, Kolaborasi, dan Regenerasi

Banjarbaru - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Banjarbaru menggelar silaturahmi sekaligus menyampaikan framework kerja TDA 5.0 Banjarbaru. Kegiatan berlangsung di Cafe Nordu 2, Karang Anyar 1, Banjarbaru, Kamis (21/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh calon pengurus TDA 5.0 Banjarbaru dan perwakilan TDA wilayah Kalselteng. Ketua TDA Banjarbaru Ibnu Sofian Hadiyanto mengatakan, kegiatan itu bertujuan menyatukan visi, memperkuat konsolidasi, dan membangun komitmen seluruh pengurus TDA Banjarbaru untuk tiga tahun ke depan.
“Kami ingin setiap pengurus memahami peran dan tanggung jawabnya, sekaligus mengetahui kebutuhan nyata para anggota. Jadi, program yang dijalankan nantinya bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi benar-benar relevan, bisa dieksekusi, memiliki ukuran dampak, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi anggota maupun organisasi,” jelasnya.
Dia menegaskan, selama tiga tahun ke depan program TDA Banjarbaru akan difokuskan pada beberapa bidang. Di antaranya peningkatan kapasitas anggota melalui mentoring bisnis, workshop, kelas bisnis, dan kelompok mastermind atau KMM.
Selanjutnya, memperluas pasar dan kolaborasi melalui business matching, networking, kolaborasi antarmember, serta sinergi dengan pemerintah, perusahaan, lembaga keuangan, kampus, dan komunitas lainnya.
Selain itu, TDA Banjarbaru akan melakukan pendataan dan pemetaan kebutuhan serta jenjang usaha anggota. Dengan begitu, program yang diberikan bisa lebih tepat sasaran, mulai usaha pemula, usaha yang sedang bertumbuh, hingga bisnis yang ingin melakukan ekspansi.
Kemudian, memperkuat regenerasi organisasi dengan menghadirkan anggota dan calon pemimpin baru yang sehat, produktif, serta memiliki semangat kontribusi. TDA Banjarbaru juga akan membangun program yang memiliki model pendapatan atau surplus.
“Agar organisasi mempunyai kas yang sehat dan mampu menjalankan kegiatan secara mandiri serta berkelanjutan. Setiap program akan diuji melalui empat syarat utama dibutuhkan anggota, bisa dieksekusi, mempunyai KPI dampak, dan memiliki model pendapatan atau surplus,” bebernya.
Adapun visi kepengurusan TDA Banjarbaru 5.0 yaitu menjadikan TDA Banjarbaru sebagai ruang bertumbuh dan berkolaborasi bagi para pengusaha, mulai dari yang baru merintis hingga yang sedang menuju skala korporasi. Visi tersebut sejalan dengan semangat yang dibawa TDA pusat, Let’s Go Together.
“Artinya, kami ingin bertumbuh bersama, bukan hanya melahirkan satu atau dua pengusaha sukses. Kami ingin membangun ekosistem yang memungkinkan anggota saling belajar, saling membuka akses, dan saling menguatkan,” pungkasnya.
Sedangkan misi kepengurusan TDA Banjarbaru 5.0 adalah meningkatkan kapasitas dan daya saing anggota, memperluas jejaring dan peluang pasar, membangun kolaborasi yang produktif, memperkuat kaderisasi, serta menciptakan organisasi yang sehat dan mandiri.
“Arah tersebut kami selaraskan dengan program TDA pusat dan nilai-nilai SIBOK, yaitu Silaturahmi, Integritas, Berpikiran Terbuka, Orientasi pada Tindakan, dan Keseimbangan Hidup. Program pusat akan kami terjemahkan sesuai kebutuhan dan kondisi nyata para pengusaha di Banjarbaru,” terangnya.
Dia berharap kegiatan tersebut menjadi titik awal lahirnya kepengurusan yang solid, aktif, dan benar-benar bekerja untuk kebutuhan anggota.
“Kami berharap TDA Banjarbaru tidak hanya dikenal karena banyaknya kegiatan, tetapi karena dampaknya. Dalam tiga tahun ke depan, kami ingin meninggalkan tiga hal anggota yang bertumbuh, regenerasi kepemimpinan yang sehat, dan organisasi yang semakin mandiri,” pungkasnya.
