TDA Banjarmasin Angkat Kisah Jatuh Bangun Pengusaha Lewat Talkshow

Banjarmasin - Menjaga usaha tetap bertahan di tengah tantangan ekonomi membutuhkan lebih dari sekadar keberanian untuk memulai. Pengusaha juga perlu membaca perubahan pasar, mengelola biaya, dan memahami kebutuhan pelanggan.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam talkshow bertajuk “In This Economy, Survive!!” yang digelar dalam rangkaian Serah Terima Amanah (Sertinah) kepengurusan Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Banjarmasin dari periode 8.0 menuju 9.0 di Fugo Hotel Banjarmasin, Selasa (6/10/2026).
Mengusung subtema “Mereka Pernah Jatuh, Pernah Hampir Menyerah, Lalu Apa yang Membuat Mereka Bangkit?”, talkshow ini menghadirkan Bang Qomal, sapaan Putra Qomaluddin Attar Nurriqil, M.I.Kom, pengusaha sekaligus pemilik Restu Guru Promosindo, serta Budi Permana, pemilik Cappuccino Cincau Group Abude.
Dikemas dalam format podcast interaktif, kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai perjalanan usaha, tantangan yang dihadapi pengusaha, dan upaya mempertahankan bisnis di tengah dinamika ekonomi.
Perjalanan Bang Qomal di dunia usaha tidak terlepas dari pengalamannya saat menempuh pendidikan di Yogyakarta. Keterlibatannya dalam organisasi kemahasiswaan, termasuk kegiatan publikasi, promosi, dan pencarian sponsor, memperkenalkannya pada kebutuhan produksi media promosi serta jaringan vendor percetakan.
Pengalaman itu menjadi bekal ketika ia kembali ke Kalimantan Selatan. Dengan modal terbatas, Bang Qomal mulai merintis usaha percetakan dari ruang tamu rumah orang tuanya yang dimanfaatkan sebagai tempat usaha.
Usaha tersebut kemudian berkembang melalui Restu Guru Promosindo, yang bergerak di bidang percetakan, digital printing, periklanan, dan media promosi. Perjalanan ini memperlihatkan bagaimana pengalaman, jaringan, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan dapat menjadi modal awal membangun usaha.
Kisah tersebut relevan bagi pelaku UMKM yang tengah merintis bisnis maupun pengusaha yang berupaya mempertahankan usahanya. Setiap bisnis memiliki tantangan berbeda, tetapi proses belajar dan kemampuan membaca peluang menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan.
Selain Bang Qomal, Budi Permana berbagi pengalaman membangun Cappuccino Cincau Group Abude. Usaha tersebut bermula di Banjarmasin dengan modal awal Rp 3 juta dan peralatan sederhana.
Kisah kedua pengusaha itu memberikan gambaran bahwa perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mulus. Pengusaha harus menghadapi persoalan operasional, perubahan perilaku konsumen, dan tuntutan menjaga keberlangsungan usaha.
Ketua TDA Banjarmasin 9.0, Firman Hikmatullah, menyoroti tekanan yang dihadapi pelaku usaha, termasuk daya beli masyarakat dan biaya operasional. Kondisi tersebut menuntut pengusaha mengevaluasi strategi bisnis secara berkala, mulai dari pengelolaan pengeluaran hingga pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan.
Melalui diskusi interaktif, peserta mendapat kesempatan menyimak pengalaman narasumber dan menghubungkannya dengan tantangan dalam menjalankan usaha masing-masing.
Talkshow tersebut diikuti lebih dari 150 peserta, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pengusaha untuk bertukar pengalaman dan memperoleh perspektif dari perjalanan bisnis orang lain.
Bagi pelaku UMKM, pembelajaran dari sesama pengusaha dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Namun, strategi yang berhasil pada satu bisnis tetap perlu disesuaikan dengan kondisi usaha, karakter pelanggan, dan sumber daya yang tersedia.
Rangkaian Sertinah sekaligus menandai peralihan amanah kepengurusan TDA Banjarmasin dari periode 8.0 menuju 9.0. Komunitas ini memiliki sekitar 500 anggota dan terbuka bagi pengusaha maupun calon pengusaha yang ingin belajar serta mengembangkan kapasitas kewirausahaan.
Melalui kegiatan seperti talkshow ini, TDA Banjarmasin menghadirkan ruang bagi pengusaha untuk saling belajar di tengah tantangan ekonomi. Menjaga bisnis tetap bertahan bukan hanya soal melewati masa sulit, tetapi juga kemampuan mengevaluasi langkah, beradaptasi, dan menemukan cara untuk terus berkembang.
