Konten Media Partner

TDA Blitar Gelar Kopdar Bahas Artificial Intelligence untuk Marketing

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Blitar Gelar Kopdar Bahas Artificial Intelligence untuk Marketing
zoom-in-whitePerbesar

Blitar - Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Blitar menggelar kopi darat (kopdar) di Taman Djadjan Aliza, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Kurniawan Subiantoro atau akrab disapa Kang Wawan untuk berbagi ilmu tentang pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam marketing.

Kang Wawan yang juga owner Argia Academy, sekolah digital marketing yang kini banyak membuka kelas optimasi AI, mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memahami pentingnya penggunaan AI untuk pemasaran. Materi yang disampaikan mulai dari hal fundamental, seperti pola pikir dalam menggunakan AI, hingga sejumlah contoh teknis melalui demonstrasi langsung.

“Inilah evolusi dari SEO, sekarang orang kalau nyari sesuatu ga cuman via Google aja atau Googling, tapi mereka akan mencari juga via tanya AI andalan mereka ini disebut sebagai teknik GEO generative engine optimization,” jelasnya.

Dia menyebutkan, selain generative engine optimization (GEO), ada pula answer engine optimization (AEO). Teknik ini berkaitan dengan kemunculan jawaban di featured snippet oleh AI ketika orang mengajukan pertanyaan melalui Google.

“Ketika rekan rekan udah konsisten ngonten di sosial media bahkan juga upload artikel rutin di webnya, AI akan lebih mengenal bisnis rekan rekan semua bahkan merekomendasikan ke orang orang yg sedang butuh,” jelasnya.

Peserta Antusias Mengikuti Diskusi AI

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang menyimak materi dengan antusias. Diskusi yang semula dijadwalkan berakhir pukul 21.00 WIB bahkan berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.

Ketua TDA Blitar Arief Ervana menegaskan, TDA Blitar berkomitmen membantu pertumbuhan UMKM, khususnya para anggota TDA. Menurut dia, diskusi tentang AI untuk marketing yang dibuka gratis bagi masyarakat umum itu memberikan banyak manfaat.

Antusiasme peserta juga terlihat saat acara berakhir. Arief menyebut banyak peserta menyatakan setuju dan bersedia mengikuti workshop berbayar ketika ditawari kelanjutan diskusi AI tersebut.

“Bahkan, di penghujung acara ketika para peserta ditawari apakah perlu diskusi tentang AI ini dibuatkan workshop berbayar banyak yang menyatakan setuju dan mau ikut. Menurut kang Wawan sendiri, dia biasanya mengajar AI itu minimal 2 hari, jadi 2 jam diskusi kali ini memang ilmunya belum dibagikan semua,” pungkasnya.