TDA Ciamis Buka Ruang Belajar Jualan di Marketplace

Ciamis – Lebih dari 25 pelaku UMKM mengikuti Shopee Seller Bootcamp yang digelar Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Ciamis untuk belajar mengembangkan bisnis melalui marketplace.
Kegiatan berlangsung mulai 19 Juli hingga 6 September 2026. Bootcamp digelar dalam tiga kali pertemuan di Mess Leueut, Maleber, Ciamis. Setiap pertemuan juga menghadirkan peserta baru yang bergabung setelah mendengar pengalaman peserta sebelumnya.
Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Ciamis, tetapi juga Kota Banjar dan Tasikmalaya. Latar belakang usahanya beragam, mulai dari kuliner, produk kecantikan, hingga fesyen.
Salah satu peserta bahkan telah menjalankan bisnis fesyen secara offline selama puluhan tahun. Meski berpengalaman melayani pelanggan secara konvensional, dia kini ingin mempelajari cara memasarkan produknya secara digital agar mampu menjangkau pasar lebih luas.
Ketua TDA Ciamis Andi Rustaman mengatakan transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha yang ingin terus bertumbuh.
“Kami ingin TDA menjadi rumah belajar bagi para pengusaha. Melalui bootcamp ini, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu tentang marketplace, tetapi juga keberanian untuk mulai beradaptasi dengan perubahan cara berjualan di era digital,” ujar Andi.
Belajar Mengelola Toko hingga Strategi Penjualan
Pelatihan menghadirkan Kang Salman Alfarisi, praktisi e-commerce yang telah mengembangkan sejumlah toko sukses di Shopee. Di antaranya Beauteria Official Store, Beauty Hub Official Store, Purelove Official Store, dan Purela Skincare Baby.
Berbekal pengalaman mengelola berbagai kategori produk, Kang Salman membimbing peserta mulai dari membangun toko yang profesional, melakukan riset produk, menyusun foto produk yang menarik, hingga membuat copywriting yang mampu meningkatkan penjualan.
Peserta juga belajar mengoptimalkan SEO Shopee serta memanfaatkan fitur voucher, promosi, dan iklan untuk meningkatkan konversi.
Tidak hanya menyampaikan teori, peserta diajak membedah toko masing-masing. Berbagai kendala yang dihadapi dibahas bersama, mulai dari toko yang sepi pengunjung, produk yang sulit terjual, hingga strategi memperoleh pesanan secara konsisten.
Suasana kelas berlangsung interaktif. Peserta aktif bertanya dan berdiskusi. Mereka juga saling memberikan masukan berdasarkan pengalaman usaha masing-masing.
Bagi sebagian peserta, forum tersebut menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi yang setiap hari bergelut dengan dinamika penjualan di marketplace.
TDA Ciamis Bangun Ekosistem Pengusaha
Menurut Andi, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar TDA Ciamis dalam membangun kualitas pelaku usaha lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai komunitas kepada masyarakat yang lebih luas.
“Alhamdulillah, setiap kegiatan selalu menghadirkan wajah-wajah baru. Banyak yang awalnya datang untuk belajar bisnis, kemudian mengenal TDA lebih dekat dan akhirnya memutuskan bergabung menjadi bagian dari keluarga besar TDA Ciamis. Itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” katanya.
Ia menambahkan, TDA tidak hanya ingin melahirkan pengusaha yang mampu meningkatkan omzet. Komunitas itu juga ingin membangun ekosistem yang saling mendukung, berbagi pengalaman, dan bertumbuh bersama.
Melihat antusiasme peserta yang terus bertambah di setiap pertemuan, Shopee Seller Bootcamp menjadi bukti bahwa kebutuhan pelaku UMKM terhadap pembelajaran digital masih sangat besar.
Di tengah pesatnya perkembangan perdagangan elektronik, ruang-ruang belajar seperti ini dinilai menjadi bekal penting agar pelaku usaha lokal tidak sekadar bertahan, tetapi juga mampu bersaing dan naik kelas di pasar digital.
