TDA Cirebon Gandeng Yayasan Yaum dan PT IDN, Siapkan Beasiswa untuk 50 UMKM

Cirebon - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Cirebon berkolaborasi dengan Yayasan Yaum dan PT Inovator Digital Nusantara (IDN) menyiapkan Program Beasiswa Pengembangan Bisnis bagi 50 pelaku UMKM di Cirebon. Program tersebut diawali dengan workshop Implementasi AI untuk Bisnis pada 24–25 Oktober 2026 di Bentani Hotel, Cirebon.
Kegiatan ini dihadiri Ketua TDA Daerah Cirebon Tendi Murti, Direktur Yayasan Yaum Yusuf, perwakilan PT Inovator Digital Nusantara Hasna, serta praktisi AI Lab Yosia Purba, Miftah Fadli, dan Miftahul Amien.
Tendi Murti mengatakan, penerima beasiswa merupakan pelaku UMKM di Cirebon. Program pendampingan tersebut berlangsung selama satu tahun dengan kuota maksimal 50 peserta.
"Program pendampingan berlangsung selama satu tahun. Kuota maksimal 50 penerima beasiswa dari kalangan UMKM Cirebon," jelasnya.
Dia menyebut, program ini berangkat dari kondisi pelaku UMKM yang memiliki produk dan semangat usaha yang baik, tetapi masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan, pemasaran, operasional, hingga penentuan arah pengembangan bisnis.
Menurutnya, pelatihan singkat belum tentu cukup untuk menjawab berbagai tantangan tersebut. Diperlukan pendampingan berkelanjutan agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
"Kemampuan memanfaatkan teknologi digital dan AI juga perlu diperkuat sesuai kebutuhan usaha. Sehingga TDA Cirebon membantu UMKM Cirebon mengelola dan mengembangkan usaha secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan melalui pendampingan satu tahun, penguatan manajemen, pemasaran, keuangan, operasional, serta penerapan teknologi digital dan AI," bebernya.
Tendi mengatakan, program ini juga bertujuan memperluas jejaring pengusaha, akses mentor, serta kesempatan memperkenalkan perkembangan usaha kepada calon investor.
Materi workshop meliputi penyusunan asisten AI yang memahami karakteristik usaha, pengelolaan data untuk alur kerja bisnis, penerapan AI dalam pemasaran, keuangan, dan operasional, serta pembuatan website, dashboard, dan chatbot berbantuan AI.
"Program dilanjutkan dengan pendampingan bisnis selama satu tahun, pembelajaran bersama enam mentor ahli, identifikasi tantangan usaha, pemantauan perkembangan, dan penyusunan langkah perbaikan. Pada akhir pendampingan, peserta berkesempatan mempresentasikan perkembangan usaha kepada calon investor," ungkapnya.
Dia berharap peserta dapat memahami kondisi usaha masing-masing, memiliki arah pengembangan dan langkah perbaikan yang jelas, serta meningkatkan kemampuan manajemen dan penggunaan teknologi.
Selain itu, peserta diharapkan mampu memperluas jejaring dan membuka peluang pengembangan usaha. Selama satu tahun, perkembangan bisnis peserta akan dipantau melalui pendampingan dan pembelajaran bersama enam mentor ahli.
"Pada akhir program, peserta berkesempatan mempresentasikan perkembangan usaha kepada calon investor untuk memperluas jejaring dan akses pengembangan bisnis tidak ada jaminan pendanaan investasi," katanya.
Kolaborasi Tiga Pihak Dukung UMKM Cirebon
Program Beasiswa Pengembangan Bisnis ini merupakan hasil kerja sama TDA Daerah Cirebon, Yayasan Yaum, dan PT Inovator Digital Nusantara.
Dalam kolaborasi tersebut, PT Inovator Digital Nusantara memberikan dukungan beasiswa bagi pelaku UMKM di Cirebon melalui Yayasan Yaum. Selanjutnya, program diimplementasikan bersama TDA Daerah Cirebon.
"Kami ingin setelah satu tahun mengikuti program, peserta tidak lagi bingung menentukan langkah bisnisnya. Mereka memiliki arah yang jelas, memahami kondisi usahanya, dan mengetahui strategi apa yang harus dilakukan untuk bertumbuh," paparnya.
Sementara itu, Yusuf menambahkan, kolaborasi antara yayasan dan para pengusaha sangat penting. Dia meyakini kemajuan UMKM akan lebih maksimal apabila terjalin kerja sama yang baik antara lembaga sosial, dunia usaha, dan komunitas pengusaha.
Masing-masing pihak memiliki kekuatan yang dapat saling melengkapi.
Hasna juga menyampaikan bahwa digitalisasi bisnis bukan hanya kebutuhan perusahaan besar. Pelaku UMKM perlu memahami pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pengelolaan usaha.
"UMKM juga harus memahami bagaimana teknologi bisa membantu mereka mengelola usaha dengan lebih baik. Mulai dari pencatatan keuangan, pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga penggunaan AI untuk meningkatkan produktivitas," pungkasnya.
