TDA Malang dan HIPMI Malang Bedah Strategi Content Storytelling

Malang - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Malang kembali menghadirkan ruang belajar bagi pelaku usaha melalui program Ngipok Spesial, Minggu (13/9). Kali ini, kegiatan digelar berkolaborasi dengan HIPMI Malang.
Kegiatan berlangsung di Diavel Coffee dengan dukungan Mengantar. Pemateri yang dihadirkan adalah Ryan Nira dari Inside Hira. Dia membawakan materi mengenai content storytelling, khususnya cara membangun konten yang tidak sekadar ramai, tetapi mampu terhubung dengan konsumen dan menghasilkan aksi.
Kegiatan dibuka Ketua TDA Malang 9.0 Galih Tri Pamungkas. Dalam sambutannya, Galih menyampaikan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan program yang semakin memberikan dampak bagi anggota komunitas.
“Ryan Nira ini salah satu guru saya. Semoga materi yang disampaikan hari ini bisa membantu teman-teman. Ke depan, kami berharap program Ngipok bisa semakin berdampak lagi,” ujarnya.
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari member TDA Malang, HIPMI Malang, serta jajaran pengurus kedua komunitas.
Membongkar Proses Membangun Konten
Ryan Nira mengajak peserta membedah proses membangun konten dari dasar. Peserta diajak memahami pentingnya menentukan core message dan mengenali insight dari sisi brand maupun konsumen.
Materi kemudian berlanjut pada penyusunan brand manifesto, penentuan content pillar, hingga pengembangan ide cerita menjadi premis dan script. Ryan juga menjelaskan perbedaan antara story dan telling.
“Story berkaitan dengan apa yang ingin diceritakan, sedangkan telling berkaitan dengan bagaimana cerita tersebut dikemas agar dapat diterima audiens,” jelasnya.
Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa konten tidak harus selalu berorientasi pada penjualan. Konten dapat bekerja pada level produk, konten, hingga brand.
“Karena itu, setiap konten perlu memiliki tujuan dan pesan yang jelas,” terangnya.
Diskusi Empat Jam
Kegiatan berlangsung kurang lebih empat jam. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada pemateri.
Pertanyaan yang muncul antara lain bagaimana menemukan ide cerita, menentukan hook, memilih format konten, hingga menghubungkan cerita dengan kebutuhan konsumen.
Diskusi dua arah membuat sesi Ngipok Spesial tidak hanya menjadi ruang menerima materi. Kegiatan tersebut juga menjadi forum untuk membedah persoalan konten yang dihadapi langsung para pelaku usaha.
Melalui kolaborasi TDA Malang dan HIPMI Malang, Ngipok Spesial diharapkan menjadi salah satu ruang belajar yang memberikan manfaat nyata bagi pengusaha sekaligus memperkuat sinergi antar komunitas pengusaha di Malang.
Konten, pada akhirnya, bukan sekadar dibuat agar ramai. Konten harus memiliki pesan, cerita, dan tujuan yang jelas agar dapat terhubung dengan konsumen.
