Konten Media Partner

TDA Palembang Bekali 500 Pengusaha melalui Inspirasi dan Mentoring Bisnis

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pesta Wirausaha Sriwijaya 2026 mempertemukan pelaku usaha dengan praktisi bisnis serta menghadirkan kelas mentoring terkurasi bagi 25 peserta.

TDA Palembang Bekali 500 Pengusaha melalui Inspirasi dan Mentoring Bisnis
zoom-in-whitePerbesar

PALEMBANG – Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Palembang membekali sekitar 500 pengusaha dan pelaku UMKM melalui Panggung Inspirasi, talkshow, serta mentoring bisnis dalam rangkaian Pesta Wirausaha Sriwijaya 2026 di Ballroom Kantor OJK Sumatera Selatan, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan hasil kolaborasi TDA Palembang, OJK Sumatera Selatan, dan Program 100.000 Sultan Muda Sumsel itu juga menghadirkan kelas mentoring bisnis bagi 25 peserta yang telah melalui proses kurasi.

Pesta Wirausaha Sriwijaya 2026 dibuka oleh Asisten II, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bersama Kgs. M. Aditya, Founder Songket Pash; Obay Minoral, Founder Teh Aba; dan dr. Dina Oktaviany. Sesi tersebut dipandu Husni Wirya Kusuma.

Pada sesi Panggung Inspirasi, peserta memperoleh pembelajaran dari Hengki Yuliansyah, CEO Akira Training Center, dengan Ari Derta sebagai moderator. Sesi berikutnya menghadirkan Muhammad Haikal, CEO Tiento sekaligus Director Corporate Academy TDA Pusat 9.0, yang dipandu Muklis Budi Rackman.

Materi yang disampaikan menekankan pentingnya kemauan untuk terus belajar, mengevaluasi bisnis, menentukan pasar yang jelas, dan memperkuat posisi merek. Peserta juga diajak memahami bahwa pertumbuhan usaha memerlukan proses, diskusi, jejaring, dan keberanian mengambil keputusan.

“Ini bukan sekadar event, tetapi sebuah perjalanan yang dipenuhi proses belajar, diskusi, inspirasi, dan kolaborasi. Setiap bisnis besar selalu dimulai dari satu keputusan besar: mau bertumbuh,” ujar Hengki Yuliansyah.

Muhammad Haikal menambahkan, kejelasan pasar menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun merek.

“Dalam membangun brand, kita harus menentukan market yang ingin dilayani. Semakin spesifik kategorinya, semakin kuat posisi brand tersebut. Untuk menang, bisnis tidak harus selalu bertarung melalui harga,” kata Haikal.

Mentoring Terbatas untuk Mendorong Pertumbuhan Usaha

Selain talkshow dan Panggung Inspirasi, panitia menyelenggarakan kelas mentoring khusus bagi 25 peserta yang telah melalui proses kurasi.

Sesi pertama dipandu Coach Rofiq, sedangkan sesi kedua dibawakan Coach H. Apran, Founder SIT Fathona dan SIT Khalifah Annizam. Mentoring dirancang membantu peserta mengenali kondisi bisnis, menentukan prioritas pembenahan, dan menyusun langkah pertumbuhan sesuai tahapan usaha.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu pengusaha bergerak dari tahap fondasi menuju tahap pertumbuhan dan korporasi. Namun, perkembangan setiap peserta tetap memerlukan proses pendampingan dan evaluasi lanjutan setelah acara.

Menurut panitia, peserta memberikan respons positif terhadap rangkaian Pesta Wirausaha Sriwijaya 2026. Kelas mentoring menjadi salah satu sesi yang paling diapresiasi karena memberi ruang diskusi yang lebih terbatas sehingga peserta dapat membahas tantangan bisnis secara lebih mendalam.

Memperkuat Ekosistem Pengusaha Sumatera Selatan

Ketua panitia sekaligus perwakilan TDA Palembang, Muklis Budi Rackman, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus ajang pertemuan bagi para pengusaha di Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan itu, TDA Palembang ingin memperkuat perannya sebagai rumah bersama bagi para pengusaha untuk belajar, bertumbuh, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring yang saling mendukung.

Ke depan, TDA Palembang juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas, organisasi, lembaga pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk menghadirkan lebih banyak program edukasi dan pengembangan kewirausahaan di Sumatera Selatan.

Tentang Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas

Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas merupakan organisasi kewirausahaan yang berdiri sejak 2006 dengan visi menjadi komunitas pengusaha yang memberikan kontribusi positif bagi peradaban.

TDA memiliki lebih dari 62.000 anggota yang tersebar di 119 daerah, 29 wilayah, serta memiliki perwakilan di lima negara. Organisasi ini menjalankan berbagai program edukasi, mentoring, workshop, pengembangan komunitas, business matching, kolaborasi ekosistem, dan kegiatan sosial untuk memperkuat kepemimpinan, kapabilitas, serta jejaring entrepreneur Indonesia.