TDA Perempuan Wajo Ajak Anggota Jaga Semangat Ibadah saat Mengalami Futur

Wajo – Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Perempuan Wajo menggelar kegiatan taklim bertema Semangat Ibadah Turun, Bagaimana Seorang Mukmin Menyikapi Futur pada Jumat (11/9/2026), pukul 13.30 WITA, di Masjid Ida Royani, Wajo. Kegiatan yang menghadirkan Nur Faizah sebagai pemateri tersebut diikuti anggota TDA Perempuan Wajo dan masyarakat umum.
Tema tersebut diangkat dari kenyataan bahwa perjalanan iman seorang muslim tidak selalu berada dalam kondisi yang sama.
Ada masa ketika semangat beribadah terasa kuat, tetapi ada pula saat seseorang merasa lelah, kehilangan motivasi, atau mulai lalai menjalankan ibadah.
Dalam taklim tersebut, peserta diajak memahami makna futur, yakni kondisi ketika semangat beribadah mengalami penurunan.
Kondisi ini perlu disikapi dengan kesadaran dan upaya memperbaiki diri, bukan dibiarkan hingga menjauhkan seseorang dari Allah.
Perempuan yang akrab disapa Bunda Nur Faizah itu membahas sejumlah hal, mulai pengertian futur, pentingnya tidak menganggap remeh penurunan semangat ibadah, hingga cara seorang mukmin merespons kondisi tersebut.
Dia juga mengajak peserta mengingat kematian dan menjadikan berbagai ujian, termasuk musibah dan bencana, sebagai momentum untuk mengevaluasi diri serta kembali mendekat kepada Allah.
"Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah bahwa ketika semangat ibadah menurun, seorang Muslim tidak seharusnya menjauh dari Allah.
Sebaliknya, fase tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan-Nya dan membangun kembali konsistensi dalam beribadah," jelasnya.
Taklim Berlanjut dari Periode TDA 8.0
Ketua TDA Perempuan Wajo Amalia mengatakan, program taklim tersebut telah berjalan sejak periode TDA 8.0 dan berlanjut pada periode TDA 9.0.
Selain menjadi ruang pembelajaran keagamaan, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk mengenal komunitas TDA Perempuan Wajo.
"Adanya kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperoleh pengingat untuk mengevaluasi diri, membangun kembali konsistensi ibadah, serta saling mendukung melalui lingkungan yang positif," jelasnya.
Salah satu respons peserta yang mengemuka adalah rasa syukur atas terselenggaranya taklim dengan tema yang mengingatkan kembali tentang kematian.
Pengingat tersebut menjadi bagian dari refleksi agar setiap orang tidak menunda perbaikan diri dan tetap berupaya menjaga kedekatan dengan Allah.
Melalui kegiatan ini, TDA Perempuan Wajo melanjutkan ruang belajar bersama yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan diri dan jejaring, tetapi juga memberi perhatian pada penguatan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan anggota.
