Konten Media Partner

TDA Sinjai Dorong UMKM Bangun Sistem agar Bisnis Tak Bergantung pada Pemilik

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Sinjai Dorong UMKM Bangun Sistem agar Bisnis Tak Bergantung pada Pemilik
zoom-in-whitePerbesar

Sinjai - Ketika usaha mulai berkembang, pemilik tidak bisa selamanya menjadi orang yang mengerjakan sekaligus mengawasi seluruh aktivitas bisnis. Karena itu, kemampuan membangun sistem penting agar bisnis dapat berjalan konsisten tanpa seluruh pekerjaan bergantung pada pemilik.

Persoalan tersebut menjadi pembahasan utama dalam Sharing Session TDA Sinjai bertema “Operasional dan Sistem Bisnis (SOP & Sistem)” di Macca Tech, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Kamis (24/9/2026). Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.30 WITA dan berlangsung hampir dua jam.

Kegiatan menghadirkan Adryan Yudhistira, Founder Yotta Indonesia sekaligus Sekretaris Wilayah TDA Sulsel 1, sebagai pemateri. Ia membagikan perspektif mengenai cara pelaku usaha membangun sistem agar pekerjaan lebih mudah dipahami dan dijalankan oleh tim.

Salah satu prinsip yang ditekankan Adryan adalah sistem tidak seharusnya dibuat hanya untuk orang tertentu yang sudah sangat memahami bisnis.

“Prinsip dasar membuat sistem, bahwa sistem harus bisa dijalankan oleh orang-orang dengan level keahlian serendah mungkin.”

Prinsip tersebut relevan bagi UMKM yang selama ini masih sangat bergantung pada pemilik. Dalam kondisi seperti itu, berbagai keputusan dan pekerjaan sering kali hanya dapat dilakukan pemilik karena prosesnya belum terdokumentasi atau belum memiliki standar yang jelas.

Adryan juga menekankan pentingnya memperhatikan proses, bukan hanya mengejar hasil. Dalam materi yang disampaikan, proses disebut sebagai “jantungnya bisnis” karena pencapaian hasil sangat berkaitan dengan bagaimana pekerjaan dilakukan secara konsisten.

Pembahasan kemudian mengarah pada empat fundamental perusahaan, yakni high standard, management control, management skills (people), dan organisasi.

Keempat aspek tersebut menunjukkan bahwa membangun bisnis yang siap berkembang tidak hanya berkaitan dengan penjualan. Pelaku usaha juga perlu memiliki standar kerja yang jelas, kemampuan melakukan kontrol manajemen, kemampuan mengelola orang, serta organisasi yang mampu menopang operasional bisnis.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak memahami sejumlah tahapan dalam membangun sistem, mulai dari pemetaan tanggung jawab dan proses bisnis, memecah proses menjadi tahapan kerja, menetapkan standar, menyusun management system dan prosedur, melakukan perbaikan berkelanjutan, mengembangkan tim, hingga melakukan audit kepatuhan.

Bagi UMKM, penerapan sistem tersebut dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari. Pemilik dapat mengidentifikasi pekerjaan utama, menentukan siapa yang bertanggung jawab, menetapkan standar kerja, lalu mendokumentasikan cara kerja agar dapat dipahami dan dijalankan anggota tim.

Langkah tersebut semakin penting ketika usaha mulai bertumbuh. Bertambahnya pelanggan, transaksi, produk, dan anggota tim dapat meningkatkan beban pemilik apabila seluruh aktivitas masih terpusat pada satu orang.

Dengan sistem dan pembagian kerja yang lebih jelas, pemilik usaha dapat secara bertahap mengurangi ketergantungan operasional terhadap dirinya sendiri. Waktu dan perhatian kemudian dapat lebih banyak diarahkan pada pengembangan bisnis, pengambilan keputusan, dan penciptaan peluang pertumbuhan.

Pembelajaran mengenai sistem bisnis juga sejalan dengan arah Entrepreneur Development TDA 9.0, yang menempatkan pengembangan kapasitas bisnis, pertumbuhan usaha, penguatan tim, dan keberlanjutan perusahaan sebagai bagian dari perjalanan pengembangan entrepreneur.

Melalui Sharing Session ini, TDA Sinjai menghadirkan ruang belajar yang membahas persoalan praktis dalam pengelolaan usaha.

Bagi pelaku UMKM, membangun sistem menjadi salah satu langkah untuk mengubah bisnis yang bergantung pada pemilik menjadi bisnis yang memiliki standar, proses, dan tim yang mampu bekerja bersama.

Pada akhirnya, sistem bukan sekadar dokumen SOP. Sistem menjadi cara untuk memastikan pekerjaan dapat dilakukan secara konsisten, tanggung jawab dapat dibagi, dan bisnis memiliki fondasi yang lebih siap ketika memasuki tahap pertumbuhan.

Tentang Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas

Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas merupakan organisasi kewirausahaan yang berdiri sejak 2006 dengan visi menjadi komunitas pengusaha yang memberikan kontribusi positif bagi peradaban.

TDA memiliki lebih dari 62.000 anggota yang tersebar di 119 daerah, 29 wilayah, serta memiliki perwakilan di lima negara. TDA menjalankan berbagai program edukasi, mentoring, workshop, pengembangan komunitas, business matching, kolaborasi ekosistem, dan kegiatan sosial untuk memperkuat kepemimpinan, kapabilitas, serta jejaring entrepreneur Indonesia.