TDA Sinjai Gelar Get Closer, Perkuat Kekompakan dan Nilai Komunitas

Sinjai - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Sinjai menggelar Get Closer di Kawasan Madaya Sinjai pada 19–20 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelayan dan member TDA Sinjai untuk memperkuat kekompakan, memahami nilai komunitas, serta membangun jiwa kepemimpinan.
Ketua TDA Sinjai Idhank Chalik mengatakan, Get Closer menjadi momentum awal untuk saling menguatkan sekaligus belajar bersama sebagai komunitas yang baru terbentuk.
“Kegiatan ini untuk saling menguatkan antar pelayan. Madaya membuat kami tertarik karena story-nya yang besar. Ini kegiatan pertama, kita sama-sama belajar.”
Salah satu agenda utama menghadirkan Ramly Usman, yang akrab disapa Kak Ramly, Founder Madaya Sinjai. Ia berbagi pengalaman mengenai perjalanan membangun gerakan pemberdayaan masyarakat di kawasan Madaya.
Ramly menilai, pemberdayaan bukan sekadar menjalankan program, tetapi bagaimana gerakan tersebut terus memberikan manfaat dan membuka ruang bagi masyarakat untuk berkembang.
Perjalanan Madaya berangkat dari kepedulian dan berkembang melalui berbagai kegiatan, termasuk pendidikan, pendampingan petani kopi, serta pengembangan usaha dan masyarakat.
Ramly juga menjelaskan bagaimana aktivitas bisnis dapat menjadi jalan untuk membangun ekosistem dan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk berkembang. Bagi dirinya, nilai pemberdayaan menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha dan membangun masyarakat.
Mengenal Nilai TDA dan Mempraktikkan Leadership
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi peserta Get Closer mengenai bagaimana usaha dapat dikembangkan bersamaan dengan kepedulian dan upaya pemberdayaan masyarakat.
Mengenal Nilai TDA dan Mempraktikkan Leadership
Sesi berikutnya menghadirkan Andi Resky Anggriani, yang akrab disapa Kak Ekky, Founder Ondeway Indonesia.
Dalam sesi tersebut, Kak Ekky mengajak peserta mengenal dan merefleksikan nilai-nilai TDA yang dirangkum dalam INBOKS, yaitu Integritas, Berpikiran Terbuka, Orientasi pada Tindakan, Keseimbangan Hidup, dan Silaturahmi.
Nilai-nilai tersebut dibahas dalam konteks bagaimana sebuah organisasi dapat dikelola dan dijalankan bersama. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya TDA Sinjai membangun kesamaan nilai dan cara bekerja antaranggota.
Kak Ekky kemudian menerjemahkan materi tersebut melalui sejumlah games yang melatih kekompakan dan jiwa leadership peserta. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya menerima materi secara konseptual, tetapi juga mengalaminya melalui interaksi dan kerja sama dalam kelompok.
Pembelajaran mengenai nilai dan leadership berlanjut pada hari kedua melalui kegiatan outbound. Peserta dilatih membangun kekompakan, kepedulian, komunikasi, teamwork, problem solving, kepercayaan antartim, fokus, team planning, hingga risk management.
Membangun Komunitas dari Kedekatan
Rangkaian Get Closer juga diisi dengan fun gathering, networking, serta insight review. Seluruh rangkaian dirancang untuk memberikan ruang bagi anggota untuk saling mengenal sekaligus merefleksikan pembelajaran selama kegiatan.
Bagi TDA Sinjai, penguatan komunitas tidak hanya dibangun melalui aktivitas, tetapi juga melalui hubungan yang dekat, kesamaan nilai, komunikasi, dan kemauan untuk tumbuh bersama.
Melalui Get Closer, TDA Sinjai memulai proses tersebut dengan mempertemukan anggota dalam ruang belajar yang lebih dekat dan informal.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Madaya Sinjai, Kopi Djaya Raya, Bundana Cake, Uwisy Food & Drink, Cucikini Laundry, RCS Industri, Kajao, Oetara Space, Garasi47, Makessing Sport, Macca Tech, Macakka Shoes Clean, Anasera Media Nusantara, Rafs Cake and Dessert, Depot Hayati, dan Sinjai Info.
Tentang Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas
Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas merupakan organisasi kewirausahaan yang berdiri sejak 2006 dengan visi menjadi komunitas pengusaha yang memberikan kontribusi positif bagi peradaban.
TDA memiliki lebih dari 62.000 anggota yang tersebar di 119 daerah, 29 wilayah, serta memiliki perwakilan di lima negara.
TDA menjalankan berbagai program edukasi, mentoring, workshop, pengembangan komunitas, business matching, kolaborasi ekosistem, dan kegiatan sosial untuk memperkuat kepemimpinan, kapabilitas, serta jejaring entrepreneur Indonesia.
