Hasilkan Telur Kualitas Super, Kandang Ayam Ini Jadi Percontohan se-Madura
PortalMadura.Com, Bangkalan - Kandang kayu berkaki dan bertutup jaring terlihat di salah satu sudut Kampung Langgulang. Riuhnya suara ayam yang bersautan terdengar dari dalam kandang. Tampak seorang pria memasuki kandang. Tak lama kemudian kepala ratusan ayam menyembul dari kurung dan langsung menyantap pakan. Terlihat pula ratusan telur yang tinggal menunggu waktu untuk dikumpulkan. Dengan modal sendiri yang tak sedikit, Mohamad Taufik (35) memberanikan diri merintis usaha beternak ayam petelur. Bukan tanpa alasan ia memilih jenis usaha ini. Cerita dan pengalaman yang ia dengar dari teman yang lebih dulu menjalankan usaha serupa membuatnya tertarik. Terlebih setelah ia melihat sendiri ribuan telur memenuhi kandang milik teman setiap harinya. "Bisa dibayangkan, ribuan telur dihasilkan tiap hari. Saya yakin usaha ini menjanjikan atau bernilai ekonomis tinggi. Terlebih permintaan telur tak pernah berhenti. Faktor inilah yang membulatkan keyakinan saya beternak ayam petelur," terang Taufik. Sebidang tanah disamping rumah dimanfaatkan Taufik untuk mendirikan kandang. Ukuran kandang 19x4,5 meter, ditopang tak kurang sepuluh kaki kandang yang tingginya 1,6 meter di atas permukaan tanah. Kandang tersebut dikelilingi jaring. Di sekeliling kandang terdapat pagar pembatas yang terbuat dari kayu dan jaring. Fungsi jaring penutup kandang sebagai pelindung dari kotoran serta hewan lain yang bisa masuk ke kandang. Selain dapat membawa virus, kehadiran hewan lain bisa mengusik ketenangan ayam. Situasi dan kondisi di sekeliling kandang turut menjadi faktor yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan produktifitas ayam petelur. "Seperti halnya manusia, ayam juga butuh ketenangan agar selalu dalam kondisi sehat dan produktif. Dan yang terpenting mampu menghasilkan telur yang berkualitas," cetus Taufik kepada PortalMadura.Com beberapa waktu lalu. Sebanyak 504 kurung yang ... Selengkapnya Sebanyak 504 kurung yang terbuat dari besi terlihat berjajar rapi di dalam kandang. Kurung dibuat berhadapan, masing-masing sisi terdiri tiga tingkat. Di dalam kandang juga dilengkapi alat pengukur suhu udara, kipas angin, saluran air minum, juga alat penyaring air minum. Semua alat tersebut difungsikan untuk mendukung pertumbuhan ayam petelur. [caption id="attachment_189525" align="alignnone" width="448"] Mohamad Taufik sedang mencampurkan vitamin pada pakan ayam petelur (Foto: Agus Hidayat)[/caption] Banyaknya kurung menunjukkan jumlah ayam petelur yang jadi aset usaha Taufik. Tak banyak memang, namun jumlah ini tergolong cukup baginya sebagai peternak pemula. Usaha Taufik memang baru berjalan dalam hitungan bulan. Menurut ayah dari satu anak ini, kandang miliknya bahkan menjadi model kandang percontohan se-Madura. Tak heran bila kediamannya di Jalan Durian, Kampung Langgulang, Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, seringkali kedatangan tamu tak diundang. "Saya menyambut kunjungan mereka dengan tangan terbuka. Meski peternak pemula, dengan senang hati saya menjawab setiap pertanyaan yang berhubungan dengan usaha ayam petelur, termasuk soal kandang. Saya anggap mereka kesini untuk studi banding atau bertukar ilmu," ujar Taufik. Proses pengembangbiakan yang dilakukan Taufik sejauh ini telah sesuai aturan maupun arahan dokter hewan sebagai pendamping. Terbukti, pertumbuhan ayam berjalan sesuai dengan tahapan semestinya. Produktifitas bertelur masih tinggi. Demikian pula dengan kualitas telur yang terus terjaga. Ratusan telur yang dikumpulkan setiap sore langsung dilempar ke pasaran. Bukan didistribusikan ke pasar, restoran, ataupun hotel. Taufik hanya menjualnya ke tetangga sekitar dengan harga lebih murah dibanding harga toko atau pasar. Tak lupa juga untuk dikonsumsi sendiri. Namun tak sedikit pula pembeli yang datang dari luar desanya. Mereka mengetahui adanya usaha ayam petelur milik Taufik dari mulut ke mulut. Kontan saja, telur-telur tersebut habis terjual dalam waktu yang tak lama. "Saya tak mau terburu-buru menjualnya ke luar. Selain karena ukuran telur yang sedang, pasokan telur untuk restoran dan hotel jumlahnya ratusan, bahkan bisa ribuan. Jika populasi ayam petelur telah mencapai ribuan, saya berani menjualnya ke restoran dan hotel," tegasnya. Rata-rata Bertelur 450 Butir Bibit ayam petelur impor jenis holoman dipesan Taufik pada sebuah perusahaan pembiakan di Malang pada September 2018. Jenis ayam petelur ini memang tergolong nomor satu atau terbaik. Dua bulan kemudian (November 2018) barulah terkirim dan langsung menempati kandang. Bibit ayam petelur yang saat diterima berumur 13 minggu, kini telah menjadi 24 minggu. "Empat minggu setelah bibit ayam datang, barulah saya bisa menikmati hasilnya. Ratusan telur saya kumpulkan setiap hari. Kini jumlahnya rata-rata 450 butir per hari. Memang tak semua ayam bertelur setiap hari," jelasnya. Menurut Taufik, jumlah 450 telur yang dihasilkan per hari telah masuk katagori produktif. Dengan kata lain proses perawatan dan pengembangbiakan yang dilakukan tergolong berhasil. Angka Kualitas Telur ... SelengkapnyaAngka Kualitas Telur 100 dan 110 Adanya pendampingan dari dokter hewan merupakan keuntungan tersendiri bagi Taufik. Oleh karena output dari usaha ini adalah telur, maka sangat perlu mengetahui kualitas telur yang dihasilkan. Beberapa telur dijadikan sampel untuk diuji di laboratorium setelah pertama kali ratusan ayam tersebut berproduksi. Hasilnya menggembirakan. Sampel telur yang lebih dari dua kali uji laboratorium tersebut masuk dua golongan teratas katagori telur, nilainya 100 dan 110. Ketetapan internasional menyebutkan, kualitas telur dari bawah (biasa) hingga atas (super) dalam angka adalah 70, 80, 90, 100, dan 110. Pemberian Pakan dan Vaksin Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, pada pagi dan sore hari. Sebelum memberi pakan, Taufik terlebih dulu mengumpulkan ratusan telur yang ada di kandang. Pakan terdiri dari tiga macam campuran, yaitu konsentrat, dedak, serta jagung. Setelah tercampur kemudian dibagi dua, dengan perbandingan 60 persen untuk makan pagi dan 40 persen untuk makan sore. Agar ayam tak rentan terserang penyakit dalam, utamanya saluran pencernaan, pemberian vaksin dilakukan sebulan sekali. Guna terhindar dari penyakit luar, ayam harus disemprot zat antibiotik. Zat ini juga disemprotkan pada kandang secara keseluruhan, termasuk pula bagi peternak ataupun orang lain jika sewaktu-waktu masuk ke kandang. Regenerasi Ayam Saat ayam menginjak usia dua tahun, peternak akan berancang-ancang untuk membeli bibit baru. Seiring berjalannya waktu, ayam akan mengalami siklus penurunan berproduksi. Hingga akhirnya ayam-ayam tersebut harus dilepas ke pasaran dan menjadi ayam potong. "Saat menurunnya produksi telur itulah saya harus mendatangkan bibit ayam potong lagi. Proses regenerasi mau tak mau harus dilakukan oleh mereka yang bergelut sebagai peternak ayam petelur," pungkas Taufik. Meski sebagai peternak ayam petelur pemula, Taufik telah merasakan buah dari usahanya. Kini hari-harinya disibukkan dengan aktifitas memberi makan ayam, mengumpulkan telur, memantau kondisi ayam, serta menjaga suhu dan kebersihan kandang.
