Mahasiswa Rantau dan Kesepian di Kota Perantauan

Mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Bosowa Makassar
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Moch Refa Amirul tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehidupan mahasiswa rantau tidak selalu berjalan mudah seperti yang terlihat di media sosial. Di tengah ramainya suasana kota dan aktivitas perkuliahan, tidak sedikit mahasiswa yang justru mengalami kesepian dan tekanan pikiran karena harus menjalani semuanya sendiri jauh dari keluarga.
Perasaan tersebut dirasakan banyak mahasiswa rantau yang kesulitan menemukan tempat bercerita dan orang yang benar-benar dapat dipercaya. Kesibukan lingkungan sekitar sering kali membuat seseorang merasa tetap sendiri meskipun berada di tengah keramaian.
Selain tekanan akademik dan kehidupan sehari-hari, rasa lelah juga muncul karena harus memendam banyak hal sendirian. Banyak mahasiswa mengaku lebih memilih diam dibanding terbuka kepada orang lain karena takut dikecewakan atau tidak dipahami.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kehidupan perantauan bukan hanya soal bertahan secara ekonomi dan pendidikan, tetapi juga tentang menjaga kesehatan mental dan menghadapi rasa sepi yang datang perlahan.
Catatan by: RF, di waktu subuh dinihari
