Video Profile Kampoeng Kopi oleh Mahasiswa KKN FBD UB Kelompok 74

Mahasiswa Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Refa Defanda Witanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam rangka pelaksanaan program kerja individu Kuliah Kerja Nyata FISIP Berbakti Desa Universitas Brawijaya (FBD UB) Kompak 2025, mahasiswa dari Kelompok 74 yang bertugas di Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang telah membuat video company profile tentang Kampoeng Kopi, sebagai bentuk kontribusi dalam promosi potensi lokal kampung tematik tersebut di Desa Sumberdem.

Program ini dilaksanakan pada rentang waktu 2 hingga 31 Juli 2025, dengan menyasar warga dan pelaku usaha kopi di Kampoeng Kopi. Program kerja ini diinisiai oleh Refa Defanda Witanto, mahasiswa peserta KKN FBD Kelompok 74, sebagai bentuk kontribusi dalam mempromosikan potensi ekonomi lokal melalui media visual yang menarik. Program juga ini hadir sebagai respon atas terbatasnya media promosi yang dapat memperkenalkan Kampoeng Kopi secara luas kepada masyarakat luar.
Pembuatan video ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata lokal. Salah satu tujuannya adalah mendukung branding desa sebagai destinasi agrowisata kopi yang memiliki ciri khas dan nilai unggulan. (Mahasiswa program FISIP Berbakti Desa Universitas Brawijaya (FBDUB) Kompak 2025 terus menghadirkan kontribusi nyata di berbagai desa di Kabupaten Malang.)
Dalam proses produksinya, video ini menampilkan berbagai aspek utama, mulai dari pengantar singkat mengenai Kampoeng Kopi, gambaran keseharian warga, dan proses pengolahan kopi yang ditampilkan mulai dari pemetikan biji, pengeringan, hingga hasil akhir berupa biji kopi yang telah disangrai, bahkan dalam bentuk bubuk yang siap seduh. Visualisasi dibuat semenarik mungkin dengan pengambilan gambar di kebun kopi, rumah produksi, dan lokasi strategis lainnya.
Selain menonjolkan potensi alam dan ekonomi yang dimiliki desa, narasi dalam video ini juga dirancang dengan pendekatan edukatif yang kuat. Video ini memperkenalkan proses kopi secara teknis, sekaligus juga memperlihatkan dedikasi dan semangat gotong royong warga desa dalam menjaga keberlangsungan Kampoeng Kopi. Melalui visualisasi kegiatan sehari-hari dan cerita langsung dari masyarakat, video ini menggambarkan bagaimana kolaborasi dan rasa memiliki menjadi akar utama dalam mengembangkan potensi lokal.
Produk akhir berupa video berdurasi sekitar 7 menit disajikan dalam bentuk fisik. Video ini telah diputar secara lokal di desa serta diserahkan dalam bentuk kaset DVD kepada pihak desa sebagai arsip dokumenter dan media promosi jangka panjang. Harapannya, karya ini dapat digunakan oleh masyarakat dan perangkat desa sebagai sarana untuk memperkenalkan Kampoeng Kopi kepada pengunjung maupun mitra potensial secara berkelanjutan.
“Saya berharap video ini bisa memberikan informasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat luar untuk mengenal lebih dekat Kampoeng Kopi di Desa Sumberdem, dan tentunya menjadi sarana promosi bagi warga desa dalam menjangkau peluang yang lebih luas di bidang pariwisata dan ekonomi,” ungkap Refa.
Pihak desa merespons positif hasil video ini dan menyatakan keterbukaan untuk memanfaatkannya sebagai bagian dari upaya bersama dalam mempromosikan potensi lokal desa.
