Kadang Kita Hanya Lelah, Bukan Gagal
Tulisan dari Refansyah Amru khalid tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada kalanya bangun dari tempat tidur terasa jauh lebih sulit daripada biasanya. Bukan karena tubuh tidak mampu bergerak, melainkan karena pikiran seolah sudah kehilangan tenaga bahkan sebelum hari dimulai. Mata terbuka, jam terlihat berjalan, tetapi keinginan untuk kembali tidur dan menjauh sejenak dari berbagai persoalan terasa begitu kuat. Tugas yang belum selesai, pesan yang belum dibalas, pekerjaan yang menunggu, hingga rencana masa depan yang sebelumnya terlihat jelas perlahan terasa semakin jauh. Di tengah keadaan tersebut, kita juga melihat orang-orang di sekitar terus melangkah. Ada yang sudah mendapatkan pekerjaan, menikah, membangun usaha, membeli rumah, atau terlihat menjalani kehidupan yang menyenangkan melalui media sosial. Tanpa sadar, muncul pertanyaan dalam diri, sebenarnya ke mana arah kehidupan yang sedang kita jalani?
Perasaan tertinggal sering kali muncul karena kita terlalu mudah membandingkan perjalanan sendiri dengan kehidupan orang lain. Ketika melihat seseorang berhasil, kita merasa pencapaian diri belum cukup. Saat teman mendapatkan pekerjaan, kita mulai meragukan kemampuan sendiri. Ketika melihat kehidupan orang lain tampak bahagia, kita merasa kehidupan pribadi justru penuh kekurangan. Padahal, apa yang terlihat di hadapan kita hanyalah sebagian kecil dari kehidupan mereka. Kita tidak mengetahui kegagalan yang pernah mereka alami, malam-malam penuh kekhawatiran yang mereka lewati, atau perjuangan yang harus dilakukan sebelum mencapai sesuatu yang sekarang terlihat begitu mudah. Begitu pula dengan kehidupan kita. Bisa jadi, ada orang lain yang menganggap kita baik-baik saja, sementara sebenarnya kita sedang berusaha keras untuk tetap bertahan.
Kehidupan pada dasarnya bukan perlombaan yang mengharuskan setiap orang mencapai tujuan pada waktu yang sama. Setiap orang memiliki keadaan, kesempatan, kemampuan, dan jalan hidup yang berbeda. Karena itu, tidak semua hal harus diselesaikan dalam satu hari. Ada kalanya sebuah rencana harus ditunda, tujuan perlu disesuaikan, atau seseorang membutuhkan waktu lebih panjang untuk memahami apa yang sebenarnya ingin dicapai. Tidak mengetahui arah untuk sementara waktu juga bukan sesuatu yang harus selalu dianggap sebagai kegagalan. Dalam perjalanan yang panjang, manusia membutuhkan waktu untuk berhenti, beristirahat, dan mengumpulkan tenaga. Beristirahat bukan berarti menyerah, sebagaimana berhenti sejenak bukan berarti kalah. Justru dengan memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk beristirahat, seseorang dapat kembali melangkah dengan kondisi yang lebih baik.
Kita juga sering menganggap bahwa menjadi kuat berarti harus selalu produktif, mampu menghadapi semua persoalan, dan tetap terlihat baik dalam keadaan apa pun. Padahal, manusia memiliki batas. Ada hari ketika seseorang mampu bekerja keras mengejar impian, ada hari ketika langkahnya hanya sanggup berjalan perlahan, bahkan ada saat ketika bertahan melewati hari saja sudah menjadi sebuah pencapaian. Semua itu tetap merupakan bagian dari perjalanan. Lambat bukan berarti gagal. Proses setiap orang memang berbeda, dan sesuatu yang sedang dibangun dalam kehidupan tidak selalu dapat menunjukkan hasil dalam waktu singkat. Seperti pohon yang membutuhkan waktu untuk tumbuh, kehidupan juga membutuhkan proses yang tidak selalu dapat dilihat hasilnya secara langsung.
Ketika kehidupan terasa berantakan, bukan berarti seseorang sedang mengalami kegagalan. Bisa jadi, ia hanya sedang berada dalam kondisi lelah setelah terlalu lama menghadapi banyak hal sekaligus. Bisa juga karena terlalu banyak tuntutan yang dipikirkan dalam waktu bersamaan atau terlalu lama berusaha terlihat baik-baik saja di hadapan orang lain. Ada masa-masa tertentu dalam kehidupan yang memang terasa lebih berat daripada biasanya, dan hal tersebut merupakan bagian dari perjalanan yang harus dilewati. Tidak semua perjuangan harus menghasilkan pencapaian besar dalam waktu singkat. Terkadang, kemampuan untuk tetap bertahan dan melanjutkan langkah kecil saja sudah menunjukkan bahwa seseorang masih memiliki kekuatan untuk menghadapi hari berikutnya.
Pada akhirnya, tidak semua hal harus dipaksakan untuk selesai hari ini. Jika hari terasa berat, lakukan apa yang masih mampu dilakukan dan berikan waktu kepada diri sendiri untuk beristirahat. Tidak perlu terus-menerus memaksakan diri untuk menjadi luar biasa hanya demi mengejar standar yang dibuat oleh orang lain. Kehidupan masih memiliki banyak kesempatan dan kemungkinan yang belum diketahui. Apa yang hari ini terlihat seperti langkah kecil mungkin saja menjadi bagian penting dari perjalanan menuju kehidupan yang diinginkan. Sebab, terkadang seseorang bukan sedang gagal, melainkan sedang belajar bagaimana tetap melangkah ketika jalan di depannya belum sepenuhnya terlihat.

