Konten dari Pengguna

Implementasi Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif 98 di Desa Jatirejo

Regina Pratista

Regina Pratista

Mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi Universitas Jember

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Regina Pratista tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat: Kuliah Kerja Nyata Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang

Penerjunan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif 2025, 16 Juli 2025, Jatirejo, Kunir.
zoom-in-whitePerbesar
Penerjunan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif 2025, 16 Juli 2025, Jatirejo, Kunir.

Desa Jatirejo yang terletak di Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, menjadi lokasi terpilih untuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tahun 2025. Program ini dilaksanakan oleh sekelompok mahasiswa lintas disiplin sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus media pembelajaran langsung di lapangan. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, yaitu mulai tanggal 16 Juli hingga 20 Juli 2025, dengan mengusung semangat pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Pembukaan Kegiatan dan Dukungan Pemerintah

Kegiatan KKN Kolaboratif dimulai dengan apel penerjunan mahasiswa yang dilaksanakan di Balai Desa Jatirejo. Penerjunan ini dilakukan oleh pemerintah desa yang diwakili oleh Sekretaris Desa Jatirejo, sebagai simbol dukungan dan keterlibatan aktif pemerintah desa dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan mahasiswa. Kehadiran aparat desa dalam kegiatan pembukaan menjadi penegas pentingnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif.

Sebagai bentuk legalitas dan koordinasi, mahasiswa kemudian menyerahkan surat pemberitahuan kegiatan resmi kepada pihak Kecamatan Kunir dan Kepolisian Sektor Kunir. Langkah ini ditempuh untuk menjamin kelancaran serta keamanan seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus menjalin hubungan koordinatif yang baik dengan unsur pemerintahan di tingkat kecamatan.

Survei Lapangan sebagai Dasar Perencanaan Program

Setelah pelaksanaan kegiatan awal, mahasiswa segera melakukan rapat koordinasi internal untuk menyusun strategi pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Salah satu agenda utama pada minggu pertama adalah melakukan survei dan pemetaan kondisi desa. Survei ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menggali berbagai aspek penting yang menjadi fokus kegiatan Kuliah Kerja Nyata, yakni:

• Ketahanan dan Swasembada Pangan: Melihat bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

• Pengembangan Ekonomi Desa dan Penguatan BUMDes: Mengidentifikasi potensi usaha mikro dan strategi pemberdayaan ekonomi lokal.

• Penguatan Kesehatan Masyarakat: Meninjau fasilitas layanan kesehatan serta perilaku hidup sehat masyarakat.

• Pemanfaatan Teknologi Informasi: Menganalisis sejauh mana digitalisasi telah masuk ke kehidupan warga.

• Pelestarian Budaya Lokal: Menggali kekayaan budaya yang masih dijaga dan diwariskan secara turun-temurun.

Survei dilakukan langsung ke beberapa dusun, yakni Jatiwangi, Jatiarum, Jatisari, dan Jatiagung. Mahasiswa juga mendatangi fasilitas layanan kesehatan seperti PUSTU (Puskesmas Pembantu) dan Puskesmas Kecamatan Kunir untuk melihat langsung aktivitas pemeriksaan kesehatan rutin dan mengakses data yang relevan tentang kondisi kesehatan masyarakat desa.

Partisipasi dalam Kehidupan Sosial dan Religius

Selain kegiatan teknis dan pengumpulan data, mahasiswa juga turut terlibat dalam aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat. Pada hari Jumat, mahasiswa mengikuti doa bersama warga Dusun Jatiagung, yang merupakan bagian dari tradisi masyarakat menjelang masa tanam. Momen ini menjadi sarana efektif dalam membangun kedekatan dan kepercayaan dengan warga desa.

Kegiatan religius lainnya yang diikuti mahasiswa antara lain Sholawat Ahad Pon, yaitu kegiatan sholawatan rutin yang diselenggarakan masyarakat sebagai bentuk pelestarian nilai spiritual dan budaya Islam lokal. Mahasiswa juga menghadiri Halaqah Fiqh, yakni diskusi keislaman yang membahas persoalan fikih, seperti tata cara ibadah haji dan musyawarah. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan keagamaan ini tidak hanya mempererat hubungan emosional dengan masyarakat, tetapi juga memperluas wawasan dan empati terhadap cara hidup masyarakat desa.

Gotong Royong dan Pemupukan Semangat Kebersamaan

Salah satu kegiatan yang sangat berkesan adalah gotong royong membersihkan Balai Desa Jatirejo yang dilakukan bersama perangkat desa dan masyarakat. Kegiatan ini memperlihatkan semangat kolaborasi nyata antara mahasiswa dan warga. Balai desa sebagai pusat administrasi dan kegiatan masyarakat menjadi simbol dari ruang bersama yang perlu dijaga, dan gotong royong menjadi media membangun solidaritas dan tanggung jawab kolektif.

Penyusunan Business Model Canvas dan Rencana Program Kerja

Memasuki hari keempat dan kelima, mahasiswa mulai merancang program kerja berbasis temuan lapangan. Mereka menyusun Business Model Canvas (BMC) sebagai alat bantu untuk merumuskan permasalahan utama, potensi lokal, dan strategi intervensi yang tepat. Dengan menggunakan pendekatan BMC, mahasiswa mampu mengidentifikasi segmentasi masyarakat, mitra kunci, sumber daya lokal, serta nilai-nilai unik yang dimiliki desa Jatirejo.

Kegiatan minggu pertama ditutup dengan rapat final untuk menyusun rencana program kerja, yang akan dilaksanakan pada minggu-minggu berikutnya. Rencana ini akan menjadi pedoman dalam implementasi program-program pengembangan desa, baik di bidang kesehatan, ekonomi, teknologi, maupun sosial-budaya.

Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif 2025 di Desa Jatirejo bukan hanya sekadar pengabdian masyarakat, tetapi menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa. Di sana mereka belajar langsung dari kehidupan nyata, merumuskan solusi dari akar masalah, dan berlatih menjadi agen perubahan berbasis nilai kolaborasi dan partisipatif.