Konten dari Pengguna

Musyawarah Mufakat Desa Jatirejo: Sinergi KKNK 98, PKK, dan GERBANGMAS Siaga

Regina Pratista

Regina Pratista

Mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi Universitas Jember

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Regina Pratista tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemaparan Program KKN Kolaboratif 98 dan Pembentukan Kader Anti Hipertensi

Pemaparan Program Kerja KKN Kolaboratif 98 dan Pembentukan Kader Anti-Hipertensi
zoom-in-whitePerbesar
Pemaparan Program Kerja KKN Kolaboratif 98 dan Pembentukan Kader Anti-Hipertensi

Pada hari Sabtu, 26 Juli 2025 bertempat di Balai Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, telah dilaksanakan kegiatan Musyawarah Mufakat Desa yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk perangkat desa, Tim Penggerak PKK, kader GERBANGMAS Siaga, tokoh masyarakat, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2025 Kelompok 98. Musyawarah ini diselenggarakan dalam rangka pemaparan rencana program kerja KKN dan penyusunan langkah strategis pembentukan Kader Anti Hipertensi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Kegiatan KKN Kolaboratif merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa lintas disiplin ilmu yang mengedepankan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu program prioritas yang diusung adalah pencegahan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, yang saat ini menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat pedesaan. Berdasarkan hasil survei awal dan diskusi bersama pihak Puskesmas, ditemukan bahwa banyak warga belum menyadari pentingnya deteksi dini dan pengendalian tekanan darah tinggi. Hal ini mendorong perlunya kader kesehatan lokal yang mampu menjadi ujung tombak edukasi dan pendampingan masyarakat.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Jatirejo yang menyampaikan apresiasi atas kedatangan mahasiswa dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan mahasiswa dalam mengembangkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Selanjutnya, perwakilan mahasiswa KKN memaparkan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian, di antaranya:

• Pelatihan dan pembentukan Kader Anti Hipertensi.

• Penyuluhan Hipertensi di Kalangan Remaja

• Penyuluhan Hipertensi di Kalangan Dewasa hingga Lansia

• Penyuluhan Tanaman Obat Keluarga sebagai Obat Hipertensi

• Skrining, Konseling dan Pelatihan (Senam dan Pembuatan Jamu)

Pemaparannya disambut dengan antusias oleh hadirin. Perwakilan Tim Penggerak PKK menyampaikan komitmennya untuk berperan aktif dalam mendukung dan mendampingi kader anti hipertensi yang akan dibentuk. Begitu pula dengan kader GERBANGMAS Siaga, yang melihat program ini sebagai peluang memperkuat upaya promotif di tingkat keluarga.

Dari musyawarah tersebut, disepakati beberapa poin penting sebagai hasil mufakat:

1. Penerimaan dan pengesahan program kerja KKN Kolaboratif oleh pemerintah desa dan masyarakat.

2. Pembentukan kader anti hipertensi desa yang akan terdiri dari perwakilan PKK, GERBANGMAS Siaga, dan warga yang bersedia.

3. Penyusunan jadwal pelatihan kader dan pembekalan materi tentang hipertensi, tekanan darah, pola makan sehat, aktivitas fisik, serta monitoring tekanan darah secara mandiri.

4. Penyediaan fasilitas pendukung oleh desa dan koordinasi dengan puskesmas setempat untuk mendukung keberlanjutan program.

5. Komitmen bersama untuk melanjutkan program pasca-KKN melalui kelembagaan desa.

Musyawarah mufakat ini menunjukkan semangat gotong royong dan kolaborasi antar unsur desa dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat. Mahasiswa sebagai agen perubahan diterima dengan baik dan dipercaya untuk menjalankan perannya bersama warga. Ke depan, diharapkan kader anti hipertensi yang terbentuk mampu menjadi pelopor gaya hidup sehat, membangun kesadaran kolektif, dan turut menurunkan angka kejadian hipertensi di Desa Jatirejo.

Dengan semangat partisipasi dan kepedulian bersama, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju desa yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.