Konten dari Pengguna

Penyuluhan Hipertensi pada Remaja: Menanamkan Pola Hidup Sehat Sejak Dini

Regina Pratista

Regina Pratista

Mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi Universitas Jember

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Regina Pratista tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyuluhan dilakukan di SMA Nurul Islam Kunir

Penyuluhan Hipertensi pada Remaja: Menanamkan Pola Hidup Sehat Sejak Dini
zoom-in-whitePerbesar

Hipertensi atau tekanan darah tinggi selama ini dikenal sebagai penyakit degeneratif yang lebih banyak menyerang usia dewasa dan lansia. Namun, tren gaya hidup modern yang tidak sehat telah meningkatkan risiko hipertensi bahkan pada kalangan remaja. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 98 Desa Jatirejo menginisiasi kegiatan Penyuluhan Hipertensi pada Remaja yang dilaksanakan di SMA Nurul Islam Kunir, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, pada hari Kamis, 31 Juli 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA terhadap bahaya hipertensi serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak usia muda. Dengan edukasi yang tepat, diharapkan remaja dapat melakukan pencegahan sejak dini dan menjadi agen promosi kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB di aula SMA Nurul Islam dan diikuti oleh sekitar 30 siswa kelas X dan XI. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Hj. Solehati Uswatun Hasanah, S.Pd., MA, yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KKN terhadap kesehatan generasi muda.

Selanjutnya, penyuluhan dibawakan oleh mahasiswa KKN yang berasal dari latar belakang kesehatan. Materi penyuluhan disampaikan secara komunikatif dan dikemas dalam bentuk presentasi visual yang menarik, sehingga siswa mudah memahami isi yang disampaikan.

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam penyuluhan ini meliputi:

• Definisi dan Gejala Hipertensi: Menjelaskan tekanan darah normal dan tinggi, serta tanda-tanda seperti pusing, lelah, jantung berdebar, dan gangguan penglihatan.

• Faktor Risiko Hipertensi pada Remaja: Kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, stres akibat tekanan akademik dan sosial, serta kebiasaan buruk seperti merokok dan minum minuman energi.

• Dampak Hipertensi Jangka Panjang: Menjelaskan potensi komplikasi seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung.

• Upaya Pencegahan Sejak Dini: Edukasi mengenai pola makan sehat (mengurangi garam, makanan cepat saji), pentingnya olahraga minimal 30 menit per hari, tidur cukup, manajemen stres, dan skrining tekanan darah secara berkala.

Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta partisipasi aktif mereka dalam kuis dan simulasi. Suasana kegiatan menjadi hidup, menyenangkan, dan sarat pembelajaran.

Beberapa hasil yang berhasil dicapai dari kegiatan ini antara lain:

1. Meningkatnya Pengetahuan Siswa mengenai hipertensi, gejala, faktor risiko, dan langkah pencegahan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Tumbuhnya Kesadaran akan Pola Hidup Sehat, terutama terkait asupan makanan dan pentingnya olahraga rutin.

3. Peningkatan Kemampuan Mahasiswa dalam Edukasi Kesehatan, termasuk penguatan keterampilan komunikasi, presentasi, dan manajemen kegiatan.

4. Terjalinnya Hubungan Baik antara Mahasiswa KKN dan Pihak Sekolah, sebagai bagian dari kontribusi sosial dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun generasi muda yang sehat dan sadar akan pentingnya menjaga tekanan darah sejak usia remaja. Dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan, mahasiswa KKN berhasil menyampaikan pesan kesehatan secara efektif.

Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam memperkuat program UKS dan promosi kesehatan sekolah.